Mengenal Kopi Ludah Monyet, Kopi Aneh di Dunia!

Ilustrasi Kopi Ludah Monyet
Credit: hipwee.com

Kopi Ludah Monyet – Kopi merupakan minuman yang sangat favorit di kalangan masyarakat. Beragam cita rasa dan aroma yang dimiliki setiap kopi, tentunya menjadikan kopi suatu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat.

Selain itu, kopi juga memiliki banyak jenis yang sangat populer di dunia, seperti kopi luwak yang diolah melalui hewan untuk menciptakan rasa yang nikmat pada kopi. 

Nah, berbicara tentang kopi yang diolah dari hewan, apakah kamu tahu tentang kopi ludah monyet? Ya, dari namanya saja sudah ketahuan, kopi yang diproses melalui ludah hewan monyet ini.

Mungkin terdengar aneh, tetapi cita rasa yang dihasilkan tidak kalah dengan kopi luwak. Untuk itu, lakopi akan membahas nih dari asalnya kopi itu tercipta dan informasi lain yang terkait dengan kopi ludah monyet.

Buat kamu yang belum mengenal kopi ini, jangan lupa untuk menyimak ya! Merangkum dari berbagai sumber, scroll sampai bawah!

Sejarah Kopi Ludah Monyet

Ilustrasi biji kopi mentah wine coffee
Credit: ictcoffee.com

Awalnya, kopi ludah monyet ditemukan pertama kali di Chikmagalur, Provinsi Karnataka, India, dan di kepulauan Taiwan yang merupakan daerah yang banyak ditanami perkebunan kopi. 

Bisa dibilang, di Taiwan, terdapat hewan sejenis monyet khas yang memiliki tubuh kecil dan berwarna abu-abu atau disebut Forman Macaques dari spesies Rhesus. 

Jenis monyet ini suka sekali memakan buah kopi dan mengunyahnya sampai rasa manis dari buah kopi pun menghilang. Setelah itu, kopi tersebut akan dimuntahkan kembali karena para monyet itu tidak bisa menelan dan mencernanya.

awalnya, hal tersebut membuat resah para petani kopi di sana, kemudian mereka pun mengumpulkan biji kopi yang sudah dimuntahkan oleh monyet-monyet itu.

Biji kopi yang bercampur dengan ludah monyet itu pun kemudian dicuci, dibersihkan, diproses, dan dikeringkan, sesuai dengan metode yang digunakan oleh petani di sana. Hasilnya pun kopi tersebut mempunyai aroma seperti vanila serta cita rasa yang begitu nikmat.

Para petani di sana percaya bahwa ludah dari hewan monyet ini memberikan enzim yang mampu mengubah rasa dan flavor kopi menjadi lebih nikmat dan sempurna.

Jika luwak diproses melalui fesesnya, maka kopi yang berasal dari monyet sedikit berbeda prosesnya. Green bean-nya pun berwarna hijau keabu-abuan karena hasil dari ‘kudapan’ monyet-monyet.

Tak hanya itu saja, bentuk fisik green bean-nya juga sering tidak sempurna karena ada bekas gigitan dari monyet-monyet tersebut.

Budidaya kopi monyet ini terbilang praktik yang relatif baru. Dulu, biji kopi ludah monyet jarang dikumpulkan dan dianggap sebagai limbah alam.

Namun, sejak awal tahun 2000-an, beberapa produsen kopi telah mengumpulkan biji kunyah untuk diolah dan dijual di pasar internasional sebagai kopi specialty seperti kopi luwak.

Tips Seduh dan Cita Rasa Apa yang Dihasilkan Kopi Ludah Monyet?

Biji kopi
Credit: app.emaze.com

Nah, untuk menyeduh kopi ludah monyet ini dapat dilakukan dengan berbagai macam metode, alias sama dengan kopi pada umumnya.

Kamu bisa menggunakan mesin kopi, seperti Pour-over brewers, AeroPress, French press, atau moka pot untuk menyeduhnya. Dijamin, kamu akan menghasilkan secangkir kopi yang kaya akan rasa.

Berbicara soal rasa, kopi ludah monyet ini memiliki rasa yang berbeda dari kopi pada umumnya. Sebab, ludah atau air liur monyet memecah enzim dalam biji kopi dan mengubah profil rasa secara keseluruhan. 

Oleh karena itu, kopi ludah monyet ini memiliki rasa lebih manis dan lebih kompleks dari kebanyakan kopi lain. Cita rasa yang ditonjolkan kopi ini, termasuk cokelat, jeruk, kacang-kacangan, dan vanilla.

Terakhir, kopi memiliki tekstur yang berat, tingkat keasaman yang seimbang, dan sedikit rasa pahit.

Tak hanya itu saja, kopi ludah monyet ini juga memiliki harga yang sangat mahal dan cukup langka. Alangkah baiknya kamu menikmati kopi tanpa campuran bahan apapun, termasuk cream, susu, atau gula.

Sajikan kopi hitam ini dan nikmati nuansa rasa yang halus di setiap tegukan.

Kandungan Kafein dalam Kopi Ludah Monyet

Decaf Coffee Ilustrasi
Credit: majalah.ottencoffee.co.id

Kandungan kafeinnya bergantung pada faktor yang mempengaruhi biji kopi tersebut, seperti jenis kopi yang ditanam, bagaimana proses penyangraiannya, dan metode apa yang digunakan untuk penyeduhan.

Untuk jenis kopi yang ditanam dan dimakan oleh para monyet itu adalah jenis kopi arabika. Bisa dibilang, kopi arabika mengandung lebih sedikit kafein daripada biji kopi robusta.

Selain itu, semakin lama biji kopi disangrai, semakin banyak juga kafein yang terbakarHal tersebut membuat warna biji lebih gelap dan hanya sedikit memiliki kafein.

Biasanya, metode yang digunakan untuk menyangrai biji kopi ini adalah light roast atau medium roast.

Berapa Harga Kopi Ludah Monyet?

Cita Rasa dan Aroma dari Kopi Java Preanger
Credit: infokopi.com

Kopi ludah monyet memang tidak terlalu terkenal seperti kopi luwak. Akan tetapi, jumlah peminatnya pun terus meningkat setiap tahunnya.

Kopi ludah monyet ini dihargai sekitar $320 US atau sekitar Rp4 jutaan untuk 456 gram kopi. Yap, memang cukup mahal harganya karena kopi ini masih sangat langka dan panennya pun hanya sedikit, yaitu sekitar 272 kg pertahunnya.


Nah, itu dia informasi mengenai kopi monyet, mulai dari asalnya hingga harga pasarannya. Meskipun begitu, kopi ini tidak dapat diminum seperti kopi biasanya, mengingat harganya yang sangat mahal, kamu dapat mengonsumsinya pada acara-acara khusus, seperti ulang tahun, pesta makan malam, dan lainnya.

Selain itu, kamu juga perlu tahu kalau secangkir kopi yang nikmat itu berasal dari biji kopi yang berkualitas. Kira-kira belinya di mana ya? Karena pandemi gini jadi susah untuk keluar.

Eits! Tidak usah khawatir! Yuk, kunjungi lakopi.id, perusahaan marketplace yang menyediakan berbagai macam biji kopi sangat baik dan pasti dipetik langsung oleh para petani.

Untuk transaksinya pun kamu langsung ke para petaninya loh! Yuk, tunggu apalagi? Kunjungi lakopi.id sekarang juga. Salam Labuhan Kopi.

Suci Risanti Rahmadania
Hidup itu adalah pilihan. Menjadi seorang penulis itu adalah pilihan saya.