Kenal Dekat dengan Kopi Karo, Produk Lokal dari Tanah Karo!

Kopi Karo
Credit: Clint McKoy (Unsplash)

Kopi Karo – Kopi sudah menjadi kebutuhan di masyarakat di dunia, termasuk di negara Indonesia. Kopi pun juga memiliki beragam jenis dan tentunya memiliki rasa yang khas di setiap kopi, contohnya kopi Karo dari tanah Karo. Bisa dibilang, tanaman kopi ini berasal dari provinsi Sumatera yang dibudidayakan oleh masyarakat di Kabupaten Karo. 

Karo merupakan salah satu suku yang terletak di Sumatera Utara, lokasinya pun di dataran tinggi Kabupaten Karo. Nah, perkebunan kopi ini merupakan salah satu sumber penghasilan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang hidup di Kabupaten Karo. 

Biji kopi jenis arabika ini ditanam pada ketinggian 500-2000 meter di atas permukaan laut dengan suhu rata-rata 21-24°C, serta curah hujan sekitar 2000-3000 mm.

Oleh karena itu, daerah ini memiliki iklim yang sejuk sehingga sangat cocok untuk ditanami kopi jenis arabika. Terlebih, unsur dan struktur tanahnya pun terbilang sangat baik karena terdapat kandungan bahan organik sekitar 3% dan pH 5,5-6,5.

Tak hanya itu saja, perkebunan kopi ini tersebar di seluruh Kecamatan, tempat paling luas berada di Kecamatan Merek, Tiga Panah, Simpang Empat, Payung, dan Munthe.

Bisa dibilang, Kecamatan Merek disebut sebagai salah satu sentra produk kopi Karo karena wilayahnya merupakan tempat pengembangan tanaman kopi yang kini luasnya mencapai 1.500 Hektare.

Sejarah Kopi Karo

Sejarah Kopi Karo
Credit: angela pham (Unsplash)

Mulanya, provinsi Sumatera memang telah menjadi salah satu tempat pusat perdagangan kopi di Indonesia. Bisa dibilang, sudah dari sejak zaman Belanda dulu. 

Nah, pada zaman Belanda, kopi sumatera sudah menjadi kopi terbaik dengan harga yang cukup mahal, termasuk kopi khas Tanah Karo ini yang sudah dikenal sejak tahun 1990-an.

Selain itu, kopi ini sudah dibawa ke Eropa untuk diperdagangkan, sehingga persebaran kopi ini semakin meluas dan terkenal. 

Pengolahan yang Digunakan untuk Kopi Karo

Penyimpanan
Credit: (IDN Times)

Bagaimana ya metode pengolahan yang digunakan untuk memproduksi kopi tanah Karo ini, kira-kira para pecinta kopi tahu tidak nih? Nah, buat kamu yang belum tahu metode apa yang digunakan untuk pengolahannya, yuk disimak ya!

Washed process

Ilustrasi metode pengolahan basah
Credit:(majalah.ottencoffee.co.id)

Untuk metode pengolahan yang digunakan adalah metode washed process atau disebut metode penggilingan basah. Buah kopi yang telah dipetik merah atau dipanen akan direndam dengan air.

Setelah itu, buah kopi akan dipilih berdasarkan kualitas atau defect-nya, yaitu yang mana berkualitas baik dan yang mana berkualitas buruk. Nah, biasanya, buah kopi yang mengambang akan dipisahkan dengan buah kopi yang tenggelam di dalam air.

Untuk mengetahuinya pun cukup mudah, kamu hanya melihat buah kopi tersebut mengambang atau tidak. Jika buah kopi mengambang, tandanya kualitasnya buruk, sedangkan yang tenggelam kualitasnya sangat baik.

Kemudian, dilanjut dalam proses selanjutnya, yaitu memisahkan biji kopi dengan daging biji kopi menggunakan mesin doppler atau mesin pengupasan biji kopi.

Setelah itu, biji kopi yang sudah dikupas akan direndam kembali untuk memastikan kalau kulit dari biji kopi sudah benar-benar hilang.

Jika masih terdapat sedikit kulitnya, kamu bisa menggunakan tangan untuk mengupasnya secara perlahan agar biji kopi tidak rusak atau defect. Setelah sudah, biji kopi pun diproses ke tahap berikutnya yaitu proses fermentasi.

Namun, dapat dikatakan bahwa kopi Karo ini tidak hanya menggunakan metode washed process, ada juga yang menggunakan semi-wash, honey, dan metode lainnya tergantung dari si pengolah. 

Harga dan Ciri Khas dari Kopi Karo

Ilustrasi biji kopi mentah wine coffee
Credit: ictcoffee.com

Bisa dibilang, kopi ini mempunyai rasa yang unik dan khas dibandingkan dengan kopi pada umumnya. Meskipun harganya cukup mahal, tetapi cita rasa dan aroma yang disajikan dari kopi Karo ini mempunyai nilai kenikmatan yang luar biasa enak.

Beberapa kopi yang ditanam atau dibudidayakan di Tanah Karo merupakan kopi jenis arabika saingan dunia. Akan tetapi, kopi ini tidak bisa ditanam di daerah yang cukup panas. Kenapa?Sebab, masa perkembangannya akan terhambat dan menghasilkan kopi yang berkualitas buruk, serta mudah terkena penyakit yang disebut vastatrix.

Letak geografis Tanah Karo ini cukup unik karena sangat mudah untuk menemukan komoditas mengenai tumbuhan kopi. Selain itu, kopi yang tumbuh di tanah vulkanis ini mempunyai ciri aroma dan rasa yang spesial.

Terdapat beberapa lokasi penanaman kopi karo ini yang menjadi pusat budidaya dan beberapa daerah yang menghasilkan kopi Karo ini, yaitu area lereng gunung Sinabung, Kabanjahe, dan Berastagi

Dataran tinggi Karo juga terkenal sebagai kawasan pertanian buah jeruk sehingga membuat kopi-kopi dari daerah ini memiliki rasa yang menarik seperti buah jeruk.

Selain itu, kopi Karo ini mempunyai acidity atau tingkat keasaman sedang dan body atau tekstur yang sedang. Kopi Karo ini dijual dengan harga sekitar Rp50 ribu untuk 250 gram dan Rp200 ribu untuk 500 gram.


Nah, itu dia informasi mengenai salah satu kopi Sumatera, yaitu kopi Tanah Karo. Mulai dari sejarahnya, maupun ciri khas dari kopi Karo sendiri.

Jangan hanya mencicipi atau menikmati kopinya saja, tetapi harus tahu juga asal-usul atau hal-hal mengenai kopi Karo ini. Selain itu, kamu juga perlu tahu bahwa secangkir kopi yang nikmat itu juga berasal dari biji kopi yang sangat baik. 

Namun, karena pandemi gini kamu jadi kesulitan untuk membelinya? Tidak perlu khawatir! Yuk, kunjungi lakopi.id, perusahaan marketplace yang menyediakan berbagai jenis kopi yang berkualitas, kopi pilihan terbaik dari petani, dan juga dipetik merah langsung oleh para petani loh!

Lalu bagaimana untuk transaksinya? Nah, trade atau transaksinya pun langsung kepada para petani yang menjual biji kopinya. Tunggu apa lagi? Kunjungi lakopi.id dan dapatkan biji kopi yang kamu mau sekarang juga! Salam Labuhan Kopi.

Suci Risanti Rahmadania
Hidup itu adalah pilihan. Menjadi seorang penulis itu adalah pilihan saya.