Mengenal Black Ivory Coffee, Kopi Mahal dari Kotoran Gajah!

Black Ivory Coffee
Credit: grid.ID

Black Ivory CoffeeKopi pertama kali ditemukan oleh Bangsa Etiopia di benua Afrika sekitar 3000 tahun (1000 SM) yang lalu dan kini sukses menjadi favorit di seluruh dunia.

Tak salah jika kopi merupakan minuman yang memiliki cita rasa nikmat dan aromanya yang khas, membuat kopi menjadi salah satu minuman favorit bagi semua orang.

Selain itu, kopi pun memiliki varian yang berbeda-beda, tergantung dari mana asal kopi tersebut, bahkan ada juga kopi yang memiliki harga yang sangat tinggi di dunia.

Berbicara tentang kopi mahal, mungkin para pecinta kopi sudah tidak asing lagi dengan nama kopi luwak yang dihasilkan dari kotoran luwak.

Namun, ada juga kopi yang tak kalah mahal dari kopi luwak, yaitu Black Ivory Coffee atau kopi gajah. Apakah kamu pernah mendengar tentang kopi gajah?

Jadi, kopi gajah ini merupakan kopi yang diproses melalui kotoran gajah sama seperti kopi luwak yang diproses melalui kotoran luwak.

Selain itu, kopi ini termasuk salah satu kopi termahal di dunia yang berasal dari Thailand dan memiliki cita rasa yang sangat nikmat. Kira-kira bagaimana ya sejarah di balik Black Ivory Coffee? Merangkum dari berbagai sumber, yuk simak artikel ini ya!

Sejarah Black Ivory Coffee

Sejarah Black Ivory Coffee
Credit: brilicious.brilio.net

Awal munculnya Black Ivory Coffee berasal dari ide seorang pengusaha Kanada bernama Blake Dinkin. Pada saat itu, Dinkin terlibat dalam produksi kopi luwak yang berada di Ethiopia.

Namun, setelah setahun ia bekerja di sana, ternyata terdapat kendala atau permasalahan dalam memproduksi kopi luwak. Kendala tersebut terkait dengan etika terhadap hewan luwak atau musang dalam memproduksi kopi.

Kelayakan hidup musang pun sangat tidak diperhatikan, bahkan kandang musangnya juga sangat mengerikan dan tak layak untuk ditempati hewan. 

Pada saat itu juga, Dinkin mendapat berita tentang kondisi yang tak mengenakan dari gajah yang tinggal di Afrika. Bisa dibilang, gajah-gajah itu keluar dari hutan dan memasuki ladang kopi milik para petani dan mulai memakan kopi dan merusak ladang para petani.

Hal tersebut menimbulkan kemarahan terhadap petani yang akhirnya membunuh gajah-gajah tersebut. Mengetahui hal itu, Dinkin pun berpikir kalau gajah yang makan buah kopi secara alami, dapat dimanfaatkan layaknya kopi luwak.

Setelah itu, Dinkin memutuskan untuk melakukan riset tentang kelayakan gajah dan juga jenis buah kopi yang akan diberikan sebagai pakan gajah untuk diambil bijinya.

Awalnya, uji coba produksi kopi dari kotoran gajah ini dilakukan di negara Kanada selama dua tahun. Selanjutnya, kopi gajah mulai disempurnakan prosesnya di kampung gajah kerdil di Sumatera, Indonesia.

Akan tetapi, produksinya pun belum cukup maksimal, sehingga Dinkin berpikir untuk memproduksi di suatu tempat yang di mana gajah-gajah itu diperlakukan secara layak dan jumlahnya cukup banyak untuk diproduksi di dunia. 

Akhirnya, Dinkin memutuskan untuk memproduksinya di negara Thailand, tepatnya di Chiang Rai, yang bekerja sama dengan The Golden Triangle Asian Elephant Foundation, badan amal pemerintah Thailand yang melindungi gajah dengan lingkungan yang layak.

Tak hanya itu saja, Black Ivory Coffee hanya diproduksi selama empat sampai lima tahun di Chiang Rai, kemudian dipindahkan ke Surin karena membutuhkan jumlah gajah yang lebih banyak untuk produksi kopi. Pada tahun 2017, sekitar 27 ekor gajah menghasilkan 150 kilogram Black Ivory Coffee.

Proses Pembuatan Black Ivory Coffee

kopi
Credit: Emre Gencer (Unsplash)

Nah, sebelum menjadi kopi yang nikmat dan siap untuk dihidangkan, tentunya melewati serangkaian proses. Kira-kira bagaimana sih proses Black Ivory Coffee ini? 

Pemberian pakan kepada gajah

Pemberian pakan kepada gajah
Credit: Minews.ID

Untuk proses pemberian pakan, kopi tidak langsung diberikan begitu saja kepada gajah, tetapi harus dicampur dengan makanan lain supaya tidak mempengaruhi rasa biji kopi.

Biasanya, campuran makan yang digunakan, seperti pisang, dedak, dan buah kopi. Setelah sudah dicampur, barulah diberikan kepada gajah.

Selain itu, gajah juga dapat menghirup atau menghisap buah kopi dengan campuran buah yang sudah dihaluskan, seperti minuman smoothie untuk gajah yang menjalani diet. Waktu yang dibutuhkan bisa sampai 15-30 jam untuk gajah mencerna biji kopi di dalam perut.

Pemisahan biji kopi

Pemisahan biji kopi
Credit: republika.co.id

Setelah gajah memakan biji kopi, kemudian biji kopi tersebut akan dikeluarkan bersama kotoran gajah. Umumnya, pemisahan biji kopi ini melibatkan warga setempat, yaitu memisahkan biji kopi yang layak untuk diproses lebih lanjut. Pemilihan ini dilakukan secara detail agar kopi yang dihasilkan benar-benar berkualitas sangat baik.

Pengeringan biji kopi

Pengeringan biji kopi
Credit: brilicious.brilio.net

Proses berikutnya adalah pencucian dan pengeringan. Biji kopi akan dicuci sampai bersih dan dikeringkan dengan panas untuk mengekstrak kafein di dalam biji tersebut.

Setelah sudah kering, biji kopi akan dibelah menjadi dua untuk memastikan apakah sudah kering sempurna atau belum.

Berapa Harga Black Ivory Coffee?

Espresso
Credit: Sahand Hoseini
(Unsplash)

Bisa dibilang, kopi Black Ivory Coffee ini termasuk salah satu kopi termahal di dunia yang dibandrol harga mulai dari Rp1,7 per 35 gram dan bisa mencapai Rp15 juta per kilogram.

Hal ini dikarenakan uang hasil penjualan tersebut akan disumbangkan untuk program konservasi gajah itu sendiri.

Kopi ini juga belum dijual secara bebas karena jumlahnya yang langka dan membutuhkan waktu yang lama dalam memprosesnya. Kopi ini dapat dibeli di Thailand, Maladewa, dan Abu Dhabi.

Bagaimana Cita Rasa yang Dihasilkan dari Black Ivory Coffee?

Sejarah kopi
Credit: Merlene Goulet (Unsplash)

Kopi ini memiliki rasa yang khas dan juga aroma yang berbeda dari kopi lainnya. Teksturnya yang cukup ringan, serta terdapat sensasi cokelat, bunga, bahkan juga rempah-rempah. Proses pencernaan gajah dipercaya menjadi faktor utama dari kopi ini memiliki rasa yang begitu nikmat.

Enzim yang terdapat di perut gajah, dapat memecah protein yang menyebabkan kepahitan dan juga menghasilkan rasa biji kopi yang jauh lebih halus. Kira-kira kamu sudah mencobanya belum nih?


Nah, itu dia sederet informasi mengenai Black Ivory Coffee atau kopi gajah, bahkan prosesnya pun sama seperti kopi luwak. Dengan harganya yang selangit, kamu dapat menikmati sensasi rasa yang khas dari kopi gajah ini.

Kamu juga perlu tahu nih, untuk menghasilkan secangkir kopi yang nikmat tentunya berasal dari biji kopi yang berkualitas. Ingin membelinya tapi bingung di mana?

Tak usah khawatir! Lakopi.id menyediakan berbagai jenis biji kopi yang berkualitas sangat baik dan langsung dipetik oleh para petani. Yuk tunggu apalagi pesan sekarang juga di lakopi.id. Salam Labuhan Kopi.

Suci Risanti Rahmadania
Hidup itu adalah pilihan. Menjadi seorang penulis itu adalah pilihan saya.