6 Ilmu Dasar Brewing Kopi yang Perlu Kamu Ketahui!

ilmu dasar brewing kopi
Photo by Jannis Brandt on Unsplash

Ilmu Dasar Brewing Kopi – Brewing kopi merupakan salah satu kemampuan yang akan sangat menguntungkan bagi kita –coffee drinker, jika kita biasa menguasainya dengan baik. Memiliki kemampuan brewing kopi akan memudahkan kita mendapatkan kopi sesuai dengan selera kita.

Jika kamu ingin membuat kopi yang lebih baik, lebih nikmat, tentunya menguasai ilmu dasar brewing kopi menjadi salah satu yang harus kamu perhatikan. Elemen-elemen yang mempengaruhi hasil ekstraksi dari brewing kopi seperti suhu, grind size, dan lain-lain akan lebih mudah kamu sesuaikan jika sudah memahami ilmu dasarnya.

Ada yang mengatakan bahwa brewing kopi adalah sains. Sulit, tapi jika kamu sudah menguasainya akan mempermudah keinginanmu untuk mendapatkan secangkir kopi yang nikmat.

Kira-kira apa saja ilmu dasar brewing kopi yang perlu kamu tahu? Lakopi akan merangkumnya untukmu lewat artikel di bawah ini, yuk simak!

hasil ekstraksi drip coffee
Photo by Jim Kalligas on Unsplash

Hal Penting dari Ilmu Dasar Brewing Kopi

Sebelum membahas ilmu dasar brewing kopi, ada satu peraturan yang perlu diperhatikan dalam proses ini. Apakah satu peraturan itu? Ekstraksi. 

Yap! Dari sekian banyak elemen yang perlu diperhatikan dalam brewing kopi semua terangkum dalam ekstraksi tentunya. Proses brewing kopi adalah proses dimana kita mengekstrak senyawa yang ada dalam kopi. Dengan mengontrol metode brewing kopi yang kita gunakan sama dengan mengontrol tingkat ekstraksi. Hal ini penting karena tidak semua senyawa yang terkandung dalam kopi diekstraksi pada kecepatan atau titik yang sama.

Sederhananya seperti ini: Pada saat proses brewing kopi dilakukan, komponen/ senyawa yang bertanggung jawab akan rasa fruity dan keasaman terekstraksi. Selanjutnya baru muncul rasa manis, dan terakhir muncul rasa pahit. Dengan kata lain, jika kopi kita terlalu sour/ hambar adalah karena under-extracted dan jika terlalu bitter/ pahit adalah karena over-extracted.

Tapi bagaimana jika kopi kita terasa manis, balance, complex namun tetap nikmat? Yap! Itu adalah brewing perfection. Ekstraksi yang seimbang. Inilah satu peraturan penting dalam brewing kopi.

ilustrasi kopi hitam tradisional
Photo by Rene Porter on Unsplash

Ilmu Dasar Brewing Kopi #1: Contact Time.

Waktu kontak atau waktu brewing mengacu kepada jumlah waktu yang dihabiskan bubuk kopi di dalam air. Kelihatan sederhana, namun ini adalah parameter terpenting selain grind size.

Semakin lama waktu kontak maka akan semakin banyak ekstraksi yang berlangsung (dengan catatan semua variabel lain tetap sama). Dengan immersion-based brewing akan sangat mudah mengontrol waktu kontak. Tapi lain halnya dengan filter atau pour over brewing saat kopi dengan perlahan terekstraksi, maka akan ada faktor lain yang mempengaruhi.

Jadi, jika kamu ingin cita rasa yang lebih pahit, kamu bisa menambah waktu brewing kopimu. Jika ingin lebih fruity, kamu bisa mengurangi waktu brewing sehingga rasa buah tidak mendominasi cita rasa kopi -tentu saja tetap harus seimbang.

Salah satu cara untuk belajar tentang waktu kontak/ waktu brewing kopi adalah dengan mencoba dan bereksperimen dengan Clever atau AeroPress. Jangan lupa untuk elemen lain seperti grind size, suhu dan jenis kopi tetap sama, catat waktunya, dan rasakan perbedaannya dengan membedakan waktu kontak/ brewing time.

hasil ekstraksi drip coffee
Photo by Avery Evans on Unsplash

Ilmu Dasar Brewing Kopi #2: Grind Size.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa selain waktu kontak, grind size menjadi parameter terpenting berikutnya. Grind size adalah tentang luas permukaan dari bubuk kopi dalam proses brewing ini. Semakin kasar grind size maka akan semakin kecil luas permukaan yang dilewati air dalam proses brewing.

Kontak antara air dan grind size ini tentu penting, utamanya penting karena kelarutan. Grind size lebih halus/ fine grind akan membuat ekstraksi lebih efisien. Penting diingat! Kamu harus menggunakan grind size yang sesuai untuk metode brewing yang akan kamu gunakan.

Mengapa grind size sangat penting dalam proses brewing kopi? Tenang! Lakopi sudah merangkumnya untuk kamu! Klik untuk tahu lebih lanjut tentang peran grind size dalam proses brewing kopi!

Ilustrasi Melitta oxygen bleached
Credit: dailycoffeenews.com

Ilmu Dasar Brewing Kopi #3: Suhu.

Suhu menjadi ilmu dasar yang harus dipelajari selanjutnya. Well, tetap parameter paling penting adalah waktu brewing dan grind size, namun mengetahui suhu yang baik untuk brewing akan membuat kopimu lebih nikmat -tentunya. Dilansir oleh perfectdailygrind.com “the higher temperature the faster the extraction” yang berarti semakin tinggi suhu maka semakin cepat ekstraksi berlangsung.

Dapat dengan sederhana dijelaskan bahwa jika kopimu terasa terlalu pahit tapi kamu tetap tidak ingin mengubah waktu brewing dan grind size, kamu bisa mengurangi suhu untuk mengurangi rasa pahit. Jika terlalu sour maka kamu bisa meningkatkan suhunya.

SCA merekomendasikan penggunaan suhu air antara 90ºC dan 96ºC untuk menyeduh / Untuk mengevaluasi kopi, dikatakan bahwa variasi suhu yang baik: 71ºC adalah yang terbaik untuk initial sip; 60–71ºC untuk keasaman, body, dan keseimbangan; 38ºC untuk rasa manis, uniformity, dan cleanness.

Chemex
Credit:downshiftology.com

Ilmu Dasar Brewing Kopi #4: Agitasi/ Turbulance.

Dilansir oleh majalah.ottencoffe.co.id agitasi adalah “adukan” atau gerakan turbulensi ringan yang terjadi pada bubuk-bubuk kopi saat penyeduhan. Proses pengadukan ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, baik dengan memakai alat seperti stirrer, maupun tidak.

Agitasi memungkinkan setiap bubuk kopi yang mungkin terlewat untuk diekstraksi akan diekstraksi karena gerakan bergolak tadi. Pada akhirnya konsepsi ini dianggap –setidaknya mampu memberikan lebih banyak hasil ekstraksi yang baik/ seimbang. Selain itu perfectdailygrind.com juga menyebutkan bahwa agitasi dapat meningkatkan konsistensi dan membuat ekstraksi lebih efisien.

the bloom
Photo by Devin Avery on Unsplash

Ilmu Dasar Brewing Kopi #5: Jenis Roasting.

Mungkin sebagian dari kalian sudah mengetahui bahwa terdapat banyak macam level roasting kopi. Ada light roast dan dark roast secara umum, kemudian ada medium roast -yang paling sering digunakan.

Dark roast biasanya akan lebih pahit dan light roast sebaliknya, oleh karena itu jika proses brewing berlangsung tanpa mempertimbangkannya maka bisa saja kamu mendapatkan secangkir kopi yang tidak bisa kamu minum. Klik light roast vs dark roast untuk mengetahui lebih banyak tentang level roasting yang kamu gunakan!

dark roast
Photo by Nathan Dumlao on Unsplash

Ilmu Dasar Brewing Kopi #6: Filter.

Tidak semua metode brewing kopi menggunakan filter, tapi jika kamu memutuskan menggunakan metode dengan filter ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan. Filter dapat menahan partikel kopi yang sangat halus adalah ide yang bagus untuk menghindari rasa pahit. Di sisi lain, filter yang terlalu halus akan meningkatkan waktu kontak (aliran minuman juga akan diperlambat).

Tahukah kamu? Filter kertas akan menangkap banyak minyak dalam kopi dan dapat berdampak pada body ekstraksi atau mouthfeel. Jadi, jika kamu menginginkan ekstraksi dengan lebih banyak body, pilih filter logam.

Ilustrasi Melitta Unbleached Natural
Credit: perfectdailygrind.com

Dari elemen-elemen yang disampaikan diatas, jangan lupakan satu yang (sebenarnya) paling penting dalam menciptakan cita rasa kopimu. Yap! Biji kopi yang kamu gunakan. 

Tidak semua biji kopi sama, ada yang memiliki cita rasa lebih manis, lebih fruity dll. Hal yang perlu kamu ketahui sebelum membeli biji kopi adalah karakteristiknya! Jika kamu ingin mendapatkan biji kopi mentah dengan lebih mudah dan praktis, jangan lupa kunjungi Lakopi.id! Lakopi akan menyediakan biji kopi mentah sesuai kebutuhanmu!

Happy brewing!

Salam, Lakopi Indonesia.