Yuk, Kenali 5 Fakta Kopi yang Perlu Kamu Tahu!

Fakta kopi
Credit: ?? Janko Ferlič (Unsplash)

Fakta Kopi – Kopi sudah menjadi bagian dari hidup bagi banyak orang, bahkan dianggap sebagai ritual setiap harinya. Istilah “ngopi” dapat diartikan menjadi berbagai kegiatan, seperti ngopi bareng teman, ngopi sambil kerja, dan lain sebagainya. Tak hanya itu saja, ngopi juga sudah menjadi bagian dari tradisi kuliner yang lumrah.

Namun disisi lain, jangan hanya sebagai penikmat kopi saja, tetapi juga kamu harus mengetahui fakta tentang kopi, seperti sejarah, asal-usulnya, jenisnya, dan lain-lain. Kira-kira apa saja sih fakta-faktanya? Merangkum dari berbagai sumber, yuk dipahami ya!

Fakta Kopi #1: Sejarah awal penemuan kopi

Sejarah kopi
Credit: Merlene Goulet (Unsplash)

Dari berbagai macam sumber, kopi dikenal sebagai minuman yang sudah ada semenjak tahun 800 SM atau 850 M. Di kala itu, bangsa Ethiopia merupakan konsumen dan pengolah biji untuk dijadikan sebagai sumber asupan energi tubuh. Mereka menggunakan campuran biji kopi dengan anggur, serta lemak dari jenis hewan tertentu.

Uniknya, kopi berawal dari kisah pengembala kambing di dataran Afrika, negeri Ethiopia, yang di mana sedang mengamati kambing-kambing yang digembalanya agar tetap terjaga sampai matahari terbenam. Hal ini diakibatkan karena mengonsumsi buah ceri. Nah, buah ceri ini diduga adalah varietas kopi awal.

Pada masa itu, para ilmuan belum mengenal bagaimana cara mengolah kopi seperti zaman sekarang. Tak hanya itu saja, kopi juga dinikmati sebagai butiran utuh. Hal itu berlangsung sampai biji kopi dibawa oleh bangsa Arab dan mulailah adanya metode pengolahan kopi yang jauh lebih maju.

Di Arab sendiri, kopi tidak disebut dengan istilah “kopi” melainkan dengan bahasa Arab, yaitu gahwah yang bermakna kekuatan. Makna ini sejalan dengan tujuan minum kopi bagi orang Arab pada masa itu, yakni minuman berenergi dan minuman yang dikenal pada masa sekarang.

Kalau di Turki, kata gahwah menjadi kahveh sampai akhirnya bangsa Belanda menamainya koffie. Secara etimologis atau kebahasaan, kata ini dilafalkan dengan cara orang Indonesia menjadi kopi.

Fakta Kopi #2: Tidak hanya jadi komoditas, kopi juga bagian dari  gaya hidup

jenis biji kopi
Credit: Andy Feliciotti (Unsplash)

Tanaman kopi termasuk sebagai tumbuhan biji berkeping dua. Kopi tergolong ke dalam family Rubiaceae dan mempunyai genus Coffea. Seperti umumnya tumbuhan biji berkeping dua (dikotil), kopi memiliki susunan yang terdiri atas akar, batang dan cabang, daun, bunga, dan buah.

Tak hanya itu saja, kopi juga dianggap sebagai gaya hidup seseorang atau masyarakat. Biasanya, kopi dijadikan sebagai teman ketika lelah bekerja, minum kopi bersama teman-teman, dan lain sebagainya.

Di negara Indonesia sendiri, kopi sudah menjadi sebuah kebiasaan yang tak bisa dipisahkan. Ibarat sahabat sejati yang diharapkan selalu ada kehadirannya. Hitam kental dan pahit, itulah ciri kopi yang dinikmati masyarakat Indonesia.

Selain itu, minuman kopi juga sering ditemukan dalam sebuah wadah ceret besar sebagai suguhan bagi penyelenggaraan pesta atau seremonial penting di masyarakat Indonesia.

Cara meminum kopi juga dianggap sebagai penanda keakraban. Biasanya, orang Jawa menyebutnya ”tamune suguhono kopi” atau sajikan kopi untuk tamu. Hal ini adalah sebuah penanda bahwa pemilik rumah benar-benar menghargai para tamu yang mampir ke rumahnya. Tak hanya itu, cara ini juga menunjukkan pemilik rumah menerima tamu dengan kehangatan dan dianggap keluarga.

Fakta Kopi #3: Ada banyak jenis kopi, seperti Robusta dan Arabika

biji kopi
Credit: Nathan Dumlao (Unsplash)

Sudah banyak varietas kopi yang tersebar di dunia ini. Namun, apakah kamu tahu varietas kopi apa yang sangat terkenal dan disukai banyak orang? Ya, kedua jenis kopi itu adalah kopi Arabika dan Robusta. Nah, kira-kira perbedaannya apa saja ya di antara kedua varietas kopi Arabika dan Robusta?

Dari bentuk bijinya pun juga berbeda di antara kedua jenis kopi ini. Biji kopi Robusta berbentuk lebih bulat, sedangkan biji kopi Arabika lebih lonjong. Kemudian, dilihat dari ketinggian tanaman, kopi robusta dapat tumbuh hingga 4,5-6 meter, sedangkan Arabika lebih rendah, yaitu 2,5-4,5 meter.

Kalau soal harga, kopi Arabika jauh lebih mahal dibanding kopi Robusta. Sebab, hal ini karena proses penanaman kopi Arabika jauh lebih lama dan membutuhkan perawatan yang lebih. Sedangkan Robusta penanamannya dapat dilakukan di dataran rendah. Tak hanya itu, Robusta juga mudah berkembang dan prosesnya lebih cepat.

Lalu dari segi rasa, kopi Robusta jauh lebih pahit dibandingkan kopi Arabika. Hal ini disebabkan karena kafein yang terkandung pada kopi Robusta jauh lebih tinggi. Sedangkan Arabika memiliki kandungan gula yang terbilang cukup banyak.

Namun, dengan banyaknya kandungan gula pada kopi Arabika, maka kandungan lemak pun jauh lebih tinggi dibandingkan kopi Robusta. Tak hanya itu saja, kopi Arabika memiliki banyak rasa yang bervariasi, seperti rasa buah, kacang-kacangan, atau biji-bijian.

Tingkat kandungan kafein pada kopi Robusta jauh lebih tinggi, yaitu sebesar 2,2% hingga 2,7%. Sedangkan tingkat kafein dalam kopi Arabika hanya sebesar 1,1% hingga 1,5 %

Fakta Kopi #4: Banyak metode penyeduhan kopi

Kopi tubruk
Credit: Manny Becerra (Unsplash)

Pada masa kini, kopi telah menjadi bagian dari komoditas penanda kelas, bahkan cara meminum kopi pun berubah. Di masa kini juga cara menyajikan kopi lebih dari sekadar memasukkan bubuk kopi dalam gelas yang dicampur dengan bahan lain, seperti gula pasir yang kemudian diseduh dengan air panas. Cara ini dikenal dengan istilah kopi tubruk.

Konsep kopi tubruk ini mulai menjadi sesuatu hal yang sudah biasa, kemudian orang-orang berusaha mengembangkan kreativitas atau teknik lain bagaimana menyajikan kopi dengan sesuatu yang baru, seperti metode v60 dan French press.

Metode V60 merupakan metode penyeduhan kopi yang mencakup aspek perbandingan air dengan kopi, waktu penyeduhan, skala gilingan, serta temperatur air. Keunggulan metode ini, yaitu mudah dibersihkan, ringan, serta bentuknya yang ringkas. Proses ekstraksi kopi yang akan jauh secara perlahan ke server dan menghasilkan body yang lebih ringan, tentunya dengan cita rasa kopi yang lebih kuat.

French press merupakan alat penyeduhan kopi yang terbuat dari bahan kaca serta plunger berjaring yang fungsinya memisahkan bubuk kopi dengan air. Tak hanya itu saja, french press menggunakan filter besi yang tidak menyerap minyak dibandingkan filter berbahan kertas yang menyerap minyak yang ada di dalam kopi.

Fakta Kopi #5: Indonesia dianggap sebagai surganya origin kopi

Greenbeans kopi
Greenbeans Kopi Jumaraja Desa Cinta Rakyat

Para penjajah yang datang ke Indonesia tentunya mencari rempah-rempah dan memperkaya rasa pada dapurnya masing-masing. Selain itu kekayaan rempah-rempah, peluang kesuburan tanah dijadikan sebagai vegetasi ekonomis bagi mereka.

Kopi adalah salah satu tanaman yang ditanam kaum penjajah di seluruh penjuru Indonesia. Akibatnya, Indonesia memiliki keragaman varietas kopi. Banyaknya daerah di Indonesia, di antaranya dikenal sebagai penghasil kopi dengan kualitas yang sangat bagus.

  • Kopi Jawa memiliki rasa yang sangat khas. Hal ini dikarenakan kopi Jawa bukan spesifik origin kopi, melainkan sub origin. Tercatat beberapa kawasan penanaman kopi yang tersebar di seluruh wilayah Jawa, seperti Jawa Barat, Jawa Timur, bahkan Jawa Tengah. Di setiap wilayah, kopi yang ditanam memiliki cita rasa yang unik karena unsur tanah yang berbeda-beda, contohnya kopi Jawa varietas Ijen yang punya rasa yang berbeda dengan varietas dari Kalibaru. Padahal, letak kedua wilayah tersebut tak terlalu jauh jaraknya.
  • Kopi Gayo ditanam di daerah Aceh Tengah, tepatnya di dataran tinggi Gayo. Kopi ini merupakan varietas Arabika yang disebut varietas Arabika terbaik di dunia. Selain itu, kopi Gayo memiliki kadar keasaman yang rendah dan tingkat rasa pahit yang signifikan.
  • Kopi Kintamani memiliki rasa yang unik yaitu ada cita rasa buah yang menjadi ciri khas dari kopi ini. Kopi Kintamani berasal dari wilayah Bali yang ditanam pada tanah yang subur.
  • Kopi Wamena berasal dari timur Indonesia. Kopi Wamena memiliki rasa yang harum dengan tipe kopi organik sehingga menghasilkan rasa ringan dan cenderung bebas dari ampas.
  • Kopi Toraja merupakan kopi yang terdapat dua varietas yang ditanam di Toraja. Dalam segi rasa, kopi ini memiliki rasa tanah yang pekat akibat unsur hara di tempat tumbuhnya kopi tersebut yang berpengaruh pada cita rasanya.
  • Kopi Flores ditanam di daerah  kawasan perkebunan kopi dengan ketinggian 1.000 hingga 1.550 mdpl. Dengan iklim dan curah hujan sekitar 2.500 mm per tahun membuat bulan Juni hingga Oktober menjadi bulan-bulan kering. Kopi Flores memiliki cita rasa yang ganda, yaitu orang akan merasakan kehadiran cita rasa buah-buahan yang selanjutnya muncul aroma tembakau. Hal tersebut karena ada kandungan abu vulkanik yang menjadikan kopi flores memiliki rasa yang khas
  • Kopi Sidikalang disebut kopi yang dapat bersaing dengan kopi Brazil. Dengan memiliki tekstur yang halus, kopi ini cocok untuk menemani kamu di kala santai.

Nah, bagaimana sekarang, apakah kamu sudah paham fakta kopi? Mulai dari sejarahnya dan jenis-jenisnya. Sebagai pecinta kopi, tentunya kamu harus tahu tentang fakta kopi yang kamu minum dan tidak hanya menikmati rasa dari kopi itu sendiri. Benar begitu bukan?

Berbicara mengenai jenis kopi, lakopi.id sendiri merupakan marketplace yang menjual biji kopi mentah berkualitas yang langsung dipetik oleh para petaninya. Buat kamu yang penasaran jenis biji kopi mentah apa saja yang disediakan, langsung saja kunjungi lakopi.id. Salam Labuhan Kopi.

Suci Risanti Rahmadania
Hidup itu adalah pilihan. Menjadi seorang penulis itu adalah pilihan saya.