Pengaruh Ketinggian Terhadap Rasa Kopi

Coffee farm
Credit: Pixabay (@Trung_Le)

Ketinggian penanaman kopi ternyata memiliki pengaruh dan merupakan salah satu faktor keberhasilan dalam menghasilkan kopi berkualitas. Biasanya kopi yang ditanam di wilayah yang mempunyai elevasi lebih tinggi sering diminati oleh banyak penggemar. Deskripsi yang menyertakan level ketinggian pada label produk kopi single origin yang dijual dapat menarik perhatian mereka yang mungkin tidak tahu akan pengaruh ketinggian terhadap cita rasa kopi.

Bahkan jika mau melihat ke dalam lagi, kopi yang memenangkan berbagai kejuaraan kopi dunia sering berasal dari daerah tanam yang cukup tinggi. Penasaran dengan pengaruh ketinggian terhadap rasa dan karakter kopi yang akan dihasilkan?

Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Pengaruh Ketinggian Penanaman Kopi terhadap Cita Rasa

Elevasi atau tingkat tingginya suatu wilayah memberikan pengaruh langsung pada cita rasa kopi yang dihasilkan. Mulai dari segi ukuran, bentuk, dan rasa kopi itu sendiri. Satuan ketinggian yang digunakan adalah meter di atas permukaan laut, atau yang disingkat dengan mdpl.

Berikut adalah urutan ketinggian penanaman kopi yang bisa kamu ketahui.

Pengaruh ketinggian kopi terhadap rasa
Credit: George Howell Coffee

600 mdpl – 900 mdpl

Di ketinggian ini tanaman kopi mempunyai potensi kandungan rasa dengan kesan mild dan karakter rasa lembut. Contohnya seperti biji kopi yang berasal dari Hawai dan daerah produsen kopi yang tumbuh di rentang ketinggian tersebut.

900 mdpl – 1.200 mdpl

Pada ketinggian ini senyawa rasa akan menghasilkan manis yang ringan dan sensasi lembut pada sajian kopi. Daerah yang memproduksi jenis kopi ini berasal dari Brazil yang mempunyai ciri khas rasa demikian di beberapa daerah.

1.200 mdpl – 1.500 mdpl

Di ketinggian ini umumnya kopi mempunyai potensi karakter rasa asam citrus, kacang-kacangan dan rasa coklat. Wilayah yang memproduksinya seperti Kosta Rika, Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Nikaragua, dan Meksiko.

1.500 mdpl dan seterusnya

Wilayah yang memproduksi kopi di ketinggian ini, tidak lain adalah jajaran Ethiopia, Kenya, Guatemala, Kolombia, Sulawesi dan Papua New Guinea. Negara-negara tersebut mempunya karakter rasa yang beragam dan sesuai dengan ciri khas daerahnya. Tetapi, secara umum tergolong berpotensi mempunyai karakter asam buah berry dan sedikit rasa rempah dengan kesan wangi bunga.


Tingkat ketinggian tanaman juga dapat mempengaruhi bentuk fisik dari biji kopi tersebut. Contohnya terdapat perbedaan pada bentuk biji. Apakah berbentuk kecil padat atau besar? Apakah berat atau ringan? Kemudian dari segi warna apakah berwarna jade, kehijauan, atau kecoklatan? Semua perbedaan tersebut dapat dipengaruhi oleh tingkat ketinggian tanam.

Sejauh ini, kopi yang sering menjadi favorit adalah yang ditanam pada ketinggian lebih dari 1.300 mdpl. Kopi yang ditanam pada ketinggian tersebut memiliki bentuk yang sangat padat, fizzure line-nya cenderung rapat dan berbentuk sedikit zig zag atau miring.

Hal ini terjadi karena lingkungan sekitarnya berupa daerah tinggi, mulai dari tingkat kelembaban hingga kondisi udara, menjadikan pertumbuhan buah kopi cenderung lambat. Hal tersebut yang menjadi penyebab hasil produksi kopi yang ditanam dari daerah tinggi cenderung lebih sedikit dan menjadi mahal jika dibandingkan dengan jenis tanaman dari wilayah dataran rendah.

Selain itu, biji kopi yang ditanam di daerah dengan ketinggian yang rendah biasanya cenderung kurang padat dengan fissure yang sedikit terbuka. Indografis yang cukup menggambarkan pengaruh level ketinggian tanam terhadap karakter kopi yang dihasilkan.

Semakin Tinggi, Rasa Semakin Baik

Semakin tinggi wilayah penanaman kopi maka kualitas kopi yang dihasilkan semakin baik. Karena pada wilayah yang tinggi tanaman dapat menghasilkan rasa dan karakter yang dianggap menakjubkan. Selain itu pertumbuhannya juga dijaga. Kopi yang ditanam di daerah tinggi umumnya akan menghasilkan karakter-karakter favorit banyak peminum kopi seperti acidity, aromatic, dan flavourful.

Sedangkan kopi yang ditanam di daerah yang rendah biasanya mempunyai karakter dengan tingkat acidity rendah dan karakter yang tidak terlalu banyak. Tetapi, tingkat ketinggian tanaman tersebut hanyalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi kualitas kopi. Karena, Anda juga harus memperhatikan beberapa proses penting lainnya.

Contohnya seperti pengolahan kopi, roasting, hingga cara penyeduhannya. Untuk dapat menikmati kopi yang nikmat memang harus membutuhkan effort yang lebih karena hasil perjalanan panjang yang sudah dilalui sangat penting.

Demikianlah penjelasan tentang pengaruh ketinggian penanaman kopi terhadap kualitas kopi. Meskipun begitu masih banyak faktor lain yang akan mempengaruhi kualitas mutu cangkir kamu seperti jenis, grade, pasca panen, varietas pada greenbean ataupun jenis roasting, level roasting, ataupun teknik penyeduhannya. Oleh karena itu, pastikan kamu mendapatkan pengalaman mencicipi kopi dengan ketinggian yang berbeda atau origin yang berbeda yang bisa kamu temukan di Labuhan Kopi.

Annisa Tsamarah
Tiga hal yang membuat saya sangat menikmati hidup : Movie, Coffee, Book