6 Variabel Penting Untuk Menyesuaikan Ekstraksi Espresso Plus Tips!

ekstraksi espresso
Photo by Thom Homles on Unsplash

Ekstraksi espresso menjadi salah satu bahan utama dari banyak sekali menu kopi yang ada di hampir setiap gerai penjual kopi. Mulai dari latte, americano, cappucinno, dan masih banyak lagi, semua merupakan menu kopi berbahan dasar espresso.

Ekstraksi espresso tentunya dibuat menggunakan mesin espresso yang terkenal dengan kecepatannya dalam mengekstraksi bubuk kopi menjadi cairan pahit pekat yang disebut espresso tersebut.

Ekspresso merupakan kunci dari kelezatan dan kenikmatan menu kopi. Dan tentu, dalam aspek coffee shop, menu kopi yang enak akan memberi kepuasan pada pelanggan. Oleh karena itu, kemampuan dalam ekstraksi espresso ini harus baik agar kita tidak menciptakan troubleshooting espresso dan membuat kopi kita tidak lagi bisa dinikmati.

Menyesuaikan ekstraksi espresso untuk menu kopi dan mencoba menciptakan menu baru terkadang akan sedikit sulit dan tricky. Lalu bagaimana sih cara menyesuaikan ekstraksi espresso agar tetap menciptakan kopi yang nikmat?

Well, langsung saja kita bahas lewat artikel di bawah ini!

Kalibrasi espresso
Credit: Lodewijk Hertog (Unsplash)

Variabel yang Mempengaruhi Ektrasksi Espresso

Sebelum lebih dalam membahas penyesuaian ekstraksi espresso dengan menu-menu kopi dan menu baru yang akan kamu buat, ada baiknya kita membahas variabel apa saja sih yang mempengaruhi ‘pentingnya’ ekstraksi espresso ini. Yuk simak!

Variabel #1: Dosis

Dalam dasar ekstraksi espresso, dose atau dosis adalah jumlah bubuk kopi pada portafilter. Dosis ini akan mempengaruhi seberapa kuat ekstraksi yang dihasilkan -dengan kata lain, hal ini terkait dengan total padatan terlarut atau total dissolved solids (TDS) dari bubuk kopi yang pada hasil ekstraksi espresso yang dihasilkan.

Saat mengekstraksi espresso, sebagian besar akan menargetkan TDS pada nilai 7-12%, namun idealnya ekstraksi ini ada di nilai 18-22%. Secara luas ini dianggap sebagai ekstraksi optimal: tingkat ekstraksi tertinggi dimana kopi masih terasa enak.

Dilansir dari majalah.ottencoffee.com untuk espresso double shot, biasanya standar yang digunakan adalah 18-21 gram bubuk kopi. Semakin banyak bubuk kopi yang ditambahkan, maka espresso yang dihasilkan pun semakin kuat baik body dan intensitasnya.

wawasan kopi
Credit: Nathan Dumlao (Unsplash)

Variabel #2: Suhu Air

Seperti yang sudah kita ketahui, beberapa aroma serta cita rasa yang dihasilkan saat ekstraksi kopi akan dihasilkan pada suhu yang berbeda-beda. Tidak terkecuali dengan ekstraksi espresso. Dilansir oleh majalah.ottencoffee.co.id, air bersuhu 90°-96°C umumnya dianggap ideal untuk menyiapkan ekstraksi kopi.

Di beberapa mesin kopi, kita bisa menentukan dan mengendalikan sendiri pengaturan suhu ini. Nah sistem inilah yang sering disebut dengan PID controller. Jika mesin espresso yang kamu miliki memiliki fitur ini, maka kamu bisa bereksperimen sebebasnya dengan berbagai rentang suhu yang disukai.

Penting! Dilansir melalui perfectdailygrind.com ingatlah bahwa tidak semua senyawa diekstraksi dengan kecepatan yang sama. Senyawa yang rasanya asam akan diekstraksi terlebih dahulu, sedangkan yang pahit akan diekstraksi terakhir. Ini memberi kamu ruang untuk mencoba bereksperimen dengan jenis rasa yang kamu inginkan dalam ekstraksimu.

espresso
Photo by Adi Goldstein on Unsplash

Variabel #3: Grind Size

Dilansir oleh perfectdailygrind.com senyawa tidak dapat diekstraksi tanpa kontak antara bubuk kopi kering dan air. Selanjutnya, semakin besar luas permukaan kopi bubuk maka semakin banyak kontak yang terjalin. Dan semakin halus hasil gilingannya, semakin besar luas permukaannya.

Itulah mengapa grind size berpengaruh! Dilansir majalah.ottencoffee.co.id untuk membuat espresso, dibutuhkan level gilingan yang lebih halus dibandingkan dengan metode seduhan kebanyakan.

Grinder
Credit: Kaffee Meister (Unsplash)

Variabel #4: Tekanan dan Pre-Infusion

Tekanan adalah gaya yang diberikan oleh pompa di mesin espresso, mendorong air untuk melewati bubuk kopi. Mayoritas mesin espresso diatur dengan tekanan 9 bar dari pabrik. Namun, bisa disesuaikan dengan keinginan kita sesuai dengan kapasitas mesin espresso tentunya.

Tekanan yang lebih rendah dari biasanya, katakanlah 5–6 bar, akan menghasilkan aliran air yang lebih lembut melewati bubuk kopi dan berpotensi membantu ekstraksi yang lebih merata dan lembut. Perlu diingat juga tekanan ini akan mempengaruhi presentase ekstraksi dalam waktu brewing tertentu.

Mesin Espresso
Credit: Mike Marquez (Unsplash)

Variabel #5: Waktu Ekstraksi

Ingatlah bahwa senyawa tertentu mengekstrak dengan kecepatan berbeda. Waktu kontaklah yang menghasilkan rasa yang seimbang dan kompleks itu. Untuk keasaman yang lebih tinggi, pilih waktu ekstraksi yang lebih cepat. Untuk meningkatkan rasa manis, coba lakukan dengan waktu lebih lambat. Ingatlah juga bahwa waktu ideal juga akan bergantung pada variabel Anda yang lain.

Selain itu, waktu ekstraksi juga tentunya disesuaikan dengan variabel yang lain. Beberapa mengatakan 15-45 detik adalah waktu yang pas. Sebagian juga mengatakan 15-30 detik sudah cukup untuk ekstraksi espresso.

acidity
Photo by Nathan Mullet on Unsplash

Variabel #6: Kualitas Air

Dilansir perfectdailygrind.com kualitas air tidak hanya memengaruhi umur mesin espresso, tetapi juga rasa minuman. Jumlah magnesium dan kalsium dalam air dapat memperlambat atau mempercepat ekstraksi. Filtered water sering menjadi solusi untuk ini. Setidaknya, kita harus tahu kualitas dan kandungan air yang digunakan untuk menyeduh.

Menurut situs majalah.ottencoffee.co.id ada banyak water test kits yang kini dijual di toko-toko hardware. Dan sekiranya itu masih belum lengkap, buku panduan tentang standar kualitas air yang dirilis oleh SCAA pun bisa dijadikan panduan.

water in espresso machine
Photo by Krisrs Luhaers on Unsplash

Bagaimana Membuat Resep Ekstrasi Espresso Baru?

Peter Garcia, Managing Director of VA Machinery melalui perfectdailygrind.com menjelaskan bahwa untuk memulai menu kopi baru, selalu baik untuk dimulai dengan resep dasar yang mudah yaitu 18 gram bubuk kopi, ekstraksi 36 gram, tekanan 9 bar, dan waktu ekstraksi 30 detik. Ini bisa dijadikan titik awal.

Selain itu, alangkah baiknya jika kamu mengetahui jenis kopi yang kamu ekstraksi. Biasanya roaster atau barista mengetahui aturan-aturan untuk setiap variabel yang mempengaruhi ekstraksi espresso untuk menghasilkan ekstraksi yang maksimal/ terbaik dari jenis biji kopi yang digunakan.

Setelah mendapatkan titik awal, sekarang saatnya untuk mulai bereksperimen. Namun, pastikan untuk melakukannya dengan cara yang logis dan terkendali, atau akan membutuhkan waktu lebih lama untuk menemukan resep yang ideal. Dan tentunya semakin lama maka semakin banyak waktu dan kopi yang terbuang.

Peter juga mengatakan untuk terus ‘mencicipi’ hasil ekstraksi, rasakan dan ganti variabel nya jika dirasa belum sesuai yang kamu inginkan. Jika ekstraksimu sour dan under-extracted kamu dapat mengurangi dose dengan yield yang sama, atau kamu dapat menambah yield dengan dose yang sama.

Terus bereksperimen dan mencoba sampai kamu menemukan cita rasa yang kamu inginkan untuk menu kopi barumu!

Ilustrasi showscreen
Credit: Matt Hoffman (Unsplash)

Menu kopi berbahan dasar espresso memang sudah tidak diragukan lagi cita rasanya! Tentu hal tersebut tidak terlepas dari hasil ekstraksi espresso yang baik!

Untuk mendapatkan kopi yang nikmat, jangan lupa untuk memilih biji kopi yang berkualitas! Kamu bisa kunjungi Lakopi.id untuk memilih biji kopi berkualitas sesuai yang kamu inginkan dengan lebih praktis!

Happy brewing!

Salam, Lakopi Indonesia.