Minum Kopi Bikin Lelah? Berikut 3 Penyebab dan Solusinya!

Kopi bikin lelah
Photo by Dogukan Sahin on Unsplash

Kopi bikin lelah – Minum kopi sebelum memulai kegiatan sehari-hari biasanya akan membuatmu lebih bersemangat dan berenergi. Kandungan kafein yang ada dalam kopi jika di konsumsi dalam waktu dan cara yang tepat akan memberimu energi dan semangat untuk menjalani hari.

Namun, bukannya bersemangat, pernahkah kamu merasa lelah setelah minum kopi? Apakah hal ini reaksi wajar?

Yuk kita bahas salah satu keluhan para coffee drinker ini lewat artikel di bawah!

long black
Photo by Pawel Czerwinski on Unsplash

Apa yang Membuat Konsumsi Kopi Bikin Lelah?

Mungkin kamu bertanya-tanya mengapa efek dari minum kopi berbeda dengan kebanyakan. Yap! Bukannya membuatmu lebih berenergi, justru malah membuatmu merasa sangat lelah. Dilansir oleh hellosehat.com kopi bisa mengusir kantuk sekaligus meningkatkan semangat dan konsentrasi.

Tapi tahukah kamu? Sayangnya, tidak semua orang merasa jadi lebih segar setelah minum kopi. Minum kopi justru membuat sebagian orang menjadi lemas dan lebih lelah dari sebelumnya. Mengapa demikian? Yuk kita bahas!

Penyebab Kopi Bikin Lelah #1: Kafein Menghalangi Adenosin

Sebelum membahas tentang ini lebih lanjut, perlu dicatat bahwa sebenarnya, yang dapat mempengaruhi tubuh kita merasa lelah atau tidak adalah bagaimana tubuh kita mersepon kafein yang masuk, bukan ‘kopi’ itu sendiri.

hormon stress
Credit: unsplash.com (Tim Gouw)

Dilansir oleh majalah.ottencoffee.co.id bahwa hal ini bukan salah ‘kopi’ nya saja yang kita konsumsi, namun juga pada kondisi tubuh seseorang yang memang adakalanya tidak siap menerima asupan kafein dalam jumlah tertentu. Dan tentu, kasus ini tidak berlaku untuk semua orang.

Dilansir situs healthline.com kandungan kafein yang ada dalam kopi ternyata mampu memblokir suatu zat yang bernama adenosin. Saat kita terjaga, zat kimia bernama adenosin tadi akan berkumpul di sekitar otak.

Adenosin berperan untuk mengatur siklus bangun dan tidur. Biasanya, di siang hari kadar adenosin akan meningkat sehingga aktivitas otak melambat. Itulah sebabnya pada siang hari kita sering merasa menjadi tidak bertenaga, tidak fokus dan mengantuk. Kadar adenosin akan menurun dengan sendirinya setelah kita tidur.

orang tidur
Photo by Shane on Unsplash

Lalu bagaimana hubungan adenosin dengan kafein dalam kopi?

Dilansir hellosehat.com ketika kita mengonsumsi kopi, kafein akan bergerak bersama darah dan akan beredar di sekitar otak. Hal ini menyebabkan adanya reaksi antara kafein dan adenosin. Awalnya kafein akan menangkal/ memblokir adenosin, namun tidak akan bertahan lama.

Saat efek dari kafein menghilang maka adenosin yang terus diproduksi oleh otak akan kembali mendominasi, bahkan dalam jumlah yang lebih banyak sehingga membuat kita lelah. Kopi memang sejatinya tidak bisa mengurangi produksi adenosin. Kafein dalam kopi hanya mampu menghambat adenosin masuk ke dalam reseptor khusus dalam otak.

Penyebab Kopi Bikin Lelah #2: Kopi Menyebabkan Dehidrasi

dehidrasi kopi bikin lelah

Kafein pada kopi terkenal memiliki sifat deuretik yang akan mendorong tubuh untuk memproduksi banyak urine sehingga dapat meningkatkan keinginan untuk buang air kecil. Hal ini dapat menyebabkan kita kehilangan banyak cairan dalam tubuh sehingga dapat menyebabkan dehidrasi.

Hal ini memengaruhi sistem pembuluh darah yang ada pada jantung. Akibatnya, detak jantung akan menjadi lebih cepat dan tekanan darah menurun. Semakin lama, tubuh akan menjadi lebih lelah karena terus bekerja keras.

Dilansir oleh roastycoffee.com, terlebih karena kafein adalah stimulan, kafein dapat meningkatkan detak jantung, meningkatkan suhu tubuh dan menyebabkan kita berkeringat. Sehingga cairan di tubuh akan lebih cepat menurun. Pada kondisi ini dehidrasi menjadi penyebab utama kelelahan.

gambar orang lelah
Photo by Leandro Maldini on Unsplash

Penting untuk diperhatikan! Saat merasa seperti ini malah banyak orang yang akan kembali mengonsumsi kopi agar mendapat efek tidak lelah -dimana justru malah akan memperparah.

Penyebab Kopi Bikin Lelah #3: Gula pada Kopi

Penambahan gula pada kopi diketahui memang tidak baik dan tidak sehat. Gula yang kita tambahkan ke kopi juga ternyata berpengaruh terhadap reaksi yang tubuh kita berikan salah satunya merasa lelah. Mengapa demikian?

Gula diproses secara signifikan lebih cepat daripada kafein. Jadi, meskipun mungkin perlu waktu hingga tengah hari untuk mengalami penurunan kadar kafein yang tinggi, penurunan kadar gula dapat menyerang kamu segera setelah 90 menit setelah kamu mengonsumsi kopimu.

kopi dengan gula
Photo by Maddi Bazzocco on Unsplash

Apa Solusi dari Masalah Minum Kopi Bikin Lelah?

Seperti kita tahu bahwa tidak semua orang akan merasakan efek yang sama dari kelelahan karena minum kopi. Selain itu, bagaimana cara kita mengonsumsi kopi menjadi penting untuk diperhatikan, dan tentu saja mengetahui dengan baik kondisi tubuh kita.

Lalu apa kira-kira solusi dari masalah ini? Tenang! Lakopi merangkum solusinya untuk kamu!

Be a Smart Coffee Drinker!

Sebagai penikmat kopi, sudah seharusnya kita lebih tau dan lebih bijak dalam konsumsi kopi harian kita. Dilansir oleh roastycoffee.com bahwa kita memiliki batas/ limit konsumsi kafein perhari. Batas atas dari jumlah kafein sedang yang dapat diterima per hari adalah sekitar 400mg. Sebagai referensi, bisa antara 2 dan 4 cangkir (masing-masing 8 ons) kopi yang diseduh per hari.

Namun, karena kafein akan memiliki pengaruh yang berbeda-beda pada setiap orang, hal tersebut tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan. Bahkan beberapa orang dapat terpengaruh energinya setelah mengonsumsi sedikit saja makanan/ minuman dengan kandungan kafein di dalamnya.

orang minum kopi
Photo by Nitish Meena on Unsplash

Tips! Dengan mengurangi kafein berarti kita bisa mengurangi efeknya. Jika kamu biasa mengonsumsi kopi sebelum berkegiatan kamu bisa membawanya dan bertahan hingga siang hari. Untuk asupan kafein pada siang hari, jika kamu membutuhkannya, mulailah dengan mengganti minuman dengan yang memiliki kandungan kafein lebih rendah, different blend, atau different brew.

Jadi, kenali batas kopi harian untuk tubuhmu, dan jadilah smart coffee drinker!

Tetap Terhidrasi! Hydrate!

Bagi penikmat kopi, dehidrasi akan menjadi masalah serius. Solusi dari hal ini tentu lebih sederhana: minum lebih banyak air. Jika kita tetap ingin mempertahankan asupan kopi harian kita, penting untuk tetap terhidrasi.

Dengan tetap tehidrasi maka tubuh kita tidak akan kehilangan cairan dengan cepat, dan konsumsi kopi serta kafein yang masuk ke dalam tubuh tidak akan membuat kita kelelahan dan akan berefek baik pada tubuh!

terhidrasi
Photo by Nigel Msipa on Unsplash

Hilangkan Gula dari Kopimu!

Seperti yang sudah dijelaskan dalam banyak artikel dan juga pada artikel ini, kandungan gula pada makanan dan/atau minuman dapat berakibat tidak baik jika dikonsumsi tidak pada porsinya. Tentu respon setiap orang berbeda-beda, tapi jika hal ini sangat mempengaruhi kamu, maka mungkin sudah saatnya menghilangkan gula dari asupan kopi harianmu.

Di sisi lain, jika kamu benar-benar harus menambahkan sedikit gula dalam kopimu, coba batasi diri hanya dengan menaburkannya pada morning coffee, selain itu coba kurangi sedikit demi sedikit tambahan gula dalam kopimu, atau kamu juga bisa mencoba different blend dan metode brewing yang berbeda, mungkin?

ilustrasi kopi hitam tradisional
Photo by Rene Porter on Unsplash

Kesimpulannya, meskipun kafein pada kopi dapat menyebabkan kamu merasa lelah, ada banyak cara untuk melawan efeknya. Jika kamu tidak ingin kebiasaan ngopi-mu terganggu, pastikan kamu menjadi smart coffee drinker yang tentunya terhidrasi, dan cukup tidur.

Jika kafein masih terus menyebabkan kamu merasa kelelahan, mungkin kamu dapat beralih pada decaf coffee atau mengurangi konsumsi kopimu bisa menjadi pilihan tepat.

Jangan lupa untuk mendapatkan manfaat yang sehat dari kopi, kamu perlu mendapat biji kopi yang berkualitas. Kamu bisa membeli dan mengolahnya di rumah tanpa perlu repot karena ada Lakopi!

Kamu bisa pesan biji kopi mentah di Lakopi Indonesia, yang sudah dipastikan kualitas dan spesifikasinya!

Salam, Lakopi Indonesia!