Cita Rasa yang Khas dari Kopi Kerinci, Produk Lokal dari Jambi

Ilustrasi Kopi Kerinci
Credit: liputan6.com

Kopi Kerinci – Semakin berkembangnya zaman, secangkir kopi bukanlah lagi dianggap minuman yang nikmat, tetapi sudah menjadi bagian kehidupan masyarakat dunia, termasuk negara Indonesia.

Berbagai kalangan orang tua dan anak muda, kopi pun menjadi teman aktivitas hari-hari kehidupan mereka. Selain itu, kopi juga memiliki berbagai jenis dengan cita rasa yang khas.

Di indonesia sendiri, sudah banyak wilayah-wilayah yang memproduksi kopi sampai go internasional, salah satunya kopi Kerinci asal Jambi ini. 

Nah, kira-kira kamu sudah tahu tentang kopi yang satu ini? Bisa dibilang, kopi Kerinci pernah menjadi wakil Indonesia dalam festival kopi internasional pada tahun 2018 yang digelar di Vienna dan Budapest.

Kopi ini juga terpilih sebagai salah satu produk unggulan perkebunan kopi di Indonesia. Tak hanya itu saja, kopi Kerinci juga memiliki predikat terbaik di negara Indonesia sendiri.

Predikat ini diberikan pada festival yang diadakan di Jakarta pada tahun 2017, bahkan meraih kategori kopi specialty terbaik di Indonesia.

Selain itu masih banyak lagi informasi mengenai kopi Kerinci ini. Penasaran apa saja? Merangkum dari berbagai sumber, yuk! Simak artikel ini sampai habis ya!

Sejarah Kopi Kerinci

Sejarah Kopi Karo
Credit: angela pham (Unsplash)

Awalnya, kopi Kerinci ini berasal dari seorang petani bernama Yakub yang asalnya pun dari Kerinci. Dia mencoba menanam berbagai jenis varian kopi dalam satu lahan perkebunannya di tahun 1999.

Baginya, hal ini bertujuan untuk mengetahui jenis mana yang memiliki cita rasa yang nikmat. Bisa dibilang, pada waktu itu terdapat kurang lebih 1000 jenis tanaman kopi yang asalnya dari 5 jenis kopi dan ditanam pada satu lahan. 

Si petani bernama Yakub ini pun menjadi paham dengan karakteristik yang dihasilkan di tiap jenis kopi. Bahkan ia mulai menggabungkan kelima jenis kopi itu dalam satu seduhan kopi dan hasilnya sangat luar biasa, alias memiliki rasa yang sangat spesial.

Akhirnya, petani Yakub ini mulai membudidayakan dan merawat kopi Kerinci. Sampai pada tahun 2009, Badan Pemerintah Lembaga Tubuh Alami mencoba membantu membudidayakan kopi tersebut.

Terlebih, lembaga ini memberikan bantuan tenaga petani bina yang berasal dari masyarakat sekitar.  Dengan nama green bean, kopi Kerinci semakin berkembang dan diekspor ke luar negeri.

Karakteristik Kopi Kerinci

Cita Rasa dan Aroma dari Kopi Java Preanger
Credit: infokopi.com

Bisa dibilang, kopi Kerinci ditanam pada ketinggian 900-1.200 meter di atas permukaan laut. Jenis biji kopi yang ditanam adalah jenis arabika.

Nah, kopi Kerinci ini memiliki rasa yang asam seperti lemon, tetapi meninggalkan aftertaste rasa manis di mulut. Selain itu, tekstur dan body-nya cenderung tebal dan aromanya pun seperti rempah-rempah dan cokelat.

Semantara tingkat keasamannya kopi Kerinci terbilang tinggi dan kurang baik jika dikonsumsi bagi para penderita asam lambung.

Tak hanya itu saja, kopi Kerinci mendapat nilai yang sangat tinggi sebagai specialty coffee karena kombinasi rasa dari lima varietas, yakni Sigararutang, Gayo, Andungsari, Sidikalang, dan P88. 

Kebudayaan Kerinci

Decaf Coffee Ilustrasi
Credit: majalah.ottencoffee.co.id

Kabupaten Kerinci merupakan kabupaten paling Barat di Provinsi Jambi. Bisa dibilang, lokasi tersebut memiliki julukan “Sekepal Tanah Surga yang Tercampak ke Bumi” karena mempunyai pemandangan alam yang indah, tanah yang subur, adat budaya yang kuat, serta masyarakat yang sangat bersahabat. 

Hal yang sangat menarik dari tradisi budaya minum kopi Kerinci yang sudah setua peradaban masyarakat sejak mengenal kopi, yaitu adanya “kepandaian” atau orang yang mempunyai kemampuan menilik nasib.

Mereka dapat membaca melalui sisa ampas kopi yang sudah diminum, dituangkan dari gelas, dan ditelungkupkan.

Setelah ampas kopi sudah bergerak turun ke bawah dan melekat di sekeliling gelas, akan menampilkan gambaran abstrak, seperti peta, jalur garis lurus, putus-putus, lingkaran, atau simbol yang akan diterawang oleh mereka yang “pandai” meramal nasib.

Nah, dari simbol tersebut dapat diketahui tentang kehidupan, kebahagian, dan berbagai hambatan di masa depan. Semua itu merupakan salah satu “Budaya Kuliner Tua” yang dikuasai oleh etnis Kerinci.

Sebagian orang mungkin menganggap ramalan tersebut tidak benar. Namun, bagi orang dulu, ramalan tersebut sangat menarik hati. Terkadang, mereka datang ke tempat tukang ramal kopi secara diam-diam dan menanyakan tentang sang pujaan hati.

Dapat dikatakan bahwa menikmati rasa dan aroma dari tradisi menyeruput kopi Kerinci ini dikombinasikan dengan kearifan lokal, yaitu keahlian meramal yang menjadi salah satu daya tarik wisata kuliner di Kerinci. 

Proses pengolahan kopi Kerinci

Pencucian buah kopi
Credit: endeus.tv

Proses pengolahan kopi Kerinci ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, yaitu semi washed, full washed, honey process, atau natural/dry process. Semua proses pengolahan biji kopi ini akan mempengaruhi warna dari biji kopi ini.

Jika petani menggunakan proses washed, maka warna biji kopi akan terlihat kebiru-biruan. Sementara melalui honey process atau natural, akan membuat biji kopi terlihat hijau kekuning-kuningan. 

Natural

proses natural
Credit: majalah.ottencoffee.co.id

Bisa dibilang, proses natural/dry process ini merupakan salah satu proses yang paling lama di antara lainnya karena buah kopi harus dijemur dengan kulit merahnya selama 20-30 hari.

Setelah itu, jika biji dan buahnya sudah benar-benar mengering, barulah buah ceri kopi ini dikupas dan disangrai menjadi biji kopi roasted.

Hasil dari proses ini pun lebih menonjolkan rasa yang manis karena biji meresap rasa manis dari kulitnya. proses penjemurannya pun juga ditutupi plastik dom atau UV house sehingga kopi terlindung dari sinar matahari secara langsung.

Honey

Proses Honey
Credit: sadakoffie.com

Proses ini harus memisahkan antara buah kopi dari kulitnya terlebih dahulu. Selain itu, proses ini juga mengandalkan lendir atau getah dari kulit kopi sehingga saat mengering, biji kopi akan berbentuk seperti karamel.

Washed

sortasi kopi
Credit: kbr.id

Metode dibedakan menjadi dua, yaitu semi washed dan full washed. Pertamanya, proses ini harus melewati sortasi terlebih dahulu, di mana buah kopi akan dimasukkan ke dalam wadah berisi air untuk memisahkan buah kopi yang bagus atau tidak bagus.

Buah kopi yang mengapung tandanya kopi itu buruk, sedangkan kopi yang tenggelam adalah kopi yang bagus. Setelah itu, buah kopi akan dimasukkan ke dalam mesin pulper yang bertujuan memisahkan daging kopi dan biji kopi.

Berikutnya, buah kopi akan difermentasi selama 12-36 jam agar sisa-sisa daging kopi atau kulit kopi yang masih menempel dapat terlepas dengan mudah.

Nah, setelah melewati proses fermentasi, akan dicuci kembali dengan air dan dimasukkan ke mesin huller untuk memisahkan biji kopi dengan kulit tanduk. Terakhir, biji kopi akan dijemur sampai kadar airnya mencapai 11-12%.

Proses Roasting 

pengeringan roasting coffee
Credit:(www.baristainstitute.com)

Karena kopi Kerinci mempunyai cita rasa yang sangat unik, proses penyangraian pun harus diperhatikan secara detail dan teliti agar tidak mengurangi atau menambahkan rasa yang sudah ada pada biji kopi tersebut.

Biasanya, biji kopi ini akan disangrai sampai tahap light to medium dengan waktu kurang lebih 8-10 menit.


Nah, itu dia informasi dari kopi Kerinci, mulai dari sejarahnya, kebudayaannya, karakteristiknya, dan juga proses pengolahannya. Untuk pengolahan kopi Kerinci dilakukan dengan berbagai macam metode tergantung dari petaninya.

Buat kamu yang sudah pernah mencicipi kopi ini, jangan lupa mencari wawasan bagaimana kopi tersebut sangat enak untuk disruput.

Selain itu, kamu juga perlu mengetahui bahwa secangkir kopi yang nikmat itu juga berasal dari biji kopi mentah yang sangat berkualitas.

Akan tetapi, dengan keadaan pandemi seperti ini, kamu jadi kesusahan untuk membelinya. Tak perlu khawatir! Yuk, kunjungi lakopi.id, perusahaan marketplace yang menyediakan berbagai macam biji kopi mentah yang berkualitas dan langsung dipetik oleh para petani.

Tunggu apalagi? Langsung saja kunjungi lakopi.id, untuk mendapatkan biji kopi mentah terbaik di Indonesia. Salam Labuhan Kopi.

Suci Risanti Rahmadania
Hidup itu adalah pilihan. Menjadi seorang penulis itu adalah pilihan saya.