Kenal Dekat dengan Kopi Mandailing, Jagoannya Arabika yang Mendunia

Kopi Mandailing
Credit: ahlikopilampung.com

Kopi Mandailing – Secangkir kopi merupakan sebuah rutinitas penting di dalam kehidupan masyarakat dunia, termasuk negara Indonesia.

Tidak hanya dari kalangan orang dewasa, tetapi juga kalangan remaja pun sudah banyak yang menjadikan kopi sebagai teman aktivitas sehari-hari.

Nah, sebagian para pecinta kopi mungkin merasa satu jenis kopi saja sudah cukup untuk dijadikan teman aktivitasnya.

Padahal, banyak sekali jenis kopi yang berasal dari wilayah Indonesia dan juga memiliki cita rasa yang nikmat, salah satunya kopi Mandailing. Dapat dikatakan kalau kopi Mandailing ini adalah salah satu jagoan arabika yang mendunia. 

Nah, kopi ini juga memiliki sebutan nama di kancah internasional, yakni kopi Mandheling Coffee. Kira-kira kamu tahu tidak asal kopi ini?

Jadi, kopi ini ditanam di pegunungan Bukit Barisan, Sumatera Utara, dengan ketinggian mencapai 900-1400 meter di atas permukaan laut. 

Tak hanya itu saja informasinya, masih banyak lagi yang akan dijelaskan oleh lakopi. Untuk kamu yang suka meminum kopi Mandailing, tetapi tidak tahu asal-usulnya, yuk! Baca artikel ini sampai habis ya!

Sejarah Kopi Mandailing

Decaf Coffee Ilustrasi
Credit: majalah.ottencoffee.co.id

Pada tahun 1833, pemerintahan Belanda masuk ke daerah Mandailing melalui pelabuhan yang disebut Pelabuhan Natal, Mandailing Natal.

Saat itu, pemerintah Belanda membawa bibit kopi dari Jawa oleh perusahaan NHM milik Raja Willem 1 dan mulai melakukan penanaman di Tanobato, Panyabungan Selatan, Mandailing Natal pada tahun 1840.

Di kala itu, Belanda mulai menerapkan  sistem Tanam Paksa yang diberikan kepada masyarakat sekitar. Bibit itu pun disebar lagi di daerah Mandailing yang lebih luas, seperti ke Pakantan, Mandailing Natal, dan Angkola. 

Tak hanya itu saja, tahun 1848, terdapat 2.800.000 pohon kopi dengan produksi biji kopinya sebanyak 9,3 ton.

Hasil tersebut pun dikumpulkan di dalam gudang Belanda di Tanobato yang kemudian dibawa ke pelabuhan Natal untuk diekspor lewat jalur darat Tapus, Lingga Bayu, Mandailing Natal.

Terlebih, pemerintah Belanda ini sangat kejam karena memanfaatkan masyarakat pribumi untuk memikul kopi-kopi tersebut ke Pelabuhan Natal dan membutuhkan waktu 15 hari perjalanan pulang-pergi. 

Bisa dibilang, Belanda saat itu berusaha menghancurkan monopoli Arab di seluruh dunia untuk budidaya kopi. Beberapa tahun kemudian, Belanda berhasil membuat Hindia-Belanda (nama Indonesia pada saat itu) mendominasi pasar kopi di dunia.

Sayangnya, pada akhir abad-19, kopi terserang penyakit yang benar-benar menghancurkan hasil panen.

Pohon kopi kemudian ditanam kembali dengan cepat untuk memperbaiki pangsa pasar dunia yang besar sampai perkebunan itu dilanda saat Perang Dunia II.

Akhirnya, kopi itu pun ditanam kembali seusai Perang Dunia II dan menjadi salah satu komoditi terbesar di Indonesia. Istilah “Mandailing atau Mandheling” ini berasal dari salah satu suku yang terletak di Sumatera Utara.

Selain itu, sebutan “Mandheling” sendiri merupakan penyebutan dari orang-orang asing, bila dipanjangkan menjadi Mandailing Natal (Madina).

Proses Pengolahan Kopi Mandailing

Ilustrasi Budidaya Kopi Flores Bajawa
Credit: bajawacoffee.com

Proses pengolahan kopi ini kebanyakan dilakukan dengan metode full washed yang diketahui dari beberapa sumber. Selain metode ini, ada juga yang menerapkan metode semi washedda n natural process. lakopi akan menjelaskan metode yang banyak digunakan, yakni metode full washed. Berikut penjelasannya:

Panen Kopi

proses panen
Credit: majalah.ottencoffee.co.id

Proses ini dilakukan secara manual, yaitu para petani Mandailing memetik buah kopi yang sudah berwarna merah atau disebut ceri kopi yang sudah matang sempurna.

Sortasi Kopi

sortasi kopi
Credit: kbr.id

Selanjutnya, biji kopi yang sudah dipanen akan dimasukan ke dalam wadah yang berisi air. Jika biji kopi mengapung, maka kopi tersebut cacat. Namun, jika biji kopi itu tenggelam, maka kopi tersebut tidak cacat dan akan dipisahkan dari biji kopi yang mengapung. 

Pengupasan Kopi

sortir kopi
Credit: klinikkopi.com

Setelah melewati proses sortasi, buah kopi akan masuk ke langkah selanjutnya, yaitu pengupasan kulit dan daging biji kopi menggunakan mesin pulper atau alat pengupas. Biasanya, sisa kulit biji kopi masih menempel dengan biji kopi dan harus melewati proses selanjutnya, yaitu proses fermentasi.

Proses Fermentasi

Fermentasi kopi
Credit: ahlikopilampung.com

Berikutnya, biji kopi dimasukkan ke dalam wadah yang berisi air. Tujuannya agar lendir yang masih menempel pada kulit kopi (parchment) dapat terlepas dengan mudah. Biasanya, membutuhkan waktu sekitar 24-36 jam. 

Pengeringan

Pengeringan biji kopi
Credit:(aerikuriyansyah-ringkasantphp9.blogspot.com)

Proses berikutnya, biji kopi akan dijemur di bawah sinar matahari atau alat modern tergantung petaninya. Proses ini bertujuan untuk mengurangi kadar air pada biji kopi sekitar 10-12%.

Penyimpanan

penyimpanan biji kopi
Credit: dghchocolatier (pixebay.com)

Biji kopi akan disimpan di tempat penyimpanan terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam huller untuk melepas kulit tanduk.

Pengupasan Kulit Tanduk atau Cangkang

Ilustrasi pengupasan cangkang
Credit: royalmesin.com

Pengupasan kulit tanduk pada kondisi biji kopi yang masih sedikit basah dapat dilakukan menggunakan mesin huller yang didesain secara khusus.

Supaya kulit dapat dikupas dengan sempurna, maka kondisi kulit harus cukup kering mesikpun kondisi masih cenderung basah.

Pengeringan Green Bean

pengeringan biji kopi
Credit: Alexander Schimmeck (Unsplash)

Biji kopi yang telah dikupas akan dikeringkan menggunakan pengering mekanis atau mesin. Jangan lupa untuk mengatur tebal hamparan biji kurang dari 5 cm dan gunakan alat plastik untuk alas biji kopi.

Hindari penjemuran yang diletakan di atas permukaan tanah. Umumnya, pengeringan ini dilakukan selama 3-5 hari agar kadar air biji kopi mencapai 11-12%.

Dapat dikatakan bahwa proses ini disukai oleh para petani karena kemungkinan gagalnya sangat kecil. Kopi yang diproses secara basah atau washed akan menghasilkan rasa yang bersih dan jernih.

Selain itu, juga menghasilkan aroma yang kuat, body ringan, aftertaste yang nikmat, dan keasaman yang tinggi.

Karakteristik dari Kopi Mandailing

kopi
Credit: madina.go.id

Kopi ini memiliki rasa yang sedikit asam dan aromanya yang khas. Bisa dibilang, kopi arabika Mandailing ini cenderung lebih rendah tingkat keasamannya daripada kopi jenis lain.

Aftertaste-nya yang sangat manis merupakan ciri khas kopi mandailing dengan tekstur yang sedikit tebal. Selain rasa manis, kopi ini juga memiliki cita rasa sedikit floral.

Harga kopi Mandailing

kopi Ecuador
Credit: sensecuador.com

Nah, untuk harganya pun cukup murah, lakopi menawarkan harga Rp82 ribu untuk kopi Mandailing green bean.


Itu dia informasi mengenai kopi Mandailing asal Sumatera ini. Buat kamu yang suka minum kopi, harus tahu juga tentang segala hal mengenai kopinya, seperti kopi Mandailing ini.

Nah, selain itu, kamu juga perlu tahu kalau minuman secangkir kopi yang nikmat itu berasal dari biji kopi mentah yang berkualitas.

Kira-kira saat pandemi gini enaknya beli di mana ya? Eits! Tak perlu khawatir, yuk! Kunjungi lakopi.id, perusahaan marketplace yang menyediakan berbagai macam biji kopi mentah yang dipetik langsung oleh para petaninya loh!

Untuk trade atau transaksinya pun juga langsung dilakukan kepada para petani. Jadi tunggu apa lagi? Yuk dapatkan segara biji kopi pilihan terbaik di Indonesia. Salam Labuhan Kopi.

Suci Risanti Rahmadania
Hidup itu adalah pilihan. Menjadi seorang penulis itu adalah pilihan saya.