Kenali Yuk! Kopi Wamena, Kopi Terbaik dari Papua

Ilustrasi Kopi Wamena Papua
Credit: singleo.com.au

Kopi Wamena – Negara Indonesia memang salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia, lebih tepatnya urutan nomor 4 di dunia.

Hal ini juga terbukti dengan adanya komoditas kopi di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya berasal dari Papua yang menghasilkan kopi Wamena. Nah, kira-kira kamu tahu kopi yang satu ini tidak nih?

Bisa dibilang, wilayah Papua sangatlah kaya akan kelimpahan sumber daya alamnya. Terlebih, Papua juga memiliki destinasi wisata yang menarik, salah satunya disebut Raja Ampat. Selain tempat wisata, kopi Wamena juga termasuk komoditas unggulan dari Papua.

Bisa dibilang, terdapat tiga lokasi penanaman kopi atau penghasil kopi di Papua, yakni Nabire, Timika, dan Wamena.

Namun, di antara ketiga lokasi tersebut, Wamena adalah lokasi yang paling unggul di kalangan pecinta kopi. Untuk kamu yang pernah meminum kopi Wamena, tetapi belum tahu hal-hal tentang kopi itu, wajib banget scroll artikel sampai bawah ya! Merangkum dari berbagai sumber, yuk simak!

Mengenal Kopi Wamena

Sejarah Kopi Karo
Credit: angela pham (Unsplash)

Kopi arabika Wamena ini merupakan varietas dari India yang dikembangkan dengan teknik Kultivar Bourbon. Kopi ini dinamai Papua Wamena karena kota tersebut merupakan tempat penampungan dan pengemasan green beans yang akan ekspor. 

Perkebunan kopi di Wamena ini tersebar luas di daerah lembah gunung tertinggi, yakni Jayawijaya. Lembah tersebut bernama Lembah Baliem yang mengelilingi kota Wamena. 

Kopi Wamena ini ditanam pada ketinggian 1.200 sampai 1.600 meter di atas permukaan laut. Tanah perkebunannya merupakan tanah vulkanik dan suhu rata-ratanya mencapai 15 °C, sehingga sangat cocok untuk ditanam kopi arabika. 

Budidaya yang dilakukan untuk kopi ini dengan cara organik alias tanpa bahan kimia. Terlebih, perkebunan kopinya tidak menggunakan pestisida.

Itu sebabnya ketersediaan kopinya terbilang langka dan akses jalur pengirimannya pun sangat sulit. Hal tersebut menyebabkan harga kopi Wamena ini melonjak tinggi dibanding kopi arabika lainnya.

Sejarah Kopi Wamena

Cita Rasa dan Aroma dari Kopi Java Preanger
Credit: infokopi.com

Seorang penulis sejarah bernama Andi Tabea telah mengumpulkan bukti-bukti catatan dalam penelusurannya tentang Papua.

Catatan tersebut mengemukakan bahwa kopi sudah ada sejak abad ke-20 di Papua. Awalnya, kopi itu dibawa oleh pemerintah Belanda dan misionaris yang bertugas di Papua.

Jenis kopi yang dibawa oleh pemerintahan Belanda adalah kopi Arabika yang sudah masuk ke Papua pada tahun 1890-an.

Setelah terjadinya Perang Dunia yang kedua, Belanda menekuni pembangunan Papua, termasuk melestarikan perkebunan kopi.

Pusat pembibitannya dan sekolah pertaniannya pun dibangun di wilayah Sentani. Semenjak itu, penanaman kopi menjadi lebih luas lagi, sehingga pada tahun 1956, Papua menghasilkan produksi kopi sebesar 100 ton.

Selain itu, pada tahun 1959, produksi kopi naik drastis menjadi 970 ton. 

Menyebar ke Wamena

Decaf Coffee Ilustrasi
Credit: majalah.ottencoffee.co.id

Sangking pesatnya produksi kopi, akhirnya meluas sampai masuk ke Lembah Baliem, di Wamena. Saat seorang Pastor bernama Lieshout OFM pertama kali datang ke tanah Papua, di sekitar Lembah Baliem, Pegunungan Jayawijaya, ia sudah melihat banyak tanaman kopi.

Bisa dibilang, kopi itu ditanam di sekitar Kali Balim (Sungai Baliem).Pada saat itu, para petani memang belum terlalu ahli dalam mengolah kopi.

Buah kopi yang telah matang sempurna dipetik dan dikupas menjadi biji gabah, kemudian dijemur sampai kering. Hasilnya pun langsung dijual oleh para pedagang.

Penyebaran biji kopi bermuara ke sebuah usaha pengolahan kopi yang dikelola oleh seorang pengusaha keturunan Tionghoa yang pabriknya berlokasi di Wamena.

Dari situlah, biji kopi mulai diolah menjadi bubuk kopi dan disebarkan ke warung-warung lokal dan keluar negeri.

Proses Pengolahan Kopi Wamena

proses panen
Credit: majalah.ottencoffee.co.id

Kira-kira bagaimana ya teknik proses yang digunakan untuk mengolah kopi Wamena ini? Berikut penjelasannya:

Proses Panen Kopi

Ilustrasi Budidaya Kopi Flores Bajawa
Credit: bajawacoffee.com

Kopi yang telah matang sempurna, akan dipetik merah oleh para petani secara manual, yaitu menggunakan tangan. Umumnya, kopi yang sudah matang berwarna merah atau disebut ceri kopi.

Semi Washed

Ilustrasi metode pengolahan basah
Credit:(majalah.ottencoffee.co.id)

Metode ini disebut dengan wet-hulling atau pengupasan basah yang tidak terlalu banyak menggunakan air. Buah kopi akan dipisahkan dengan biji kopi menggunakan mesin pengupas tradisional atau mesin pulper. 

Fermentasi

Ilustrasi biji gagal difermentasi
Credit: (Gordi.id)

Fermentasi adalah salah satu proses terpenting pada pengolahan biji kopi karena sangat menentukan kualitas akhir biji kopi terutama cita rasanya.

Tujuan utama fermentasi adalah menghilangkan lapisan lendir (mucilage) yang melekat pada kulit tanduk biji kopi. Kopi Wamena difermentasi selama 8 sampai 10 jam.

Pencucian kembali

Ilustrasi Semi washed
Credit: sadakoffie.com

Setelah melewati proses fermentasi, biji akan dicuci kembali sebelum masuk ke tahap pengeringan. Hal ini bertujuan untuk membersihkan dan memastikan kalau lendir yang masih tersisa di biji kopi sudah menghilang. Biasanya, proses ini membutuhkan waktu 12-36 jam.

Pengeringan

Peaberry
Credit: (andycoffeeshop.blogspot.com)

Biji kopi yang sudah dibersihkan dari getah dan daging buah, akan dijemur di bawah sinar matahari. Hal ini bertujuan untuk mengeringkan kopi sampai kandungan airnya sekitar 12%-14%

Karakteristik Kopi Wamena

Kopi Wamena
Credit: (OkeZone.com)

Nah, untuk karakteristiknya, kopi Wamena ini memiliki sensasi cita rasa yang sangat lembut di mulut dan seimbang. Aromanya pun sangat kuat dan khas, seperti nuansa floral, honey, cokelat, karamel, dan fruity.

Teksturnya sangat halus, serta memiliki kadar asam dan kandungan kafein yang rendah.


Nah, itu dia informasi mengenai kopi Wamena yang asalnya dari Papua. Buat kamu yang suka sekali dengan kopi Wamena, juga perlu tahu asal usul dari kopi itu sendiri, seperti sejarahnya, prosesnya, dan lain-lain.

Sebab, wawasan kopi itu sangat penting bagi para pecinta kopi, jadi tidak hanya menikmati secangkir kopi saja. Selain itu, kamu pun harus tahu kalau secangkir kopi yang nikmat itu berasal dari biji kopi berkualitas.

Sayangnya, karena pandemi seperti ini kamu jadi kesulitan untuk membeli green bean di luar sana, benar begitu bukan?

Tak perlu khawatir! Yuk, kunjungi lakopi.id, perusahaan yang menyediakan berbagai macam biji kopi berkualitas yang langsung dipetik oleh para petaninya sendiri loh.

Dan juga, untuk transaksi dapat dilakukan langsung kepada para petaninya. Bagaimana? Tertarik untuk membeli? Langsung saja kunjungi lakopi.id untuk mendapatkan biji kopi terbaik! Salam Labuhan Kopi.

Suci Risanti Rahmadania
Hidup itu adalah pilihan. Menjadi seorang penulis itu adalah pilihan saya.