Arabika VS Robusta: Perbedaan 2 Jenis Biji Kopi Paling Terkenal!

arabika vs robusta
Photo by Jo Lanta on Unsplash

Arabika vs Robusta – Bagi para penikmat kopi dan bahkan mungkin para awam yang tidak mengetahui banyak tentang kopi setidaknya pasti pernah mendengar kedua jenis biji kopi tersebut. Biji kopi arabika dan robusta.

Arabika dan robusta merupakan jenis biji kopi yang paling dikenal dan diminati oleh masyarakat. Industri kopi dan market kopi dapat dipastikan menyediakan kedua jenis biji kopi tersebut untuk berbagai kebutuhan dan kegiatan ngopi yang ada.

Tahukah kamu? Ada lebih dari 100 jenis/ spesies kopi di dunia. Yap! Arabika dan robusta adalah dua diantara banyaknya spesies kopi yang ada, namun keduanya merupakan biji kopi yang paling umum dibudidayakan untuk dikonsumsi.

Apa kira-kira perbedaan antara biji kopi arabika dan robusta? Seberapa penting untuk kamu mengetahui jenis biji kopi apa yang cocok untuk kamu konsumsi?

Yuk kita bahas bersama lewat artikel di bawah ini!

jenis biji kopi
Credit: Andy Feliciotti (Unsplash)

Arabika VS Robusta: Yuk Kenalan!

Dilansir oleh gordi.id arabika adalah jenis kopi yang berasal dari dataran tinggi Ethiopia Barat. Menurut sebuah sumber, kopi ini dinamakan Arabika karena pada abad ke-7, biji kopi ini dibawa sebuah daerah dataran rendah di Arab.

Biji kopi arabika lebih lonjong dan berbentuk pipih serta memiliki rasa yang lebih manis, lebih ringan, dan lebih halus. Arabika juga memiliki lebih banyak minyak di pada biji kopinya, sehingga memiliki lebih terasa fruity, zesty, dan manis. Biji arabika menyumbang sekitar 75% dari semua kopi di pasaran dan biasanya lebih mahal untuk dibeli.

Umumnya jenis kopi ini tumbuh pada ketinggian sekitar 3.000-7.000 kaki di atas permukaan laut. Daerah subtropis adalah daerah yang ideal untuk kopi arabika, karena umumnya daerah tersebut punya tanah gembur (atau tanah vulkanik), curah hujan merata, serta sinar matahari cukup, yang membuat arabika dapat tumbuh dengan baik.

biji kopi arabika
Photo by Clint McKoy on Unsplash

Sedangkan disisi lain, biji kopi robusta bentuknya sedikit lebih kecil dan lebih bulat dan memiliki rasa yang lebih kuat, pahit, dan powerful. Karena robusta memiliki lebih sedikit minyak, maka robusta seringkali memiliki rasa yang lebih alami, earthy, dan lebih berat. Robusta menyumbang 25% kopi di pasaran dan seringkali lebih murah daripada biji kopi arabika.

Dilansir oleh nescafe.com dataran rendah dengan ketinggian 100-800 meter di atas permukaan laut merupakan lingkungan yang tepat buat biji kopi robusta tumbuh. Indonesia punya banyak dataran rendah seperti ini. Jadi tidak heran kalau beberapa kebun di Indonesia, seperti di Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan, mampu menghasilkan biji robusta dalam jumlah yang besar.

biji kopi robusta
Photo by Rodrgio Flores on Unsplash

Tahukah kamu? Indonesia merupakan salah satu produsen kopi robusta terbesar, loh! Indonesia saat ini menempati posisi ke-4 negara produsen Robusta setelah Brazil, Vietnam, dan juga Kolombia.

Arabika VS Robusta: Kafein, Antioksidan dan Kandungan Gula

Selain proses tanam dan bentuk dari biji kopi arabika dan robusta sendiri, kedua biji ini tentu memiliki perbedaan pada kandungan mineral serta senyawa kimia lain yang terkandung dalam biji kopi. Misalnya biji kopi robusta mengandung lebih banyak kafein daripada biji arabika.

Biji robusta mengandung 2,7% kandungan kafein. Bandingkan dengan 1,5% kandungan kafein yang ditemukan dalam biji arabika. Hal tersebut menjadi alasan beberapa coffee drinker memilih biji kopi robusta saat membutuhkan dorongan kafein untuk lebih bersemangat di pagi hari.

Namun, bukan hanya kafein biji kopi arabika mengandung 60% lebih banyak lipid dan hampir dua kali lipat jumlah gula alami jika dibandingkan dengan robusta. Ini menjelaskan mengapa biji kopi arabika lebih manis dibandingkan robusta, dan tentu saja akan memengaruhi rasa kopi yang kita seduh.

Selain kafein dan kandungan gula, kopi juga dikenal dengan kandungan antioksidan yang tinggi. Namun, berbeda jenis berbeda kandungan antioksidannya. Dilanisr roastycoffee.com biji robusta mengandung 7 sampai 10% asam klorogenat tetapi biji arabika hanya memiliki sekitar 5,5 sampai 8% CGA.

ilustrasi kopi hitam tradisional
Photo by Rene Porter on Unsplash

Arabika VS Robusta: Harga!

Di pasaran, biji kopi arabika memiliki harga yang jauh lebih tinggi daripada biji kopi robusta. Ini karena biji kopi arabika lebih sulit tumbuh dalam proses penanaman begitu pula saat proses memanen. Selain itu permintaan yang tinggi di seluruh dunia akan biji kobi arabika juga meningkatkan harga pasar dari jenis kopi ini.

Arabika VS Robusta: Cita Rasa!

Biji robusta, karena kandungan kafein yang ada pada biji serta lebih sedikitnya kandungan gula alami membuat cita rasa yang dimiliki cenderung terasa lebih kuat, pahit dan earthy, pedas, dan woody. Biji kopi robusta ini sangat cocok untuk espresso, menambahkan banyak rasa dan campuran pada secangkir kopi akan sempurna jika menggunakan biji kopi robusta.

Able Kone
Credit: caravancoffee.com

Biji arabika cenderung memiliki rasa yang lebih fruity dan lebih manis jika dibandingkan dengan robusta, sehingga membuatnya lebih populer daripada biji robusta. Dilansir oleh coffeeroasty.com, biji kopi arabika merupakan biji kopi yang banyak digunakan oleh kedai kopi yang ada di dunia.

Namun, bukan berarti biji kopi tidak digunakan dalam bisnis kedai kopi! Dalam banyak biji kopi yang digunakan untuk membuat espresso, terutama Italian roast, kamu akan menemukan campuran biji arabika dan robusta. Kamu juga bisa menemukan biji robusta yang digunakan dalam kopi yang lebih kuat kandungan kafeinnya. Biji robusta juga hampir secara eksklusif digunakan dalam produksi kopi instan.

gambar kopi instan
Credit: firstforwomen.com via Pinterest

Bingung mau cari biji kopi arabika dan robusta dimana? Tenang! Lakopi menyediakan biji kopi mentah jenis arabika dan robusta dari berbagai daerah, loh!

Kamu bisa langsung kunjungi Lakopi.id untuk memilih jenis biji kopi yang kamu inginkan!

Jangan lupa! Drink your coffee healthily and happily!

Salam, Lakopi Indonesia.