Light Roast VS Dark Roast: Fakta dan Perbedaan Level Roasting Kopi!

light roast vs dark roast
Photo by Geronimo Lopez on Unsplash

Light roast vs dark roast Sebelum secangkir kopi dapat kamu nikmati, tahukah kamu bahwa kopi memiliki proses panjang dari proses tanam, panen, pengolahan hingga dapat kamu nikmati? Yap! Kopi memiliki proses pengolahan yang sangat panjang.

Salah satu bagian terpenting dari proses ini adalah roasting kopi! Meskipun ada beberapa roast level yang berbeda untuk dipilih, dua yang paling umum adalah light roast dan dark roast. 

Apakah proses roasting kopi akan mempengaruhi cita rasa kopi yang kita minum? Tentu saja! Oleh karena itu, penting untuk tahu level roast apa yang pas untuk secangkir kopi kesukaanmu!

Apa itu light roast dan dark roast? Lalu apa yang dimaksud dengan istilah roasting lain seperti medium roast? 

Berikut Lakopi merangkumnya untuk kamu! Simak sampai selesai, ya!

Roasting
Credit: Battlecreek Coffee Roasters (Unsplash)

Seberapa Penting Proses Roasting Kopi?

Kita tentu tidak bisa menikmati secangkir kopi dengan biji kopi yang langsung kita petik dari pohon. Itulah mengapa proses pengolahan kopi ini sangat panjang. Dan itu juga menyatakan bahwa setiap proses pengolahan ini penting untuk memastikan kopi yang kita minum aman dan tentunya berkualitas. Tidak terkecuali proses roasting kopi.

Dilansir oleh situs kopitree.co.id, sebelum di roasting, biji itu berwarna hijau dan memilik tekstur yang lembut, dengan aroma alami perkebunan yang segar. Proses roasting kopi bertujuan untuk mengubah biji kopi mentah ini menjadi biji yang beraroma renyah dan khas yang kita kenal sebagai kopi.

Dan setiap penikmat kopi memiliki takaran bahkan komposisi yang berbeda, untuk menjadikan secangkir kopi itu lebih bermakna bagi mereka dua variasi kopi, dari berbagai negara asal atau tumbuh di lingkungan yang berbeda, cenderung terasa sangat berbeda, bahkan dengan menggunakan metode dan teknik roasting yang sama.

Ilustrasi quakers coffee
Credit: burmancoffee.com

Tahukah kamu? Proses roasting dan level roasting ternyata berperan besar dalam mempengaruhi cita rasa kopimu, loh!

Dilansir oleh majalah.ottencoffee.co.id mengetahui macam-macam tingkatan roasting pada kopi sama pentingnya dengan mengetahui single origin apa yang akan kamu beli untuk diseduh nantinya.

Tingkatan/ level roasting, cara seduh dan single origin termasuk 3 faktor penting yang akan menentukan seperti apa karakteristik kopi yang akan keluar ketika diseduh. Terdapat beberapa jenis level roasting, yang paling umum adalah light roast dan dark roast.

Apa itu light roast dan dark roast? Apakah ada level roasting yang lain yang juga sering digunakan dan apa perbedaannya? Yuk lanjut simak sampai selesai, ya!

level roasting kopi
Photo by Ochir Erdene on Unsplash

Kenalan dengan Light Roast

Light roast secara umum dapat mudah dikenali karena berwarna lebih terang (versi coklat paling muda) dan tidak ada kilau minyak yang terlalu kelihatan di permukaan biji kopi. Hal ini karena biji kopi ‘light roasted’ cenderung di roasting dalam waktu yang tidak lama –dan kadang dalam suhu rendah.

Dilansir kopitree.co.id proses roasting light roast umumnya menggunakan suhu internal 180° C – 205° C. Pada suhu sekitar 205° C biji akan retak dan akan melebarkan ukurannya. Ini disebut sebagai retak pertama. Jadi light roast adalah biji yang sangrai dalam waktu yang relatif singkat sehingga membuka retak pertama atau first crack.

light roast
Credit: giesencoffeeroasters.eu

Kenalan dengan Dark Roast

Dark roast dapat dikatakan merupakan the opposite dari light roast. Melalui situs roastycoffee.com dijelaskan bahwa dark roast biasanya memiliki biji kopi yang berwarna coklat gelap -bahkan hampir hitam, dan di roasting dalam waktu yang lama juga suhu lebih tinggi.

Dilansir oleh kopitree.co.id untuk mencapai tingkat dark roast, biji kopi di roasting ke dalam suhu 240° C sekitar akhir retak kedua atau lebih. Dark roast jarang di roasting hingga melebihi 250° C karena akan menyebabkan biji kacangnya tipis dan rasanya akan ditandai dengan rasa tar dan arang.

Tahukah kamu? Biasanya kopi yang dalam level dark roast ini terlihat sangat mengkilap karena oil atau minyak (kopi) yang dikandungnya dikeluarkan cukup banyak akibat proses roasting yang lama.

dark roast
Photo by Nathan Dumlao on Unsplash

Lalu Apa itu Medium Roast?

Walaupun kita akan membahas lebih dalam tentang light roast dan dark roast, tentu hal tersebut tidak bisa terlepas dari – in between – keduanya yaitu medium roast. Seperti namanya, medium roast merupakan kondisi tengah antara light roast dan dark roast.

Medium roast menghasilkan warna biji yang lebih sedikit kecoklatan dan tidak memiliki minyak di permukaan biji. Namun, permukaan biji medium roast sudah sedikit lebih halus dibandingkan dengan light roast.

Proses roasting medium roast biasanya menggunakan suhu 210° C sampai dengan 220° C memasuki fase antara akhir retak pertama tapi belum memasuki awal retak kedua. Banyak pecinta kopi menikmatinya karena memberikan keseimbangan sempurna antara keasaman, rasa, dll. Hal ini juga membuat medium roast cukup populer.

medium roast
Photo by Artem Zhukov on Unsplash

Light Roast VS Dark Roast dalam Roasting Kopi

Seperti yang telah dijelaskan di atas, level/ tingkatan roasting biji kopi akan sangat mempengaruhi cita rasa kopi itu sendiri. Apa yang membedakan light roast dan dark roast? Yuk kita bahas!

Body dan Kompleksitas

Body pada karakteristik kopi mengacu pada sifat fisik atau juga dapat dikatakan tekstur. Seperti diantaranya berair, halus, berat, kental atau general mouthfeel.

Light roast biasanya akan memiliki ciri fisik warna lebih cerah dan body lebih ringan. Hal ini dikarenakan biji kopi tidak dipanggang dalam waktu yang lama sehingga kandungan gula yang ada dalam biji kopi tidak terkaramelisasi.

Sebaliknya, dark roast akan memiliki ciri fisik dengan warna lebih dalam dan juga rasa yang lebih kuat. Banyak penggemar kopi yang menikmati kopi dark roast karena bodinya yang lebih dalam dan lebih kental membuat dark roast lebih kaya rasa.

Selain itu, karena dipanggang dalam waktu yang lama dan suhu yang lebih tinggi, dark roast memiliki lebih banyak ‘body’ karena karamelisasi kandungan gula dalam biji kopi.

Bentuk Hati
Credit: Gong TY (Unsplash)

Cita Rasa

Dilansir oleh roastycoffee.com semakin lama kopi di roasting maka cita rasa kopi akan semakin keluar karena karamelisasi. Hal ini juga yang menyebabkan dark roast memiliki cita rasa lebih kuat dibandingkan dengan light roast.

Karena light roast tidak di roasting dalam waktu yang lama dan suhu yang tinggi, maka cita rasa yang keluar dari light roast coffee cenderung seperti rasa biji kopi. Light roast memiliki rasa biji yang segar seperti rasa biji yang baru dipanen dari perkebunan.

Light roast lebih mempertahankan rasa orisinil dari mana biji kopi itu berasal, daripada dark roast. Itulah mengapa, light roast seringkali menggambarkan cita rasa kopi origin dan kualitas kopi itu sendiri.

hasil ekstraksi drip coffee
Photo by Jim Kalligas on Unsplash

Tahukah kamu? Dilansir oleh roastycoffee.com light roast menjadi pilihan banyak roaster untuk mengukur kualitas kopi, loh! Hal ini karena dalam hal rasa light roast lebih komplek, dari mulai fruity, citrus, rasa manis dan bahkan floral notes.

Dark roast cenderung memiliki cita rasa yang smoky, lebih coklat dan memiliki sedikit rasa pahit yang berlebih dibandingkan dengan light roast. Dilansir oleh kopitree.co.id rasa orisinil kopi sendiri sudah hilang karena proses roasting pada dark roast. Kopi akan memiliki rasa pahit dan sedikit terasa bau asap, maupun rasa gosong.

Keasaman/ Acidity

acidity
Photo by Nathan Mullet on Unsplash

Dark roast tentu memiliki tingkat keasaman yang lebih rendah mengingat proses roasting yang panjang dengan suhu yang tinggi. Sehingga tentunya, kopi dengan biji dark roast lebih aman dan mudah untuk dikonsumsi semua kalangan.

Tahukah kamu? Dilansir oleh roastycoffee.com, penelitian yang telah dilakukan mengungkapkan bahwa proses pemanggangan kopi menciptakan senyawa yang berpotensi membantu menurunkan produksi asam lambung dalam tubuh. Jadi, dark roast coffee tentu aman untuk lambung!

Ilustrasi pelanggan kecanduan kafein
Credit: Crystal Shaw (Unsplash)

Tahukah kamu? Selain keasaman, kandungan kafein juga perlu diperhatikan. Kandungan kafein pada light roast lebih tinggi dari dark roast karena pengaruh proses waktu serta suhu saat dilakukan roasting.

Semakin lama proses roasting, maka kandungan kafein akan semakin sedikit. Itulah mengapa, jika kamu mengonsumsi kopi untuk asupan kafein, light roast lebih cocok untukmu karena memiliki kandungan kafein lebih tinggi. Sederhananya, kopi dengan biji light roast memiliki cita rasa lebih lembut, namun dengan kandungan kafein yang lebih tinggi.


Sudah tahu perbedaan light roast vs dark roast? Setelah membeli biji kopi, lakukan roasting sesuaikan dengan selera dan kebutuhanmu, ya!

Kamu bisa mendapatkan biji kopi mentah berkualitas di Lakopi Indonesia, loh! Praktis dan transaksinya mudah! Ayo kunjungi Lakopi.id sekarang!

Salam, Lakopi Indonesia!