Kopi Java Preanger, Secangkir Kopi dari Tanah Priangan yang Mendunia!

Kopi Java Preanger
Credit: goodnewsfromindonesia.id

Kopi Java Preanger – Di Indonesia sendiri, kopi sudah menjadi kebutuhan bagi para masyarakat. Apalagi, Indonesia juga terkenal sebagai salah satu negara penghasil kopi terbaik di dunia dan menduduki posisi keempat setelah negara Brazil, Vietnam, dan Kolombia. Beraneka macam kopi yang didistribusi ke dunia, salah satunya Kopi Java Preanger ini. 

Nah, bagi kamu para pecinta kopi, apakah mengenal kopi asal Jawa Barat yang satu ini? Bisa dibilang, Kopi Java Preanger merupakan secangkir kopi yang identik dengan pulau Jawa atau disebut “a Cup of Java”.

Lebih tepatnya, kopi ini dikembangkan dan dibudidayakan di kawasan Priangan, salah satu tempat perkebunan kopi pertama di Indonesia.

Tak hanya itu saja, Kopi ini juga menjadi saksi sejarah masuknya kopi di Indonesia. Sebab, Pulau Jawa merupakan jajahan pertama masuknya kopi di Indonesia.

Sejarah Kopi Java Preanger di Indonesia

Sejarah Kopi Java Preanger di Indonesia
Credit: majalah.ottencoffee.co.id

Pada awalnya, Java Preanger muncul di Indonesia saat adanya tanam paksa di abad ke 17. Istilah Preanger berasal dari orang Belanda yang saat itu menyebutkan daerah Priangan yang berlokasi di kawasan Pegunungan Malabar, Jawa Barat.

Ketika Belanda datang ke Indonesia, mereka menyadari bahwa adanya potensi kesuburan dan kontur tanah di Indonesia yang bagus untuk perkebunan kopi.

Lalu, mereka membangun perkebunan kopi pertama kali di Indonesia, yaitu di Jawa Barat. Bisa dibilang, perkebunan kopi pada saat itu dibentuk dengan menggunakan metode tanam paksa.

Rakyat pribumi dipaksa untuk menanam kopi sebanyak-banyaknya, yang kemudian hasil panennya diambil semua oleh pihak Belanda, serta diekspor ke Belanda dan negara Eropa lainnya.

Pada tahun 1696, Nicholas Witsen, Walikota Amsterdam, meminta Adrian Van Ommen, seorang komandan pasukan Belanda di Malabar, untuk membawakan bibit kopi arabika ke Indonesia.

Mirisnya, bibit kopi tersebut mengalami gagal panen yang disebabkan karena banjir. Namun, pihak Belanda terus mencoba membuka perkebunan kopi yang akhirnya dilakukan kembali pada tahun 1699 untuk membudidayakan kopi di Indonesia. 

Percobaan awal untuk membuka perkebunan kopi dilakukan di lokasi Pondok Kopi, Batavia dan terbilang sukses. Akhirnya, pemerintah Belanda mulai mendirikan ditempat lain untuk mengembangkan perkebunan kopi, yaitu di kawasan Priangan, Jawa Barat.

Pada tahun 1750, keberhasilan pun kian meningkat dalam mengembangkan perkebunan kopi dan mulai terjadinya penyebaran lahan kopi di seluruh pulau Jawa. 

Nah, ekspor kopi pertama kali dilakukan dari Jawa ke Eropa ini melibatkan organisasi yang disebut Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC).

Selanjutnya di tahun 1725 sampai 1780, VOC mulai melakukan monopoli perdagangan kopi dan pada saat itu juga, negara Indonesia dikenal sebagai negara penghasil kopi terbesar di dunia.

Tak hanya itu saja, VOC juga membuat perjanjian untuk para pribumi kalau hasil kopi tersebut harus diserahkan pada VOC, atau disebut Koffiestelsel (sistem kopi).

Kualitas yang dihasilkan pun sangat baik dan memiliki grade biji kopi specialty. Itu sebabnya kopi ini sangat terkenal di dunia, terutama di wilayah Eropa. 

Selain itu, Kopi Java Preanger ini ditanam pada ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang sesuai dengan penanaman untuk kopi arabika.

Varietas Kopi Java Preanger

Varietas Kopi Java Preanger
Credit: majalah.ottencoffee.co.id

Sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas, biji Kopi Java Preanger ini berasal dari biji kopi arabika yang ditanam pada ketinggian 1000 mdpl.

Bibit yang ditanam pun menerapkan prinsip ekologis yang memperhatikan lingkungan sekitar, seperti penggunaan pupuk organik dengan konsep pertanian Low Eksternal-Input and Sustainable Agriculture (LEISA).

Nah, varietas yang ditanam untuk Kopi Java Preanger ini, yaitu  varietas Ateng, Linea 795, Sigararutang, Kartika, Timtim, dan Andung Sari.

Dengan adanya keberhasilan mengembangkan Kopi Java Preanger ini, mulai bermunculan kopi dari berbagai daerah, seperti Flores, Sumatera, Sulawesi, Bali, dan lainnya.

Cita Rasa dan Aroma dari Kopi Java Preanger

Cita Rasa dan Aroma dari Kopi Java Preanger
Credit: infokopi.com

Berdasarkan perlindungan indikasi geografis, cita rasa Kopi Java Preanger dibedakan menjadi dua varian, yaitu Kopi Arabika Java Preanger Bandoeng Highland dan Kopi Arabika Java Preanger Soenda Mountain. 

Kopi Arabika Java Preanger Bandoeng Highland merupakan kopi yang ditanam di wilayah Gunung Cikuray, Gunung Papandayan, Gunung Malabar, Gunung Caringin, Gunung Tilu, Gunung Patuha, Gunung Halu, dan Gunung Beser.

Sementara Kopi Arabika Java Preanger Soenda Mountain ditanam di wilayah Gunung Burangrang, Gunung Tangkuban Perahu, dan Gunung Manglayang. 

Bisa dibilang, cita rasa yang dihasilkan pun sangat unik, seperti uniformity, clean up, sweetness, flavor, acidity, dan balance. Sementara aroma dari kopi ini, seperti aroma blueberry, floral, jasmine, sweet aftertaste, vanilla, lychee. apricot, caramel,  sweet finish, full body. fruity, lime acidity, maple syrup,  slightly floral, clean finish nutty, ripe cherry, slightly floral, toffee, dark chocolate. apple, vanilla note, roasted peanut, sweet melow, dan honey. 

Selain itu, kopi ini memiliki tekstur yang ringan dan lembut, untuk dijadikan santapan bagi para pecinta kopi sehari-harinya

Proses Pengolahan Kopi Java Preanger

Ilustrasi metode pengolahan basah
Credit:(majalah.ottencoffee.co.id)

Cara pengolahan Kopi Java Preanger ini pun juga disesuaikan dengan standar di dalam buku MPIG untuk menjaga mutu dan kualitasnya. Kira-kira bagaimana ya pengolahannya? 

Nah, untuk mengolah Kopi Java Preanger ini diawali dengan memetik buah kopi yang sudah merah dan dipanen secara manual, yaitu menggunakan tangan. Buah yang dipetik pun harus dipilih dengan detail sehingga presentasi gelondong merahnya minimal 95%.

Setelah itu, buah kopi akan diolah melalui proses perambangan, pengupasan kulit merah, dan pemeraman menjadi biji kopi basah yang berkulit tanduk.

Bisa dibilang, proses pengolahan Kopi Java Preanger ini menggunakan metode Olah Basah Giling Kering (OBGK) atau Olah Basah Giling Basah (OBGB).


Nah, itu dia informasi mengenai Kopi Java Preanger asal Jawa Barat ini, mulai dari sejarahnya, cita rasanya, dan juga proses pengolahannya.

Buat kamu yang suka meminum secangkir kopi ini, ada baiknya mengetahui segala hal tentang kopinya juga untuk meningkatkan pengetahuan kamu. 

Selain itu juga, secangkir kopi yang nikmat tentunya berasal dari biji kopi mentah yang berkualitas. Namun, di kala pandemi gini, kamu jadi kesulitan untuk membelinya secara langsung, benar begitu bukan? 

Nah, Tak perlu khawatir! Beli saja di lakopi.id, perusahaan marketplace yang menyediakan berbagai macam jenis kopi mentah dan dipetik langsung oleh para petani.

Terlebih, kamu langsung melakukan transaksi kepada para petaninya loh! Yuk, tunggu apalagi? Pesan biji kopi mentah di lakopi.id. Salam Labuhan Kopi.

Suci Risanti Rahmadania
Hidup itu adalah pilihan. Menjadi seorang penulis itu adalah pilihan saya.