Intip Yuk, Fakta Kopi Luwak: Sejarah Sampai Proses Pembuatannya!

Fakta kopi luwak
Credit: cibetková káva (www.vitalia.cz)

Fakta Kopi Luwak – Siapa sih yang tak mengenal kopi yang satu ini? Ya, Kopi luwak merupakan salah satu kopi termahal di dunia. Kopi ini berasal dari biji kopi yang dipilah dari kotoran luwak, hewan sejenis musang.

Selain itu, kopi luwak juga memiliki cita rasa yang khas, unik, dan memiliki rasa yang lebih halus dari kopi pada umumnya. Hal ini diduga karena disebabkan proses fermentasi dalam perut luwak.

Tak hanya itu saja, Kopi luwak juga memiliki nilai eksotis dan ketersediaannya pun terbilang cukup langka. Tidak semua orang dapat mengapresiasi minuman ini karena banyak yang merasa jijik dengan bahan dasar yang berasal dari kotoran hewan luwak. Itu sebabnya, kopi ini dijuluki dengan istilah yang digunakan oleh media US, yaitu ‘Cat Poop Coffee’.

Nah, sebelum kita masuk ke dalam proses pembuatan kopi luwak, ada baiknya mengenal sejarahnya kopi luwak. Kira-kira bagaimana ya sejarahnya? Merangkum dari berbagai sumber, simak artikel ini ya!

Fakta Kopi Luwak #1: Sejarah Kopi Luwak

Kopi Luwak
Credit: (www.viator.com)

Bisa dibilang, kopi luwak memiliki kaitan erat dengan sejarah pembudidayaan tanaman kopi di negara Indonesia. Awalnya, pada abad ke-18, negara Belanda membuka lahan perkebunan tanaman komersial di Hindia-Belanda, terutama di pulau Jawa dan Sumatra. Nah, salah satu perkebunannya adalah perkebunan kopi Arabika, bibit yang didatangkan dari Yaman.

Pada zaman adanya sistem “Tanam Paksa” atau disebut Cultuurstelsel tahun 1830-1870, Belanda melarang pekerja pribumi untuk memetik buah kopi sebagai konsumsi pribadi.

Setelah itu, para pekerja perkebunan menemukan hewan sejenis musang yang suka memakan buah kopi, tetapi hanya daging buahnya saja yang dicerna, kulit dan biji kopinya masih utuh dan tidak tercerna.

Akhirnya, biji-biji kopi dalam kotoran hewan ini dipungut, dicuci, disangrai, ditumbuk, serta diseduh menggunakan air panas, dan terciptalah kopi luwak. Kopi luwak memiliki kenikmatan dan aroma khas yang pada akhirnya terdengar oleh warga Belanda pemilik perkebunan, dan kopi ini juga menjadi kopi favoritnya orang kaya Belanda.

Tak hanya itu, kopi ini termasuk kopi yang langka serta proses pembuatan yang  tidak lazim, membuat harganya sangat mahal sejak zaman kolonial Belanda.

Fakta Kopi Luwak #2: Proses Pembuatan Kopi Luwak

Ilustrasi pengolahan biji kopi
Credit: Rodrigo Flores (Unsplash)

Setelah kita tahu sejarah tentang kopi luwak, yuk! Intip Proses pembuatan kopi luwak, dari pemberian makan buah kopi kepada luwak hingga pengemasan biji kopi luwak. Berikut penjelasannya:

Pemberian kopi sebagai pakan luwak

Ilustrasi memberi pakan luwak
Credit: (www.intrepidtravel.com)

Menggunakan hewan luwak untuk memproduksi kopi luwak harus memperhatikan berbagai syarat Kesejahteraan Hewan dalam pemanfaatan hewan tersebut, yaitu tidak memanfaatkan di luar kemampuan kodrat hewan yang dapat berpengaruh terhadap kesehatannya, keselamatannya, bahkan menyebabkan kematian hewan luwak.

Untuk itu, dalam proses pemberian kopi sebagai pakan luwak harus memperhatikan berbagai syarat. Luwak diberikan makan sesuai jadwal, yaitu pagi hari sekitar pukul enam pagi dan sore hari sekitar pukul lima sore. Kebutuhan pakan per hari harus sebanyak 20% dari berat badan luwak.

Pemberian buah kopi diberikan paling banyak tiga kali dalam seminggu, kemudian suplemen diberikan seminggu sekali atau sesuai kebutuhan saja. Nah, faktor terpenting dalam pemberian pakan kepada luwak, yaitu kesegaran pakan yang diberikan, alias tidak busuk atau rusak.

Luwak menyukai rasa manis dari buah kopi yang benar-benar sudah matang. Biji kopi yang tertelan akan mengalami proses fermentasi di dalam lambung hewan luwak ini, kemudian akan dikeluarkan bersama dengan kotorannya.

Pengumpulan biji kopi dari feses hewan luwak

Pengumpulan biji dari feses luwak
Credit: (www.intrepidtravel.com)

Proses panen atau pengumpulan biji kopi luwak harus segera dilakukan setelah kotoran dikeluarkan oleh luwak. Sebab, hal ini bertujuan untuk menghindari adanya fermentasi oleh bakteri, pertumbuhan jamur, dan organisme lainnya yang menyebabkan biji kopi rusak dan tidak bisa diolah.

Pencucian biji kopi luwak

penyucian biji kopi luwak
Credit: (www.purekopiluwak.com)

Selanjutnya, biji kopi yang sudah dipanen akan dicuci secara manual atau menggunakan alat vertical washer, dengan air yang mengalir. Pencucian biji kopi merupakan titik kritis dalam pengolahan kopi luwak yang dikarenakan hal ini terkait dengan kehalalan dan keamanan pangan. Proses pencucian harus dilakukan sampai biji kopi luwak berwarna putih bersih dan kesat.

Pengeringan biji kopi luwak

pengeringan biji kopi
Credit: Alexander Schimmeck (Unsplash)

Nah, pada tahap pengeringan dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu:

  1. Pertama, biji kopi luwak yang telah dicuci, dikeringkan sampai kadar airnya sekitar 12%.
  2. Kedua, biji kopi luwak yang sudah dikeringkan sampai kadar airnya 25-30%, akan dikupas kulit tanduknya menjadi green bean luwak. Pengupasan dilakukan dengan cara manual atau menggunakan mesin huller. Pengeringan dilakukan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari dan dianginkan atau menggunakan oven.

Pengeringan alami menggunakan sinar matahari membutuhkan waktu selama kurang lebih 18 jam. Waktu penjemuran yang bagus dilakukan dimulai dari jam 10 pagi hingga jam 4 sore tergantung pada kondisi cuaca.

Pengeringan dengan sinar matahari untuk biji kopi yang masih ada kulit tanduk, dilakukan pada tempat yang kering dan bersih dengan ketebalan tumpukan kopi, yaitu 2-3 cm.

Pengeringan mekanis biji kopi luwak menggunakan oven harus dengan suhu sekitar 40°C. Namun jika suhu melebihi atau terlalu tinggi, dapat merusak rasa maupun aroma dari kopi luwak.

Tak hanya itu saja, proses pengeringan biji kopi luwak harus dibolak-balik agar keringnya merata sampai kadar airnya sekitar 12%, baik itu pengeringan menggunakan cara yang alami maupun mekanis.

Sortasi green bean luwak

Sortasi biji kopi luwak
Credit: (https://thequeenbean.blog/)

Proses ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran yang berupa batu, gumpalan tanah, benda asing, dan lainnya, serta memisahkan biji kopi luwak mentah yang rusak atau cacat.

Sortasi dilakukan secara manual, yang kemudian dilakukan pengkelasan biji kopi luwak sesuai SNI Biji Kopi No. 01-2907-2008 atau standar nasional.

Penyimpanan green bean luwak

penyimpanan biji kopi luwak
Credit: dghchocolatier (pixebay.com)

Penyimpanan biji kopi luwak mentah dilakukan supaya mutu dari biji kopi tetap terjaga dan bagus. Selain itu, penyimpanan biji kopi luwak juga harus dipenuhi beberapa syarat, yaitu:

  1.   Kadar air yang terkandung dalam biji kopi luwak sekitar 12%
  2.   Suhu yang bagus untuk menyimpan biji kopi luwak, yaitu 10-28°C dengan kelembapan udara 52-75%.
  3.   Ruang penyimpanan harus mempunyai sirkulasi udara yang bagus dan baik.
  4.   Tumpukan kemasan biji kopi luwak mentah diatur di atas landasan kayu (pallet).
  5.   Jarak antara tumpukan dengan dinding harus sekitar 50 cm, untuk memudahkan pengawasan.
  6.   Penyimpanan biji kopi harus diawasi kadar airnya kurang lebih setiap 15 hari sekali. Hal ini bertujuan untuk mengendalikan umur simpan sampai 12 bulan.
  7.   Penyimpanan biji kopi luwak mentah yang belum kering selama lebih dari 12 jam harus dipisahkan dan dihindari, karena dapat rusak akibat jamur.

Penyangraian green bean luwak

roasting kopi
Credit: Battlecreek Coffee Roasters (Unsplash)

Proses penyangraian green bean luwak dapat dilakukan dengan cara manual, yaitu dengan penggorengan serta alat penyangrai (roaster) sampai mencapai tingkat kematangan yang sempurna.

Penyangraian dilakukan pada suhu 150-200°C selama kurang lebih 10-15 menit. Green bean luwak yang sudah disangrai akan didinginkan dan siap untuk dikemas atau diolah lebih lanjut.

Pembubukan atau pengemasan kopi luwak

penyimpanan biji kopi mentah luwak
Credit: (www.kopitemanggung.co.id)

Terakhir, proses pembubukan dapat dilakukan dengan cara manual menggunakan alat penumbuk tradisional yang disebut lesung, atau alat modern.

Setelah itu, biji kopi luwak sangrai dan bubuk kopi luwak dikemas dalam aluminium foil yang divakum agar dapat menjaga kesegaran kopi, baik dari kualitasnya maupun aromanya.


Nah, itu dia sejarah dan proses pengolahan biji kopi luwak, mulai dari memberi pakan kepada hewan luwak sampai pengemasan biji kopi luwak. Selain itu, perlu juga kamu tahu untuk menyajikan minuman kopi yang nikmat, tentunya berasal dari biji kopi mentah yang berkualitas.

Penasaran bagaimana biji kopi mentah itu? Tak perlu khawatir! Kamu bisa kunjungi lakopi.id, perusahaan marketplace yang menyediakan beraneka macam biji kopi mentah yang berkualitas, bahkan dipetik langsung oleh para petani. Wah bikin penasaran banget sih! Yuk Intip lakopi.id sekarang. Salam Labuhan Kopi!

Suci Risanti Rahmadania
Hidup itu adalah pilihan. Menjadi seorang penulis itu adalah pilihan saya.