Identifikasi Kopi Lampung, Warisannya Budaya Indonesia!

Kopi Lampung
Credit: lazada.co.id

Kopi Lampung – Secangkir kopi bukanlah lagi sebatas minuman yang nikmat, tetapi juga sudah masuk bagian dari kehidupan masyarakat di Dunia, termasuk di negara Indonesia sendiri.

Beragam jenis kopi yang ada di negara Indonesia, memiliki cita rasa dan aroma yang khas sesuai dari wilayahnya.  Nah, bagi kamu para pecinta kopi, adakah yang pernah mendengar tentang kopi Lampung?

Yap, kopi ini merupakan salah satu kopi terbaik di Indonesia. Bisa dibilang, Provinsi Lampung ini merupakan tempat penghasil kopi jenis robusta terbesar dikala ini, bahkan menjadi komoditas ekspor ke luar negeri.

Selain itu, kopi Lampung ini ditanam dan dibudidayakan pada ketinggian 800 meter di atas permukaan laut yang didukung oleh cuaca serta tanah yang sangat subur.

Nah, selain itu apalagi ya informasi mengenai kopi Lampung ini? Penasaran kan? Yuk, simak artikel ini sampai selesai ya!

Sejarah Kopi Lampung

Kopi Robusta
Credit: 8villages.com

Pada awalnya, kopi Lampung sudah terkenal sejak zaman Hindia-Belanda. Di masa itu, pemerintah Hindia-Belanda baru tahap awal untuk melakukan penelitian kopi yang ditanam di pulau Jawa di daerah Kedaung.

Akan tetapi, pada tahun 1696, hasil dari penanamannya pun tidak memuaskan karena ketinggian dan tempatnya tidak memenuhi syarat. 

Setelah itu, percobaan penanaman kopi ini dipindahkan ke Malabar, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dan hasilnya pun sangat baik karena ketinggian serta iklimnya memenuhi syarat.

Nah, hasil pembibitan ini kemudian disebar ke berbagai wilayah, termasuk wilayah Lampung.Pada saat itu, Belanda melihat Lampung sebagai penghasil lada dan kopi yang luar biasa.

Pada saat itu juga, kopi menjadi komoditas nomor dua setelah lada. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa wilayah Lampung sebagai penghasil tertinggi di seluruh kawasan Hindia Belanda.

Awalnya, pemerintahan Belanda mencoba menanam kopi jenis arabika di Lampung. Namun, pada perkembangan selanjutnya, Belanda pun menanam kopi dengan berbagai jenis varian.

Belanda juga mendapat bibit kopi robusta dari Kongo pada tahun 1898 dan penanamannya pun berhasil karena memiliki iklim tropis yang bagus untuk kopi robusta.

Tak hanya itu saja, kopi Lampung ini ditanam pada ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut, khususnya di wilayah dataran tinggi dan pegunungan di Lampung Barat.

Karakteristik Kopi Lampung

Cita Rasa dan Aroma dari Kopi Java Preanger
Credit: infokopi.com

Bisa dibilang, kopi ini memiliki aroma seperti cokelat dan rempah-rempah, karena ditanam berdampingan dengan tanaman rempah-rempah.

Selain itu, kopi robusta ini memiliki tingkat keasaman yang cukup ideal dan aman untuk dikonsumsi. Kalau soal rasanya, kopi robusta jauh lebih pahit daripada kopi arabika.

Namun, keunikan rasanya membuat para pecinta kopi jatuh cinta dengan kopi Lampung ini.

Proses Pengolahan Kopi Lampung

Ilustrasi metode pengolahan basah
Credit:(majalah.ottencoffee.co.id)

Nah, seperti yang sudah dikatakan di atas bahwa provinsi Lampung dikenal sebagai penghasil kopi robusta dengan kualitas yang sangat baik. Terlebih, banyak sekali masyarakat luar negeri yang menikmati kopi Lampung.

Di wilayah perkotaan, mungkin popularitas kopi robusta ini masih kalah saing dengan kopi jenis arabika yang asalnya dari Aceh atau Sumatera Utara. Meskipun rasa yang dihasilkan pun sangat nikmat dan khas.

Proses pengolahan kopi Lampung jenis robusta ini, Lakopi menjelaskan dengan metode semi-wash. Namun, tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan metode lainnya selain semi-wash. Banyak petani yang juga menggunakan metode lain, seperti natural proses, honey proses, dan lainnya. Kira-kira bagaimana ya metode semi-wash? Merangkum dari berbagai sumber. Berikut Penjelasannya:

Panen

Ilustrasi pengolahan biji kopi
Credit: Rodrigo Flores (Unsplash)

Saat panen dilakukan, para petani hanya memetik buah yang sudah merah dan matang dengan sempurna.

Penyortiran

Sorting Coffee
Credit: motifcoffee.com

Buah kopi yang sudah dipetik akan melewati proses penyortiran untuk menghindari kerusakan yang terjadi akibat hama ataupun lainnya. Buah kopi akan dikupas dengan mesin penggiling atau pulper.

Pencucian

Pencucian buah kopi
Credit: endeus.tv

Setelah sudah, buah kopi akan disortir kembali untuk melihat biji kopi mana yang sudah terlepas dari kulitnya. Lalu, cucilah biji kopi dengan air yang mengalir. Pastikan biji kopi benar-benar sudah terlepas dari kulitnya. 

Fermentasi dan penjemuran

Ilustrasi biji gagal difermentasi
Credit: (Gordi.id)

Biji kopi yang sudah dicuci akan disimpan dalam karung agar terfermentasi. Apa sih itu proses fermentasi? Secara sederhana fermentasi merupakan proses yang menghasilkan reaksi kimia yang melibatkan mikroorganisme lain untuk membantu proses penguraian kopi dan menghasilkan hal yang berbeda.

Mikroorganisme pada proses fermentasi ini membantu berkembangnya kopi dengan mengeluarkan banyak zat, enzim, mungkin juga gula dan banyak lagi. Biasanya, proses ini dilakukan selama 12-36 jam.

Penjemuran

Pengeringan biji kopi
Credit:(aerikuriyansyah-ringkasantphp9.blogspot.com)

Setelah itu, biji kopi akan dijemur di bawah sinar matahari. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan secangkir kopi robusta yang gurih saat disruput. Proses ini dapat dikatakan sebagai proses tradisional yang mengandalkan sinar matahari langsung.

Umumnya, proses pengeringan ini sering dilakukan oleh petani di Indonesia. Caranya  pun cukup mudah, yaitu meletakkan kopi yang sedang diproses di atas wadah berjaring dan dijemur langsung menghadap sinar matahari. 

Selain itu, proses pengeringan ini membutuhkan waktu hampir 2 minggu tergantung cuaca. Supaya hasil pengeringan kopi ini terbilang maksimal, kopi yang dijemur harus dibolak-balik dan diratakan tiap sisinya dengan mengganti posisi sebarnya setiap 2-3 jam sekali.

Sangrai

Roasting
Credit: Battlecreek Coffee Roasters (Unsplash)

Terakhir, biji kopi akan melalui proses penyangraian sebelum dikemas. Umumnya, proses sangrai untuk kopi ini menggunakan panas yang sedang agar mendapat matang yang sempurna serta meningkatkan cita rasa kopi robusta.

Namun, jika kamu menyangrai dengan panas yang tinggi untuk mengejar target konsumen, maka hal tersebut dapat menghilangkan cita rasa yang khas dari kopi Lampung jenis robusta ini. Oleh karena itu, proses penyangraian harus dilakukan dengan ketelitian.

Berapa Harga Kopi Robusta Lampung Ini?

Proses Pengolahan Kopi Flores Bajawa
Credit: thestuffofsuccess.com

Untuk harganya green bean-nya, lakopi.id memberikan harga yang istimewa, yakni Rp50 ribu sampai Rp60 ribu


Nah, itu dia berbagai informasi dari kopi Lampung. Dapat dikatakan bahwa selain menikmati kopi ini, kamu juga perlu mengetahui wawasan seputar kopinya.

Ilmu dapat, rasa yang nikmat pun juga kamu dapatkan. Selain itu, jangan lupa kalau minuman secangkir yang nikmat itu berasal dari biji kopi yang berkualitas baik.

Akan tetapi, karena pandemi virus corona, kamu jadi sulit untuk menemukan kopi mentah karena harus mengikuti aturan PSBB, benar begitu bukan?

Nah, tak perlu khawatir! Kunjungi saja lakopi.id, perusahaan marketplace yang menyediakan berbagai macam biji kopi mentah pilihan dengan kualitas yang sangat baik, tentunya dipetik langsung oleh para petani.

Untuk transaksi atau trade-nya langsung oleh para petaninya loh! Jadi, tunggu apalagi? Kunjungi lakopi.id sekarang juga, yuk! Salam Labuhan Kopi.

Suci Risanti Rahmadania
Hidup itu adalah pilihan. Menjadi seorang penulis itu adalah pilihan saya.