Marketplace Kopi: Tidak Hanya Sekedar Penjual dan Pembeli

Marketplace kopi
Credit: Lakopi Indonesia

Marketplace kopi – Perkembangan industri kopi berjalan semakin pesat. Peningkatan konsumsi kopi tentunya sebanding dengan permintaan akan biji kopi.

Berdasarkan data ICO (International Coffee Organization) dilansir situs interaktif.kompas.id konsumsi kopi domestik Indonesia pada periode 2018-2019 mencapai 50,97 persen dari produksinya. Jumlah tersebut tertinggi dibandingkan dengan negara penghasil kopi lainnya, seperti Brasil, Vietnam, Kolombia, dan Etiopia.

Namun, tahukah kamu?

Terlepas dari kebutuhan dan permintaan kopi yang terus meningkat ternyata masih ada kesulitan bagi para pelaku industri kopi di nusantara untuk mendapatkan akses terhadap biji kopi mentah yang berkualitas, loh!

Nah! Hal ini pula yang melatarbelakangi Lakopi Indonesia untuk membentuk marketplace!

Apa itu marketplace dan Lakopi Indonesia? Mengapa industri kopi membutuhkan marketplace?

Yuk kita simak lebih jauh lewat artikel di bawah ini!

biji kopi berkualitas
Credit: Lakopi Indonesia

Apa itu Marketplace?

Dilansir situs niagahoster.co.id marketplace adalah perantara antara penjual dan pembeli di dunia maya. Situs marketplace bertindak sebagai pihak ketiga dalam transaksi online dengan menyediakan tempat berjualan dan fasilitas pembayaran.

Lalu apakah marketplace berbeda dengan online shop?

Tentu saja berbeda!

Perbedaan utamanya terletak pada perantara. Marketplace adalah perantara yang menghubungkan para penjual dengan pembeli. Di sisi lain, online shop atau toko online tidak memerlukan perantara. Penjual langsung menjual produknya di platform mandiri kepada pembeli. Jadi tidak ada perantara sama sekali.

Lalu, mengapa Lakopi Indonesia merupakan marketplace? Yuk kita bahas lebih lanjut!

Ilustrasi pelanggan profesional
Credit: Headway (Unsplash)

Lakopi Indonesia sebagai Marketplace Kopi Greenbeans

Lakopi Indonesia seperti yang dijelaskan sedikit di awal merupakan marketplace kopi yang hadir karena masih adanya kesulitan bagi para pelaku industri kopi di nusantara untuk mendapatkan akses terhadap biji kopi mentah yang berkualitas.

Adanya permasalahan tersebut kemudian memunculkan sebuah ide dan solusi melalui pembentukan marketplace sebagai tempat bertransaksi yang aman dalam sebuah ekosistem marketplace biji kopi mentah.

Apakah yang dimaksud ‘menjembatani’ antara penjual dan pembeli disini?

ilustrasi penjual dan pembeli
Photo by Chris Liverani on Unsplash

Lakopi memungkinkan pengguna (penjual dan/atau pembeli) untuk mencari serta berhubungan dengan pengguna lain baik penjual atau pembeli, mengatur transaksi antara penjual dan pembeli, dan mengakomodir setiap keluhan guna mencari solusi yang menguntungkan kedua belah pihak dengan tetap mengedepankan asas keadilan hukum, transparansi serta akuntabilitas dalam proses perdagangan antar penjual dan pembeli.

Keuntungan Pengguna Marketplace Lakopi

Lakopi sebagai marketplace kopi tentu menawarkan keuntungan bagi penggunanya, baik pembeli maupun penjual. Beberapa keuntungannya di antara lain:

  • Lakopi hadir dengan sebuah konsep dedicated marketplace yang memberi kemudahan bagi para calon pembeli untuk dapat mempelajari spesifikasi kopi dengan lebih mudah.
  • Lakopi memberi kesempatan bagi para pelaku industri kopi untuk berpartisipasi dengan sistem direct trade. 

Yuk kita bahas lebih lanjut mengenai keuntungan yang diberikan dari penggunaan marketplace Lakopi!

keuntungan marektplace
Credit: Lakopi Indonesia

Marketplace sendiri ada untuk tujuan memudahkan penggunanya -yang dalam hal ini adalah penjual dan pembeli biji kopi. Pembeli akan diberikan kemudahan untuk menemukan apa yang ia cari dengan lebih cepat, dengan spesifikasi yang tepat dan mudah dimengerti tentunya.

Selain itu, transaksi yang dilakukan juga akan lebih mudah antara penjual dan pembeli karena melibatkan perantara untuk mencapai kesepakatan tidak lain adalah bentuk dari marketplace itu sendiri.

Kemudian, apa yang membuat Lakopi berbeda?

Direct Trade, Salah Satu Fondasi Marketplace Kopi

Selain memudahkan penggunanya, pembeli dan penjual. Kerja sama antara para penjual (dalam hal ini petani kopi) dilakukan dengan sistem direct trade. Apa itu direct trade?

direct trade
Credit: Lakopi Indonesia

Direct trade atau perdagangan langsung adalah bentuk pengadaan yang biasanya dilakukan oleh coffee roaster, chocolate makers, tea sellers, dan lainnya yang membangun hubungan langsung dengan petani dan pengolah yang menjual produk mereka.

Dilansir oleh majalah.ottencoffee.com, beberapa tahun terakhir isu sustainability adalah topik yang kian serius memasuki industri kopi. Bukan hanya tentang kopi sebagai minuman yang dijual namun juga bagian-bagian yang lain yaitu petani kopi, processor kopi, dan aktor-aktor serta hal yang tak kalah penting dalam proses panjang produksi kopi.

Lalu istilah direct trade muncul, sebagai salah satu pilihan yang dianggap bijak bagi para pelaku yang berperan dalam industri kopi dan demi menjaga keberlanjutan atau sustainability produksi kopi. Apa yang membuat sistem direct trade ini spesial?

petani kopi
Credit: Lakopi Indonesia

Sistem ini tentunya akan membantu kesejahteraan para petani kopi. Mengapa demikian? Buyer yang mengusung sistem direct trade umumnya mencari kualitas, maka mereka kerap membayar harga yang lebih tinggi kepada para petani. Para produsen kopi dibayar dengan harga yang layak sesuai dengan kualitas kopi yang mereka berikan.

Itulah yang Lakopi coba lakukan dengan mengusung sistem direct tradelangsung kepada petani kopi!

Karenanya sistem ini pun dianggap lebih transparan dan saling menguntungkan: petani dibayar lebih (karena kopi mereka yang berkualitas dibayar dengan harga premium), buyer diuntungkan (karena mendapatkan komoditi yang berkualitas), dan konsumen/ peminum kopi juga diuntungkan (karena telah mendapatkan kopi-kopi yang berkualitas).

kopi yang berkualitas
Credit: Lakopi Indonesia

Dilansir oleh majalah.ottencoffee.co.id dalam perkembangannya, sistem ini dianggap mampu memperbaiki seluruh aspek dalam pertanian kopi. Para petani akan berlomba memperbaiki kualitas kopi mereka untuk mendapatkan harga yang bagus, dan pada akhirnya akan ikut meningkatkan kesejahteraan petani pula.


Mengapa marketplace bukan hanya sekedar penjual dan pembeli?

Lakopi sebagai marketplace bukan hanya menjembatani dan menghubungkan antara penjual dan pembeli (dan sebaliknya) namun mengupayakan sustainability serta kesejahteraan petani kopi. Selain itu, sebagai pihak konsumen (pembeli) dipastikan mendapat keuntungan dengan biji kopi yang berkualitas.

Kemudahan mendapatkan akses jual beli terhadap biji kopi mentah atau green beans selain membantu petani dan konsumen tentu industri kopi itu sendiri.

Di tengah pandemi Covid-19, peran marketplace sebagai salah satu e-commerce tentu akan sangat bermanfaat bagi para petani dalam memasarkan hasil produksi dan memudahkan konsumen mendapatkan biji kopi berkualitas dengan lebih mudah dari rumah!

Jika kamu menginginkan biji kopi berkualitas silahkan langsung kunjungi Lakopi.idya!

Salam, Lakopi Indonesia.