3 Hal yang Perlu Kamu Ketahui tentang Pertanian Kopi!

pertanian kopi
Photo by Rodrigo Flores on Unsplash

Pertanian kopi – Penanaman dan pertanian kopi merupakan bagian besar dari industri kopi. Perjalanan panjang kopi untuk sampai dalam bentuk secangkir kopi yang nikmat di pagi hari tentu diawali dengan penanaman kopi itu sendiri.

Coffee farming atau pertanian kopi sendiri di Indonesia hanya ada di beberapa daerah yang memang dapat ditumbuhi oleh tanaman dari spesies Coffeea ini. Tentu saja sudah kamu ketahui dari beberapa artikel sebelumnya bahwa permintaan akan kopi terus meningkat. Oleh karena itu, produsen kopi ‘harus’ menyediakan kopi sesuai dengan permintaan pasar.

Selain faktor permintaan, pertanian kopi juga dipengaruhi hal-hal lain salah satunya seperti yang pernah Lakopi bahas yaitu perubahan iklim. Namun, selain perubahan iklim kira-kira apa saja yang harus kita ketahui dari pertanian kopi?

Yuk kita simak lewat penjelasan di bawah ini!

biji kopi arabika
Photo by Clint McKoy on Unsplash

Pertama: 3 Tipe Pertanian Kopi yang Perlu Kamu Tahu!

Sebelum membahas lebih jauh, mari kita bedakan dulu jenis pertanian kopi yang kita bahas untuk memudahkan. Dilansir oleh situs crazycoffeecraves.com, ada 3 tipe pertanian kopi yaitu:

Pertanian Kopi Organik atau Organic Coffee Farms

Pertanian organik melibatkan non-penggunaan pestisida, pupuk, dan bahan kimia lainnya untuk meningkatkan kualitas hasil. Hasil panen sangat sehat dan mempercepat pematangan buah beri dengan cara yang benar dalam beberapa minggu. Selain proses pertanian yang non bahan kimia, tentu ramah akan lingkungan. Kopi dapat dikatakan organik jika:

  • Di produksi tanpa pestisida atau bahan kimia selama tiga tahun terakhir.
  • Tumbuh khususnya tanaman kopi organik. Tidak ada perubahan pergerakan soli atau hujan di pertanian
  • Metode pengendalian hama yang digunakan tidak menggunakan pestisida, dan tanah dipupuk melalui kompos agar bebas bahan kimia.

Ingin mengetahui lebih banyak tentang kopi organik? Klik di sini!

ilustrasi pupuk organik
Pupuk Organik, Credit: gardeningknowhow.com

Pertanian Produksi Tinggi atau High Production Farms

Sekitar 20% pertanian yang tidak dimiliki oleh keluarga dioperasikan dengan cara ini. Komersialisasi penanaman kopi di Meksiko dan Vietnam adalah contoh yang sangat baik dari perkebunan dengan hasil kopi yang tinggi. Pertanian kopi ini (tentu saja) memproduksi kopi dengan kuantitas yang lebih dari pertanian kopi biasanya.

Pertanian Kecil Milik Keluarga atau Small family-owned farms

Tahukah kamu? Dilansir oleh crazycoffeecrave.com 80% kopi dunia ditanam oleh petani skala kecil. Lebih dari 125 juta orang bergantung pada pertanian kopi untuk mata pencaharian mereka. 25 juta adalah petani kopi. Nah! Itulah mengapa kita harus ikut membantu mensejahterkan petani kopi!

Salah satu caranya yaitu dengan menjual biji kopi melalui sistem direct trade atau langsung ke petani kopi seperti Lakopi Indonesia!

petani kopi
Credit: Lakopi Indonesia

Kedua: Kondisi Lingkungan yang Dibutuhkan pada Pertanian Kopi

Walaupun setiap negara bahkan daerah memiliki ciri khas yang berbeda-beda pada pertanian kopi mereka, beberapa diantaranya memiliki kesamaan kondisi yang mendukung pertanian kopi. Apa saja kira-kira? Yuk kita simak!

Kedalaman Tanah

Saat akan menanam kopi, kamu perlu memperhatikan tanah yang akan menjadi media tanam. Saat akan membahas tanah, pertimbangkan juga komposisi (termasuk tekstur tanah) dan kandungan kimia di dalamnya (elemen dan mineral penting). Hal ini karena pertumbuhan struktur akar pohon kopi menggabungkan kedua faktor ini.

Menurut UN Food and Agriculture Organization (FAO) masing-masing pohon kopi akan memiliki banyak akar dengan jenis akar yang tumbuh kuat dan memiliki banyak akar sekunder. Akar sekunder terletak di dalam 30 cm bagian atas tanah, dan fungsinya untuk memulihkan air tanah dan unsur hara. Karena itu, elemen esensial sangatlah penting – dan tanah dengan pH yang liat memastikan pohon kopi dapat menyerap nutrisi dengan baik.

Di Indonesia sendiri, menurut Pusat Penelitian dan Perkembangan Perkebunan melalui situsnya perkebunan.litbang.pertanian.go.id menjelaskan bahwa di Indonesia secara umum baik jenis kopi arabika maupun robusta mempunya karakteristik kedalaman tanah efektif lebih dari 100 cm dengan tekstur tanah berlempung (loamy) dengan struktur tanah lapisan atas remah. Keasaman atau pH tanah berkisar 5,5 – 6,5.

orang bertani kopi
Credit: perfectdailygrind.com

Unsur dan Mineral yang Dibutuhkan untuk Tanaman Kopi

Tanaman kopi memiliki 16 unsur penting yang harus ada saat penanaman agar tanaman kopi tersebut ternutrisi dengan baik. Berikut unsur yang dibutuhkan dibagi menjadi 4 grup berdasarkan fungsi dan kepentingan.

  • Grup 1: Karbon, oksigen, dan hidrogen.
  • Grup 2: Nitrogen, fosfor, dan kalium. Juga dikenal sebagai “macronutrients”. Tanaman kopi membutuhkan sejumlah unsur ini untuk menjamin sehatnya tanaman kopi.
  • Grup 3: Kalsium, magnesium, dan belerang. Dikenal sebagai “elemen/ unsur sekunder” karena tidak dibutuhkan sebanyak makronutrien.
  • Grup 4: Seng, boron, mangan, molibdenum, besi, tembaga, dan klorin. Dikenal sebagai “unsur mikro”, penting tetapi tidak sepenting kelompok lain.
penggunaan lahan
Credit: lisa.id

Panas yang Konsisten! Penting untuk Pertumbuhan Tanaman Kopi

Ketinggian adalah salah satu faktor penting bagi tanaman kopi untuk berkembang. Contohnya seperti tanaman kopi di Brazil terletak di ketinggian 1900 mdpl, yang pada daerah tersebut merupakan kondisi yang sangat baik untuk menanam kopi.

Untuk tanaman kopi di Toraja dan Sumatera adalah dua biji kopi berkualitas tinggi yang sudah dikenal dan dinikmati oleh penikmat kopi dunia. Kopi Toraja dan Sumatera bahkan ada yang di tanam dengan ketinggian mencapai 6000 mdpl. Ketinggian mempengaruhi kualitas kopi dan tentu kualitas akan mempengaruhi harga.

Kamu ingin mencari biji kopi mentah berkualitas dari Toraja atau Sumatera? Silahkan kunjungi Lakopi.id dan temukan biji kopi mentah pilihanmu!

ilustrasi varietas kopi
Credit: pinterest.com

Ketiga: Kondisi Lingkungan yang Akan Mempengaruhi Pertanian Kopi

Perubahan suhu karena iklim: peningkatan suhu global akibat perubahan iklim berdasarkan laporan dari IPCC akan memberikan beberapa efek pada produksi kopi dalam beberapa tahun kedepan. Berdasarkan laporan yang sama pula, IPCC menyatakan bahwa Amerika Selatan dan Afrika akan mengalami penurunan besar dari produksi kopi karena perubahan kondisi iklim.

Hujan: hujan yang optimal akan sangat membantu pertumbuhan kopi. Saat hujan tidak turun/ langka maka daun kopi akan mulai mengering, dan ini akan menyebabkan percepatan pematangan. Kandungan kafein dalam kopi akan berkuran drastis dan antioksidan akan habis sehingga membuat kopi -tentunya, tidak berkualitas. Ini juga akan menurunkan tingkat produksi kopi.

shade-grown
Credit: Big River Coffee Company via bigrivercoffee.co

Peningkatan kopi yang semakin meningkat tentu harus diiringi dengan produksi yang kuat dan berkualitas! Itulah tantangan para petani kopi saat ini untuk tetap mempertahankan produksi dan kualitas dari kopi yang mereka tanam.

Jangan lupa kunjungi Lakopi.id untuk mencari biji kopi mentah pilihanmu! Lakopi langsung membelinya lewat petani kopi karena memiliki sistem direct trade, loh! 

Happy brewing!

Salam, Lakopi Indonesia!