Moka Pot Guide: Bagaimana Menyeduh Kopi Menggunakan Moka Pot?

cara pakai moka pot
Photo by Milada Vigerova on Unsplash

Cara Pakai Moka pot – Siapa yang tidak tahu moka pot? Alat brewing kopi dari Italia ini memiliki banyak penggemar karena ikonik, mudah penggunaannya, dan wide ability membuat moka pot dapat digunakan dengan baik dan maksimal untuk berbagai jenis seduhan kopi.

Dilansir melalui majalah.ottencoffee.co.id moka pot memberi hasil lebih pekat dan intens. Hampir seperti espresso atau americano. Walaupun demikian, sebenarnya moka pot termasuk alat brewing yang sangat serbaguna, loh!

Bahkan dengan sedikit kreatifitas dan eksperimen, kamu mungkin dapat explore the specialty coffee menggunakan moka pot, dan bukan tidak mungkin membuat minuman kopi yang tidak kalah enak dengan kedai kopi terkenal.

Penasaran bagaimana penggunaan moka pot yang baik dan benar? Apa saja yang harus diperhatikan?

Yuk kita simak artikel di bawah ini!

kopi tubruk
Photo by Tijana Drndarski on Unsplash

Kenalan dengan Moka Pot!

Dilansir coffeeland.co.id moka pot adalah salah satu alat seduh espresso non machine, dimana bubuk kopi yang ditaruh diantara tabung atas dan tabung bawah, dialirkan oleh air yang mendidih dari bagian bawah ke atas, hasilnya akan menjadi kopi yang strong/kental, karena perbandingan air yang lebih sedikit dari kopi hitam.

Kebanyakan moka pot terbuat dari aluminium atau baja tahan karat, dan terdiri dari tiga bagian: lower chamber , filter basket (tempat meletakkan kopi bubuk), dan upper collection chamber. Moka pot idealnya digunakan pada kompor gas atau induksi.

bagian mok pot
Credit: grosche.ca

Beberapa keuntungan dari menggunakan moka pot yaitu harganya yang ekonomis. Selain itu, moka pot merupakan salah satu alat brewing yang mudah digunakan dan mudah dibersihkan.

Bagaimana Cara Pakai Moka Pot?

Dilansir oleh dailyperfectgrind.com, untuk menyeduh kopi menggunakan moka pot hal yang pertama dilakukan adalah menambahkan air panas ke dalam bottom chamber. Biasanya ada katup pengaman di sekitar tiga perempat bagian atas – tuangkan air ke dalamnya sampai menyentuh bagian bawah katup.

Kemudian yang kedua, isi filter basket dengan bubuk kopi sampai rata. Setelah itu, pasang dengan baik di slot bottom chamber, dan skrup ruang atas ke tempatnya. Ketiga, tempatkan moka pot ke atas kompor.

Saat air dalam bottom chamber mulai mendidih, uap yang dihasilkan akan menciptakan tekanan dan memakasa air naik ke atas melalui filter basket. Pada saat proses ini terjadi akan ada suara gemericik yang disebabkan oleh kantong uap air yang bergerak ke ruang atas (upper chamber).

moka pot
Photo by Charlie Solorzano on Unsplash

Jika kamu mengetahui cara kerja mesin espresso, mungkin kamu akan berfikir cara kerja dari moka pot sama dengan mesin espresso. Bingo! Betul sekali, secara teori, moka pot berfungsi mirip dengan mesin espresso. Keduanya menggunakan tekanan untuk mendorong air panas melalui kopi bubuk.

Perbedaannya, bagaimanapun, adalah moka pot mendorong minuman ke atas, dan tidak menggunakan air bertekanan tinggi untuk mencapai waktu pembuatan yang lebih singkat dari mesin espresso. Artinya, meskipun moka pot tidak menghasilkan espresso, ia tetap menghasilkan kopi yang kaya, berat, dan intens.

Tips Brewing Kopi dengan Moka Pot!

Terlepas dari kemudahan penggunaan moka pot dan kekayaan rasa kopi yang dihasilkan, moka pot memiliki kekurangan, dimana salah satu yang paling sering dikeluhkan adalah karakter kopi yang dihasilkan burnt dan sangat pahit.

brewing moka pot
Photo by Thanos Amoutzias on Unsplash

Dilansir melalui coffeeland.co.id pengekstraksian bubuk kopi pada moka pot bergantung kepada 3 faktor yaitu:

  • Jumlah bubuk kopi yang digunakan
  • Tingkat kerataan kasar-halus bubuk kopi
  • Penekanan bubuk kopi (tamping), apakah dibiarkan saja atau ditekan dengan cara menyekrup bejana bagian atas ke bejana bawah (chamber).

Nadia Bachur, seorang Barista di Greek Coffee Shop di Panama melalui perfectdailygrind.com menyatakan beberapa kesalahan saat menggunakan moka pot diantaranya rasio air yang digunakan, penggunaan air bersuhu ruangan, melakukan tamping pada filter basket dan menyeduh dengan suhu yang tinggi.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa cara kerja moka pot memang ‘mirip’ dengan mesin espresso. Namun tentunya memiliki beberapa perbedaan mendasar. Seperti salah satu kesalahan umum yaitu melakukan tamping. Dalam mesin espresso tamping penting dilakukan, namun untuk moka pot tamping akan menyebabkan chanelling dan under extraction. 

filter basket mok pot
Photo by Elesban Landero on Unsplash

Dilansir melalui coffeelands.co.id semakin halus bubuk kopi dan semakin terpadatkan dengan cara di-tamping, maka dibutuhkan tekanan yang besar untuk dapat menghasilkan ekstraksi yang baik. Dan, untuk dapat mencapai tekanan 9 atm seperti mesin espresso kurang lebih temperatur air harus mencapai 170 sampai 180 derajat.

Tingkat temperatur tersebut tidak dimungkinkan dicapai pada moka pot, selain untuk mencegah hasil kopi yang pahitnya tidak menyenangkan, juga soal keselamatan. Itulah mengapa di moka pot terdapat katup atau valve yang bisa mengontrol tekanan yang membahayakan.

Temperatur yang dicapai moka pot maksimal 110 derajat, maka sangat dianjurkan untuk menggunakan bubuk kopi dalam medium hingga kasar dan tidak di-tamping. Karena, untuk dapat mencapai tekanan yang dibutuhkan untuk mengekstraksi bubuk kopi yang halus, temperatur yang dibutuhkan itu di atas 110 derajat.

Temperatur di bawah 110 derajat itulah yang menyebabkan substansi-substansi yang tak-larut menjadi ikut terekstraksikan sehingga itu meninggalkan rasa pahit yang berlebih, atau kadang sering disebut sebagai burnt.

kopi dari mok pot
Photo by Annie Spratt on Unsplash

Dilansir oleh perfectdailygrind.com, beberapa tips lain dalam menggunakan moka pot diantaranya (secara ideal) menggunakan air panas yang baru mendidih untuk mengisi bottom chamber, hal ini akan mempercepat ekstraksi, mencegah kopi memiliki rasa burnt, dan menjaga hasil ekstraksi memiliki metallic taste.

Setelah persiapan-persiapan tersebut dilakukan, kompor yang digunakan juga harus dalam keadaan medium-low heat. Tidak apa-apa untuk membuka tutup moka pot untuk memeriksa proses yang terjadi. Saat suara gemericik mulai terdengar, kamu boleh langsung mematikan kompor dan menutup moka pot dan diamkan beberapa saat. Kemudian selesai!

kopi
Credit: Emre Gencer (Unsplash)

Bagaimana? Tertarik menggunakan moka pot untuk membuat kopimu? Terlebih dari kekurangan dan kelebihannya, moka pot sudah ada hampir 100 tahun lamanya, loh! Jadi mungkin tidak ada salahnya untuk mencoba!

Membutuhkan biji kopi berkualitas? Kamu bisa cari biji kopi mentah berkualitas dari berbagai daerah di Lakopi Indonesia! Mudah, tidak ribet dan jelas spesifikasinya!

Tunggu apalagi! Ayo kunjungi Lakopi.id dan nikmati kopimu!

Salam, Lakopi Indonesia!