Mengenal Kopi Organik, Kopi Sehat dan Berkualitas!

kopi organik
Photo by Gerson Cifuentes on Unsplash

Segala sesuatu yang berlabel ‘organik’ biasanya akan dianggap lebih sehat dan lebih baik. Makanan dengan bahan organik, sayuran organik, buah organik dan masih banyak yang lainnya.

Lalu bagaimana jika itu kopi? Apakah organik juga bisa menjadi label sehat untuk produk kopi?

Organik identik dengan produk yang lebih sehat dan juga ramah lingkungan. Baik dari proses tanam, pengolahan hingga menjadi produk yang siap untuk dinikmati.

Bagaimana dengan kopi organik?

Apa itu kopi organik dan apakah kopi organik juga lebih baik dan sehat dari kopi non-organik?

Yuk cari tahu! Simak artikel tentang  kopi organik dibawah ini, ya!

ilustrasi kopi organik
Photo by Kurniawan Adhi on Unsplash

Apa Itu Kopi Organik?

Dilansir dari ethicalcoffee.net menurut U.S. Department of Agriculture, standar organik yang harus dipenuhi (dalam hal ini produk kopi) adalah produsen tidak menggunakan bahan sintesis seperti kebanyakan pestisida, herbisida, dan pupuk. Jika sebuah produk dilabeli ‘organik’ setidaknya 95% biji kopi harus ditanam dalam kondisi organik.

Hal tersebut serupa dengan pengertian kopi organik dilansir oleh roastycoffee.com yang menyebutkan bahwa kopi dapat dikatakan organik jika ditanam tanpa menggunakan pupuk berbahan kimia, pupuk sintetis, pestisida, dan Genetically Modified Organisms (G.M.O.s) atau organisme hasil rekayasa genetika.

kopi organik
Photo by Elias Zsakl on Unsplash

Syarat Kopi Mendapatkan Label Kopi Organik

Apa aja sih syarat kopi bisa dikatakan kopi organik?

Apakah dengan membuat penanaman kopi menjadi ‘organik’ sudah bisa membuat kopi yang dipasarkan memiliki label organik?

Sayangnya tidak bisa. Maksud organik dalam produk kopi lebih dari sekedar penanaman menggunakan metode organik. Proses untuk mendapat label ‘organik’ pada kopi membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

Banyak faktor yang menjadi pertimbangan ketika kopi dipertimbangkan untuk sertifikasi organik. Misalnya pupuk kebun kopi harus 100% organik. Beberapa pilihan pupuk organik termasuk kotoran ayam, ampas kopi, bocachi dan kompos umum. Jika pupuk anorganik seperti nitrogen sintetis, fosfat, dan kalium digunakan, maka tanaman yang ditanam tidak dapat disertifikasi organik.

ilustrasi pupuk organik
Credit: gardeningknowhow.com

Dilansir dari situ myrecipes.com oleh majalah.ottencoffee.co.id, Byron Holcomb direktur agribisnis dari Nobletree Coffee mengatakan bahwa kopi organik dapat dikatakan organik jika pertanian kopi tersebut setidaknya menanam kopi mereka selama tiga tahun tanpa menggunakan bahan kimia sama sekali, loh!

Mengapa membutuhkan waktu hingga 3 tahun? Standar tiga tahun diperlukan agar kondisi kebun kopi benar-benar teruji bersih dari sentuhan kimiawi. Legalitas sertifikat organik juga mewajibkan durasi penanaman tiga tahun ini.

Tetapi bahkan tiga tahun produksi tanpa bahan kimia pertanian atau pestisida tidak cukup untuk mendapatkan sertifikasi organik. Di bawah aturan ini, seluruh rantai pasokan, mulai dari pertumbuhan hingga pengiriman bahkan pemanggangan, harus disertifikasi sebagai organik. Wah, rumit juga ya!

pasca panen kopi organik ilustrasi
Photo by Angela Pham on Unsplash

Kopi Organik dan Kaitannya dengan Lingkungan

Dilansir dari majalah.ottencoffee.co.id ternyata tak hanya perihal penanaman organik saja yang menjadi standar kopi organik, tetapi juga proses pascapanennya, seperti yang disebutkan diatas. Selain itu, kopi organik haruslah mengelola limbah kopi seperti kulit ceri kopi dan lain sebagainya dengan baik dan tidak merusak lingkungan sekitarnya.

Dengan kata lain, kopi organik haruslah kopi yang dalam serangkaian prosesnya sama sekali tidak boleh merusak lingkungan, tidak tercemar produk kimiawi dan baik untuk kesehatan para pekerja dan peminumnya kelak.

Perkebunan kopi
Credit: kopiwonosoboblog.wordpress.com

Apa Perbedaan Kopi Organik dan Non-organik?

Sejak tadi kita membahas mengenai kopi organik dan segala keistimewaannya bukan? Lalu apa sih yang membedakan kopi organik dengan non-organik?

Perbedaan terbesar ada di bagian-bagian proses yang tidak kita lihat. Yap! Farming process!

orang bertani kopi
Credit: perfectdailygrind.com

Dalam hal pertanian organik, fokus utama petani adalah semua langkah proses bertani dapat mendukung kesehatan lingkungan dan konsumen. Pertanian organik memulai dengan pupuk alami, seperti pupuk yang berasal dari ampas kopi itu sendiri atau kotoran ternak.

Sedangkan untuk petani kopi konvensional akan memulai prosesnya dengan mengasapi tanah untuk menghilangkan fungisida alami. Langkah selanjutnya adalah menyuburkan tanah dengan pupuk kimia. Kemudian proses selanjutnya masih akan menggunakan bahan-bahan kimia lain.

Dilansir roastycoffee.com dengan membandingkan proses pertanian ini secara berdampingan, sulit untuk menyangkal bahwa perbedaan yang ada cukup besar dalam cara penanaman tanaman kopi ini. Tidak hanya berdampak besar pada lingkungan kita, tetapi juga memiliki konsekuensi pada tubuh kita juga.

Apakah Kopi Organik Lebih Sehat dari Kopi Non-Organik/ Kopi Konvensional?

orang minum kopi
Photo by Nitish Meena on Unsplash

Dilansir dari situs roastycoffee.com dari buku yang ditulis oleh Dee McCaffrey, dengan lebih dari 200 pestisida yang digunakan pada tanaman kopi yang ditanam secara konvensional, kopi non-organik adalah salah satu tanaman yang paling banyak diolah secara kimiawi dari komoditas pertanian mana pun di dunia.

Penggunaan pestisida dan bahan kimia menjadi salah satu hal yang tidak sehat dalam proses tanam kopi non-organik. Ketika berbicara tentang kopi konvensional, ada dua kelompok yang akan terpengaruh kesehatannya dari penggunaan bahan kimia,  yang pertama adalah orang-orang yang memetik dan menangani buah kopi selama tahap pertanian dan pengolahan dan yang kedua adalah kita sebagai konsumen.

pestisida ilustrasi
Credit: bobvila.com

Kesimpulannya, apakah kopi organik lebih sehat dan lebih baik?

Berbicara tentang kopi organik, tidak diragukan lagi fakta bahwa biji yang lebih bersih juga sama dengan udara, air, dan tanah yang lebih bersih. Ini karena tidak ada pupuk sintetis atau bahan kimia yang digunakan dalam memproduksi kopi.

Dari roastycoffee.com menyatakan bahwa meskipun kopi konvensional masih mempertahankan manfaat kesehatannya di bawah penggunaan pestisida, biji kopi organik lebih tinggi kandungan antioksidannya dan kaya akan nutrisi.

Kamu juga bisa baca tips membuat kopi sehat di sini!

At the end, kita tetap harus memperhatikan apa yang kita konsumsi, bukan?

makan sehat
Photo by Pablo Merchan Montes on Unsplash

Bagaimana dengan kopi di Indonesia? Apakah para petani kopi di Indonesia sudah menerapkan metode bertani secara organik?

Dilansir majalah.ottencoffee.co.id metode bertani kopi organik dan hasilnya mungkin sudah ada tapi belum semua. Untuk membuat kopi organik tentu akan memerlukan biaya produksi yang sedikit tinggi dan pertanian konvensional harus diedukasi untuk sampai ke taraf itu. Meski begitu kopi organik di Indonesia kini telah bertumbuh dan optimis mengarah ke arah lebih baik.


Bagaimana? Sudah tahu apa itu kopi organik?

Jangan lupa untuk membeli biji kopi berkualiatas terbaik! Kamu bisa mendapatkan biji kopi berkualitas terbaik di Lakopi.id, market place yang menyediakan berbagai macam biji kopi mentah berkualitas yang mana trade-nya juga langsung ke petaninya, loh!

Silahkan langsung kunjungi Lakopi.id untuk mendapatkan biji kopi terbaik versimu!

Drink your coffee healthily and happily!

Salam, Lakopi Indonesia!