Begini Cerita Kopi Toraja, Favoritnya Masyarakat Eropa!

Ilustrasi Kopi Toraja
Credit: beritagar.id

Kopi Toraja – Siapa nih yang tidak mengenal kopi Toraja? Nah, kopi ini merupakan salah varian yang sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia maupun masyarakat Eropa.

Terlebih, kualitasnya pun adalah kualitas terbaik di Indonesia dan telah diekspor hampir ke seluruh dunia. Kopi yang asalnya dari tanah Toraja, provinsi Sulawesi Selatan ini mempunyai rasa dan aroma yang unik. 

Adapun kopi ini ditanam di area pegunungan, yakni pegunungan Sesean dengan ketinggian sekitar 1.400-2.100 meter di atas permukaan laut. Cita rasa yang begitu khas karena kopi ini ditanam di kawasan tanah vulkanik.

Tak hanya itu saja, tanaman kopi  ini juga ditanam bersamaan atau berdampingan dengan berbagai macam tanaman rempah, sehingga hal tersebut menghasilkan rasa sedikit rempah.

Kira-kira kamu sebagai pecinta kopi tahu tidak istilah lain dari kopi Toraja? Nah, buat kamu yang belum tahu, istilah latin dari kopi ini adalah Celebes Kalosi, unik sekali namanya bukan? 

Selanjutnya, Lakopi akan memberikan informasi atau wawasan tambahan mengenai kopi Toraja ini, mulai dari sejarah, prosesnya, karakteristiknya, dan hal lain sebagainya. Merangkum dari berbagai sumber, yuk! Disimak ya!

Sejarah Kopi Toraja

Decaf Coffee Ilustrasi
Credit: majalah.ottencoffee.co.id

Awalnya, kopi Toraja sudah ada sejak zaman abad ke-16. Beberapa para sejarawan sepakat kalau wilayah Toraja merupakan wilayah pertama di mana penduduknya menanam dan mengembangkan tanaman kopi.

Bisa dibilang, tanaman kopi ini diperkenalkan melalui orang Gowa. Bukti-bukti sejarah diketahui dari catatan harian kerajaan Gowa yang mengambarkan orang-orang Gowa belayar membawa kopi menuju Toraja.

Dikenal sebagai Minuman Kekuatan

Ilustrasi stamina
Ilustrasi stamina

Bisa dibilang, kopi memang mempunyai kandungan kafein yang dapat memberikan energi kepada tubuh manusia. Begitu pula dengan kopi Toraja, pertama kali diperkenalkan oleh para saudagar Arab yang datang ke Makassar dan mengenalkan kopi ini sebagai kekuatan dan penambah vitalitas.

Sempat Mati dan Bangkit Kembali

Ilustrasi Sejarah Kopi Flores Bajawa
Credit: okdam.com

Pendistribusian kopi Toraja sempat tertahan karena akses perdagangan yang terputus akibat pemberontakan DI/TII. Selain itu, adanya penahanan hingga perempasan di jalur utama distribusi kopi Toraja.

Akan tetapi, setelah pemberontakan pun sudah berakhir di tahun 1965, serta perekonomian kembali membaik, ekspor pun kembali dijalankan. Terlebih, provinsi Makassar mampu mengekspor kopi Toraja ini sesuai permintaan negara Eropa dan Amerika.

Cita Rasa dan Karakter Kopi Toraja

Ilustrasi biji kopi mentah wine coffee
Credit: ictcoffee.com

Bisa dibilang, kopi ini memiliki karakteristik yang sangat unik dan khas, itu sebabnya kopi ini merupakan salah satu kopi terbaik yang dihasilkan oleh Indonesia.

Bentuk dari kopi ini berwarna cokelat tua dan tidak beraturan. Selain itu, rasanya pun tidak terlalu pahit dan tingkat keasamannya rendah.

Kopi Toraja ini memiliki rasa fruity dan aftertaste yang tidak terlalu pahit di lidah. Terlebih, aromanya sangat harum dan khas akibat ditanam berdampingan dengan rempah-rempah.

Jenis Kopi Toraja

Arabika dan Robusta

Apakah kamu tahu kalau kopi Toraja memiliki dua jenis? Yap, kopi Toraja terbagi menjadi dua jenis, yaitu Toraja Arabika dan Toraja Robusta. Nah, dari kedua jenis tersebut memiliki rasa yang berbeda. Berikut informasinya?

Kopi Toraja Robusta

Jenis yang satu ini memiliki rasa yang lebih pahit daripada kopi jenis arabika. Hal tersebut dikarenakan karena kandungan kafeinnya bisa mencapai dua kali lipat lebih banyak.

Itu sebabnya kopi ini juga mempunyai kandungan antioksidan yang tinggi dan dapat mencegah beberapa penyakit yang serius.

Kopi Toraja Arabika

Nah, kalau yang ini umumnya paling banyak digunakan untuk menanam biji kopi Toraja. Sebab, pengaruh tanah vulkanis pegunungan Sesean serta ketinggian penanamannya sesuai untuk kopi jenis arabika.  

Tekstur dari kopi jenis arabika ini lebih ringan dan juga memiliki tingkat keasaman yang lebih rendah daripada kopi jenis robusta. Itu sebabnya kopi arabika lebih banyak ditanam oleh para petani kopi di Toraja dari dulu hingga sekarang.

Proses Pengolahan Biji Kopi Toraja

Ilustrasi metode pengolahan basah
Credit:(majalah.ottencoffee.co.id)

Sebelum menjadi secangkir kopi yang nikmat, tentunya melewati berbagai proses pengolahan. Kira-kira apa saja ya?

Proses Panen

Penyimpanan
Credit: (IDN Times)

Biasanya, waktu menunggu untuk pemanenan pun berbeda-beda, ada yang 6 bulan hingga 11 bulan tergantung dari jenis kopinya. Buah kopi yang sudah matang sempurna dan berwarna merah tandanya siap untuk dipanen.

Hindari memetik buah kopi berwarna hijau dan merah tua karena dikhawatirkan aroma wanginya mulai memudar.

Proses Penyortiran

Sorting Coffee
Credit: motifcoffee.com

Nah, buah kopi juga harus melewati penyortiran agar dapat membedakan buah kopi yang rusak dan tidak rusak. Biasanya, proses ini menggunakan wadah yang berisi air, kemudian buah kopi dicelupkan ke dalam wadah tersebut. Penyortiran pun dapat diketahui dari buah kopi yang mengambang dan tenggelam.

Pencucian

penyucian biji kopi luwak
Credit: (www.purekopiluwak.com)

Setelah sudah melewati proses sortir, tahap selanjutnya adalah pencucian. Biji kopi akan disimpan di dalam wadah yang besar dan disiram menggunakan air.

Selanjutnya, kopi dicuci sampai bersih agar kulit dan daging yang masih melekat dapat cepat terlepas. Metode pencuciannya terdiri dari dua jenis, yaitu full washed dan semi washed.

Harga Kopi Toraja

Kopi Toraja
Credit: )cafebrick.co.id)

Untuk harganya, tergantung dari jenis biji kopinya dan pilihannya (roasting dan green bean). Untuk biji kopi arabika yang sudah disangrai dengan ukuran 250 gram dihargai Rp50 ribu sampai 70 ribu.

Semantara untuk kemasan 1 kg mencapai Rp150 ribu sampai 200 ribu. Selanjutnya, untuk biji kopi robusta yang telah disangrai dihargai sekitar Rp50-70 ribu untuk kemasan 250 gram.


Nah, itu dia informasi tentang kopi Toraja, dari sejarahnya sampai harga kopi yang dijual. Bisa dibilang, sebagai pecinta kopi ini, kamu perlu mengetahui wawasannya juga ya! Tidak hanya menikmatinya saja.

Selain itu, kamu juga perlu tahu kalau secangkir kopi yang nikmat berasal dari biji kopi yang berkualitas baik. Nah, karena pandemi seperti ini kamu kesulitan untuk membeli biji kopi mentahnya, benar begitu bukan?

Nah, tak perlu khawatir! Kunjungi lakopi.id, perusahaan marketplace yang menjual berbagai macam biji kopi pilihan dengan kualitas yang sangat baik. Untuk transaksinya pun langsung ke para petaninya loh! Tunggu apa lagi? Yuk, kunjungi sekarang juga! Salam Labuhan Kopi.

Suci Risanti Rahmadania
Hidup itu adalah pilihan. Menjadi seorang penulis itu adalah pilihan saya.