Kenali Jenis-jenis Roasting Kopi

Jenis roasting kopi

Tahukah kamu? Biji kopi yang dipanen tidak dapat langsung dinikmati, tetapi justru harus melewati berbagai tahapan yang salah satunya dinamakan tahapan menyangrai kopi atau yang dikenal dengan roasting kopi.

Roasting adalah istilah modern dari proses penyangraian biji kopi yang sudah dipilih hingga matang. Ketika selesai me-roasting kopi, kamu akan mendapatkan hasil biji kopi yang rasa dan aromanya menguar.

Nah, mengenai proses ini sendiri, ada berbagai macam jenis roasting dari permainan suhu dan juga waktu. Setiap variasi tersebut juga memiliki peranan dalam menentukan cita rasa yang akan muncul.

Maka itu, mari kita simak apa saja jenis-jenis roasting kopi dan pengaruhnya pada cita rasa kopi itu sendiri.

Light Roast

Untuk tingkatan ini, kopi akan di-roast dengan temperatur yang rendah dan dalam kurun waktu yang cepat. Hasil dari light roast yaitu biji kopi yang bebas minyak dan memiliki tekstur seperti teh.

Medium Roast

Tingkat roasting kopi ini berada di antara “light” dan “dark”. Pengaruh kopi yang dihasilkan sedikit seperti teh, namun lebih intens. Dengan kadar minyak yang tidak banyak, biji kopi hasil medium roast ini banyak digemari oleh pecinta kopi.

Medium-to-dark Roast

Adapun hasil roasting kopi pada tingkat ini akan memberi pengaruh yang lebih heavy ketimbang “light” dan “medium”. Biji kopinya pun cenderung lebih berminyak yang membuat hasil seduhannya menimbulkan rasa pahit-manis.

Dark Roast

Pada level ini biji kopi melalui waktu pemanggangan yang cukup lama. Oleh sebab itu, pada biji kopi yang dark akan memberi pengaruh biji kopi yang sangat berminyak. Karena aroma yang keluar tidak lain hanya gosong yang pahit. Biasanya kopi ini cocok untuk ditambah dengan susu ataupun gula.


Selain empat tingkatan di atas, jenis roasting kopi juga bisa dikategorisasikan menurut suhunya. Berikut adalah 10 level dari roasting kopi beserta warna yang akan dihasilkannya.

Straw Roast

Ini merupakan tahap awal sejak dimulainya roasting biji kopi. Di level ini juga biji kopi belum adanya wangi apapun, selain warnanya dan bentuknya sudah sedikit perubahan. Maka itu, diharapkan untuk tidak mengonsumsi kopi dari tahap ini.

Cinnamon Roast

Ini merupakan level hasil roasting yang paling diminati orang Amerika. Walaupun sudah bisa dinikmati, namun rasanya masih belum terlalu nendang dan memiliki rasa asam yang tinggi.

New England Roast

Pada level ini, warna biji kopinya sama dengan hasil dari tingkat light roast di atas. Dengan warna yang sudah lebih gelap, namun rasanya masih didominasi dengan asam. Kamu bisa mengetahui roastingan ini yaitu saat mendengar suara letupan yang dinamakan first crack.

American Roast

American Roast berada di satu level di atas New England Roast. Maka itu tidak heran jika warnanya hampir sama. Berbeda dengan New England Roast yang langsung berhenti proses penyangraiannya setelah first crack, American Roast tetap berlanjut prosesnya. Pengaruhnya yaitu rasa asam dan pahit dari biji kopinya lebih seimbang.

City Roast

Pada level City Roast, hasil biji kopi yang dihasilkan jauh lebih gelap dari American Roast. Dengan rasa yang sama, City Roast memberi sensasi yang lebih lembut ketika diminum. Proses roasting biji kopinya tetap berlanjut sampai beberapa kali first crack.

Full City Roast

Teknik Full City Roast menghasilkan biji kopi yang lebih gelap dari City Roast dan sedikit berminyak. Selain rasa yang seimbang dari biji kopi, tapi juga ada rasa manis. Proses roasting biji kopinya akan terhenti ketika terdengar second crack.

Vienna Roast

Dipanggang dengan suhu 226-229 celcius, warna biji kopi yang dihasilkan adalah coklat tua. Prosesnya terhenti ketika beberapa menit setelah terdengar second crack. Rasa yang dihasilkan oleh biji kopi ini cenderung menjadi lebih pahit, dan asamnya berkurang. Oleh karena itu, biji kopi ini sangat cocok dibuat menjadi espresso.

French Roast

Proses roasting dengan French Roast terhenti ketika second crack-nya juga berhenti. Hasil biji kopi yang dihasilkan sudah mulai kehitaman yang juga berminyak. Rasanya juga lebih dominan di rasa pahit, sehingga biji kopinya juga cocok dicampur pada espresso.

Italian Roast

Di proses ini, suhu mesin sudah mencapai 237 derajat celsius, dan tercium aroma gosong (asap). Di level ini, seluruh tingkat keasamannya hampir hilang sehingga rasa pahit semakin nendang.

Spanish Roast

Pada level ini, biji kopi sudah berwarna hitam secara keseluruhan. Aroma dan rasanya tidak jauh beda dengan Italian Roast.


Dari berbagai tingkatan roasting di atas, hasil dari Medium Roast dan Full City Roast adalah biji kopi yang paling banyak digemari masyarakat. Nah, dari berbagai tingkatan di atas, hasil sangrai biji kopi mana yang merupakan favoritmu?

Perlu diingat meskipun tingkat dan level roasting berbeda, kualitas greenbeans yang kamu pilih akan turut mempengaruhi rasa yang muncul di secangkir kopimu. Oleh karena itu, pastikan kamu telah mengidentifikasi biji kopi yang akan kamu sangrai.

Bila kamu tertarik untuk mengeksplorasi kekayaan biji kopi nusantara, kamu bisa membeli greenbean dari origin yang kamu inginkan di Labuhan Kopi (Lakopi)!.

Vanessa
Saya seorang penulis secara full-time di agensi, yang suka berkelana di waktu senggang dan menuliskan pengalamannya di blog pribadi.