Apa Itu Specialty Coffee?

Coffee
biji kopi

“Kopi” sebuah istilah yang sudah tidak asing lagi didengar di kalangan masyarakat dunia. Faktanya, sebanyak 2,25 miliar cangkir kopi dikonsumsi setiap harinya di dunia. Meskipun kopi sangat populer, masih banyak orang yang belum mengerti apa yang dimaksud dengan specialty coffee atau kopi specialty. Jadi, apa sih itu kopi specialty?

Specialty coffee merupakan kopi dengan kualitas yang tinggi, baik itu soal rasa mau pun dari segi aromanya. Istilah specialty coffee pertama kali dicetuskan oleh seorang wanita bernama Erna Knutsen pada jurnalnya yang berjudul Tea and Coffee trade journal. Istilah specialty digunakan untuk menyatakan tingkat kualitas suatu jenis kopi.

Untuk menyatakan kopi tersebut masuk kategori specialty atau tidak, kopi harus dinilai oleh seorang Q Grader, alias orang yang telah melewati serangkaian tes dan layak memberikan penilaian specialty kepada suatu jenis kopi. Selain itu, kopi yang diberi gelar specialty, juga memiliki syarat tertentu untuk dikategorikan sebagai kopi specialty. Berikut syarat kopi specialty yang dirangkum dari coffeeland.co.id:

  1. Biji kopi yang dipetik wajib sudah berwarna merah, kemudian diproses menjadi green bean.
  2. Total defect di bawah 4 persen. Jika terdapat 1kg green bean kopi specialty, maka total defect atau disebut biji rusak tidak boleh melebihi 40gr.
  3. Terakhir, memiliki nilai cupping test atau disebut coffee tasting di atas 80.

Maka dari itu, harga biji kopi specialty tergolong lebih mahal dibandingkan biji kopi kualitas lain. Soal rasa sudah pasti sangat berkualitas. Bedasarkan laman lakopi.id, kopi dengan kualitas specialty, harga panennya bisa mencapai Rp70 ribu-300 ribu, tergantung dari asal kota atau daerah kopi itu sendiri. Keuntungan yang didapat oleh para petani juga cukup besar saat menjual kopi specialty.

Apa bedanya specialty coffee dengan kopi jenis lain?

Coffee Bean
Biji Kopi Specialty

 

Mungkin beberapa dari kalian masih ada yang kesulitan untuk membedakan suatu jenis kopi. Sebagaimana yang kita ketahui, kopi itu memiliki berbagai macam jenis. Selain kopi specialty, juga ada kopi premium dan komersil.

Menurut ketua Umum Specialty Coffee Associations of Indonesia, A. Syafrudin, dilansir dari laman tempo.com, mengatakan bahwa kopi specialty memiliki nilai cupping test di atas 80, sedangkan kopi premium nilai cupping test sekitar 70-80 saja. Namun, untuk kopi komersil memiliki nilai di bawah 70 atau sering disebut kopi abal-abal dengan kualitas yang standar. Tak hanya itu, ada juga istilah lain dalam penyebutan tingkatan kopi, contohnya seperti kopi grade 1, grade 2, fine, dan lain sebagainya.

Bagaimana tahapan proses biji kopi menjadi secangkir kopi yang bergelar specialty coffee?

Berbicara tentang kopi specialty, tentu saja kita membicarakan mengenai kualitas biji kopi yang sangat baik dengan defect di bawah 4 persen. Mulai dari penanamannya, penyangraiannya, hingga penyeduhannya. Melansir dari coffeeland.co.id, berikut tahapan proses biji kopi specialty:

  1. Biji kopi yang dipetik berasal dari buah kopi yang telah matang atau petik merah. Setelah itu, biji kopi tersebut dikumpulkan dan diproses menjadi green bean.
  2. Kemudian buah kopi tersebut dimasukkan ke dalam wadah yang berisi air. Buah kopi yang tenggelam menandakan kualitas yang baik, sedangkan yang mengapung menandakan rusak atau cacat dan akan dipisahkan dari buah kopi yang tenggelam.
  3. Setelah sudah dipisah dan dikumpulkan, kemudian diproses menjadi green bean. Terdapat tiga metode yang digunakan oleh petani pada tahap ini, yaitu wet process, dry process, dan pulp natural. Dari hasil ketiga metode ini, akan menciptakan citarasa dan aroma kopi yang berbeda.
  4. Proses yang dilakukan selanjutnya adalah triple pick atau proses pemilihan biji kopi yang berbentuk sempurna tanpa cacat. Pada tahapan ini, green bean tingkat tertinggi memiliki defect di bawah 4 persen atau tidak boleh melebihi 40gr.
  5. Setelah melewati tahap triple pick, kemudian masuk pada tahap penyangraian. Kopi akan disangrai menggunakan mesin kopi modern untuk mendapatkan hasil matang yang sempurna. Tahap ini sangat penting untuk menghasilkan aroma dan rasa kopi yang sangat berkualitas.
  6. Tahapan terakhir, yaitu proses penyeduhan kopi. Untuk menghasilkan rasa yang berkualitas, penyeduhan kopi harus dilakukan menggunakan mesin espresso atau ditubruk jika diproses dengan cara yang benar.

Tidak hanya sampai di situ, biji kopi juga diuji pada tahap cupping test menggunakan standar protokol dari Specialty Coffe Association of America (SCAA) yang meliputi, fragrance, flavour, sweetness, acidity, body, balance, aftertaste, dan overall impression, semua hal tersebut akan dijumlahkan dengan skala 100. Jika biji kopi mendapat nilai di atas 80, maka kopi tersebut mendapat gelar kopi specialty.

Contoh produk kopi yang termasuk dalam kategori specialty coffee 

Sudah banyak kafe atau kedai kopi yang menggunakan jenis kopi bergelar specialty sebagai bahan dasar utama minuman. Di Indonesia sendiri sudah banyak yang memproduksikan jenis kopi specialty, contohnya seperti dilansir dari lakopi.id, yaitu Kopi Arabika Jumaraja Wine, Kopi Arabika Jumaraja, Arabica Banjarnegara Desa Balun, GS Kopi Robusta Jawa Tengah, Kopi Baba Robusta Lampung, Robusta Empat Lawang, dan kopi lainnya. Harganya pun juga bermacam-macam, ada yang di bawah Rp100 ribu dan ada juga yang lebih dari Rp100 ribu tergantung dari jenis kopi tersebut.

Demikian informasi mengenai apa itu kopi specialty dan berbagai proses atau tahapannya. Jika kamu ingin mendapatkan biji kopi bergelar specialty yang langsung dari petani, Lakopi menyediakan beberapa pilihan biji kopi dengan kualitas yang sangat baik dan tentunya bisa kamu beli. Salam Labuhan Kopi.

Suci Risanti Rahmadania
Hidup itu adalah pilihan. Menjadi seorang penulis itu adalah pilihan saya.