Omni Roasting, Apa Sih Itu?

omni roasting
Credit: Gregory Hayes (Unsplash)

Omni Roasting – Sebelum memasuki pembahasan omni roasting, apakah kamu tahu? Kalau biji kopi yang sudah melewati proses panen tidak langsung bisa dinikmati sebagai minuman favoritmu. Tentu saja ada tahapan proses selanjutnya dalam mengolah biji kopi untuk menjadi secangkir kopi yang nikmat.

Kira-kira kamu tahu tidak nih? Apa saja prosesnya? Nah, salah satunya adalah tahapan menyangrai kopi atau disebut dengan roasting kopi.

Roasting merupakan proses penyangraian biji kopi mentah yang sudah dipilih atau disortasi sampai matang sempurna. Tak hanya itu saja, selesai me-roasting kopi pun kamu akan mencium aroma harum dari biji kopi yang telah disangrai.

Namun, apakah kamu tahu? Kalau proses roasting ternyata memiliki turunan yang disebut omni roasting? Kira-kira apa sih itu? Merangkum dari berbagai sumber, Yuk simak ya!

Apa Itu Omni Roasting?

Omni Roasting
Credit: Battlecreek Coffee Roasters (Unsplash)

Omni roasting merupakan biji kopi yang telah disangrai sedemikian rupa, sehingga biji kopi tersebut bisa diseduh dengan berbagai metode penyeduhan.

Omni roasting ini memiliki gagasan bahwa berbagai jenis kopi dapat diseduh menggunakan metode penyeduhan apa pun, baik itu seperti metode press, filter, espresso, atau cold brew.

Tak hanya itu saja, kopi yang sudah disangrai dengan baik, kemudian akan diolah oleh para barista untuk menemukan rasa yang pas saat menyeduh kopi.

Namun, bukan berarti setiap kopi akan mengeluarkan rasa yang sama menggunakan metode berbagai penyeduhan atau cocok dengan setiap metode penyeduhan.

Metode french press akan menonjolkan bentuk kopi dan mungkin akan terasa sedikit fruity, sedangkan espresso akan menonjolkan keasaman, dan aroma citrus.

Tips Omni Roasting

Roasting
Credit: Battlecreek Coffee Roasters (Unsplash)

Beberapa roaster tidak mengubah karakteristik roasting-nya sama sekali saat melakukan omni roasting sebagai tujuan mereka untuk menemukan sangrai yang optimal bagi kopi.

Selain itu, mengubah dan menemukan cita rasa yang sempurna saat menyeduh kopi merupakan tugas dari seorang barista.

Teknik omni roasting ini lebih banyak mengandalkan barista karena beberapa kopi, terutama menggunakan teknik light roast, cenderung lebih asam saat diseduh sebagai espresso.

Untuk itu, barista harus dapat menyeimbangkan rasa pada secangkir kopi, agar tingkat keasaman tidak terlalu asam dan juga jangan terlalu berlebihan saat mengekstrak kopi.

Di sisi lain, kopi jenis ini juga sangat bergantung pada grinder atau penggiling karena perlu digiling sampai halus agar lebih mudah larut dan biasanya menyebabkan panas pada grinder serta membuat gumpalan besar pada grinder. Nah, hal itu sering menyebabkan ekstraksi yang tidak merata saat menyeduh espresso.

Tips lain untuk omni roast, yaitu dengan memperlambat proses roasting dikarenakan hal ini dapat menurunkan tingkat keasaman dalam kandungan kopi dan dapat meningkatkan rasa yang halus pada kopi itu sendiri.

Sebab, keasaman yang terkandung pada kopi menjadi salah satu masalah yang membuat rasa kopi menjadi tidak enak saat menyeduh espresso.

Oleh karena itu, dengan memperlambat proses roasting dapat membantu menurunkan tingkat keasaman dalam kandungan kopi dan juga lebih mudah larut, sehingga mudah untuk diekstraksi oleh barista.

Namun, tips ini juga memiliki kelemahan, yaitu dapat menghilangkan beberapa rasa dari kopi itu sendiri dan kopi akan terlihat lebih gelap, bahkan jika di-roasting dengan cahaya.

Sangrai seperti Apa yang Menghasilkan Kopi yang Nikmat?

menggiling kopi
Credit: Ashkan Forouzani (Unsplash)

Biji kopi yang telah disangrai dengan sempurna, pada umumnya dianggap memiliki sederet karakteristik, seperti:

  • Biji kopi menunjukkan karakteristik tempat, yaitu tempat di mana biji kopi itu berasal.
  • Memiliki rasa yang spesifik dan dapat diidentifikasi secara jelas dan objektif, seperti rasa cokelat, fruity, dan lain-lain.
  • Rasa yang seimbang, kaya rasa, dan juga biji kopi yang berkembang dengan baik tanpa adanya kerusakan.
  • Terakhir, biji kopi tidak terlalu asam (warna terlalu terang) atau terlalu pahit (gosong)

Namun untuk setiap kopi yang nikmat, ada beberapa karakteristik yang bisa dipilih oleh seorang roaster. Umumnya, seorang roaster yang baik tahu bagaimana menonjolkan karakteristik biji kopi sesuai dengan kebutuhan coffee shop atau pelanggannya.

Apakah Omni Roasting Perlu Dipertimbangkan?

Roasting
Credit: Battlecreek Coffee Roasters (Unsplash)

Jawabannya adalah tentu saja dan tergantung kepada siapa roaster akan menjual hasil roasting-nya itu. Jika seorang roaster menyangrai biji kopi untuk coffee shop atau barista yang berpengalaman dan memiliki mesin serta penggiling espresso yang canggih, lebih baik para roaster harus mempertimbangkan terlebih dahulu jika memberikan kopi dari hasil teknik omni roasting untuk mereka.

Namun, jika pelanggan yang dituju merupakan pelanggan yang kurang berpengalaman atau bahkan masih belajar, ada baiknya para roaster melakukan teknik omni roast yang lebih lambat atau ringan dan membuat ekstraksi yang lebih mudah bagi mereka.

Secara keseluruhan, teknik omni roasting merupakan teknik yang bagus dan simpel untuk para pelanggan. Terlebih, dengan teknik ini mereka dapat menyeduh kopi dengan berbagai metode penyeduhan untuk menghasilkan rasa yang nikmat pada secangkir kopi.


Nah, itu dia informasi dan tips menggunakan teknik omni roasting. Jika kamu seseorang yang baru masuk ke dunia perkopian atau baru belajar dalam mengolah kopi, lebih baik meminta kepada roaster untuk menyangrai kopi dengan teknik omni roasting.

Sebab, kamu dapat menyeduh kopi apa saja dengan berbagai metode penyeduhan, seperti filter, espresso, french press, v60, dan lain-lain.

Selain itu, kamu perlu tahu juga kalau biji kopi yang nikmat saat diminum berasal dari biji kopi mentah yang sangat berkualitas. Wah mau tahu bagaimana cara membelinya?

Yuk kunjungi lakopi.id, perusahaan marketplace yang menyediakan berbagai jenis biji kopi mentah dan berkualitas, bahkan langsung dipetik oleh para petani. Salam Labuhan Kopi.

Suci Risanti Rahmadania
Hidup itu adalah pilihan. Menjadi seorang penulis itu adalah pilihan saya.