Apa Itu Fine Robusta?

roasted beans fine robusta
Credit: Kurniawan (Unsplash)

Istilah kopi arabika specialty mungkin sudah tidak asing lagi bagi para pecinta kopi untuk menyebutnya sebagai kualitas paling prima dari keluarga kopi arabika. Akan tetapi, seperti yang sudah kita ketahui bahwa dalam dunia kopi, selain arabika, kita juga masih punya robusta, dan juga excelsa ataupun liberika. Lantas, bagaimana dengan kualitas mutu tertinggi kopi robusta? Apakah ada kopi robusta specialty? Jika kamu penasaran dengan hal tersebut,  jenis kopi robusta ternyata tidak disebut sebagai robusta specialty, melainkan fine robusta.

Jika membahas tentang kopi, sudah tidak diperdebatkan kalau kopi sangat banyak dikonsumsi oleh masyarakat di dunia. Faktanya, dalam sehari ada 2,25 miliar cangkir kopi yang diminum oleh para peminumnya di dunia. Maka itu evolusi kopi juga semakin berkembang dari masa ke masa.

Biasanya orang-orang khususnya pecinta kopi lebih memilih kopi arabika dibanding kopi robusta. Ini dikarenakan orang sering skeptis terhadap kopi robusta dan menganggapnya kopi murah dan pahit yang tidak memiliki daya tarik. Hal ini diperparah lagi dengan proses pemetikan biji kopi yang masih campuran.

Campuran di sini berarti tidak membedakan kualitas biji, bahkan kadang juga bisa terdapat serangga di dalamnya. Dengan karakteristik ini, biji kopi yang benar-benar bermutu tinggi menjadi sangat terbatas.

Akan tetapi, sejak tahun 2009, muncul sebuah istilah yang disebut sebagai fine robusta.

Apa bedanya fine robusta dengan kopi robusta? 

Jadi fine robusta memiliki tingkat yang sebanding dengan arabika specialty. Maka tidak heran bila keduanya memiliki skor di atas 80. Kualitas fine robusta ini juga merupakan sebuah peringkat prima yang bisa diraih oleh kopi jenis robusta.

Dari segi rasa, kopi robusta memiliki rasa yang lebih fruity, sedangkan fine robusta menunjukkan rasa asamnya yang enak. Adapun rasa yang mungkin muncul penyebab terkontaminasi karena tidak dirawat tanamannya dengan baik.

Rasa yang sering dibawa oleh fine robusta karena terkontaminasi pun beragam. Merujuk kepada coffee flavor wheel, ada rasa vanila, coklat, markisa, tebu, madu, mangga, nangka, gula aren. Selain itu juga kadang ada yang beraroma rose buds. Sedangkan rasa dari kopi robusta biasa akibat terkontaminasi biasanya  memiliki rasa pahit, dan kadang juga memiliki rasa seperti tanah dan kopling terbakar. Rasa terkontaminasi dari kopi robusta inilah yang paling sering dirasakan, dan menjadi penyebab berkurangnya peminat.

Walaupun memiliki kelas yang sebanding dengan arabika specialty, kopi fine robusta masih susah dikembangkan terutama di Indonesia. Hal ini dikarenakan bukan hanya dari segi pasar, tetapi juga petaninya. Dari segi pasar, fine robusta tentu mempunyai harga yang jauh lebih tinggi dibanding kopi robusta pada umumnya.

Oleh sebab itu, kemungkinan orang yang tertarik untuk membelinya juga menjadi lebih sedikit. Apalagi mengingat peminat kopi robusta single origin itu termasuk sedikit, maka tidak heran bila pasarnya semakin mengerucut lagi untuk fine robusta. Walaupun dari sisi petani, fine robusta justru lebih menguntungkan.

Menurut Arinda, kopi robusta biasanya dipanen dengan harga Rp 18.000 per kilo. Sedangkan untuk fine robusta, harga panennya bisa menjangkau Rp 50.000 sampai 60.000. Maka itu dari segi harga, petani bakal mendapatkan untung yang lebih banyak ketika menjual fine robusta.

Masih ada juga beberapa faktor lain selain yang dijelaskan di atas yang membuat fine robusta belum bisa bergerak maju di Indonesia. Faktor-faktornya, tidak lain adalah:

  1. Kebun kopi semakin rawan. Petani terpaksa harus segera memetik biji kopinya walaupun masih hijau, agar tidak dicuri. Terlebih lagi kopi tidak akan memerah secara serentak. Hal ini menjadi problema tersendiri untuk petani kopi.
  2. Selain bisa beresiko dicuri, beresiko juga ketika dikeringkan. Biji kopi akan dikeringkan dengan pupuk urea dan dijemur dalam waktu tertentu. Pada saat inilah, pencurian kerap terjadi. Selain dicuri, biji kopi juga rentan digiling ban mobil (bulling) karena biji kopi dikeringkan di tanah.

Namun bagaimanapun, kopi fine robusta akan diusahakan untuk besar di Indonesia. Walaupun sekarang Indonesia harus bertanding dengan beberapa negara seperti Filipina, Vietnam dan Laos untuk mengekspor kopi fine robusta tersebut. Selain untuk menduniakan kualitas fine robusta, tetapi juga untuk membuat kopi robusta Indonesia semakin berkembang.

Sejauh ini pertanian kopi Fine Robusta dari Indonesia yang terbaik yaitu berasal dari Lampung Barat. Namun yang berasal dari Wonosobo dan Bali juga tidak kalah harum dan enak.

Sudah pernah mencoba kopi fine robusta? Kalau belum pernah mencobanya kamu dapat menenukan greenbeans fine robusta yang kamu minati di Labuhan Kopi.

Vanessa
Saya seorang penulis secara full-time di agensi, yang suka berkelana di waktu senggang dan menuliskan pengalamannya di blog pribadi.