Pour Over Coffee: Apa yang Perlu Dilakukan dan Dipersiapkan?

Pour over coffee
Credit: unsplash.com (Rene Porter)

Pour over coffee merupakan teknik penyeduhan kopi dengan mengalirkan air ke dalam bubuk kopi untuk selanjutnya turun kedalam pot server atau pot saji. Metode ini memiliki tujuan untuk mengeluarkan profil rasa yang lebih jernih dari secangkir kopi.

Pada artikel sebelumnya kita telah membahas mengenai 4 metode terbaik brewing coffee dari rumah aja, loh! Salah satunya adalah metode pour over. Masih ingat apa itu metode pour over?

Metode pour over yang kita kenal saat ini contohnya adalah V60, Chemex, dan Kalita Wave. Jika kamu pergi ke kedai kopi, pasti setidaknya ada satu diantara ketiga alat pour over tersebut.

Sebelum mengenal lebih jauh metode ini, yuk kita simak beberapa hal menarik dari metode pour over!

Sejarah Singkat Pour Over Coffee

Selama berabad-abad, orang di seluruh dunia membuat kopi dengan memanaskan kopi bubuk dalam panci berisi air, seperti dalam tradisi Arab Saudi dan Turki. Namun pada tahun 1900-an, seorang wanita Jerman bernama Amalie Auguste Melitta Bentz merasa tidak puas dengan rasa kopi perkolator dan ampas yang tertinggal di cangkirnya.

Amalie mulai membuat prototipe metode penyeduhan alternatif dan menghasilkan teknik menggunakan kertas minyak dan kaleng yang dia tusuk dengan paku. Cara tersebut kemudian menghasilkan kopi yang tidak begitu pahit dan bebas ampas.

Pada Juni 1908, Amalie mengajukan paten untuk filter kertas dan perusahaan Melitta didirikan.

Amalie dan suaminya Hugo mempresentasikan filter mereka di Leipzig Trade Fair pada tahun 1909 dan produk mereka meraih sukses besar. Di tahun 1930-an, Melitta memperkenalkan filter berbentuk kerucut yang kita kenal sekarang.

coffee filter
unsplash.com (Peter Oslanec)

Mengenal Alat-alat Pour Over Coffee

Kali ini Lakopi akan membahas 3 alat paling populer yang digunakan dalam metode pour over! Apa aja? Yuk kita simak!

Pour Over dengan Chemex

Perkembangan metode pour over kemudian memunculkan alat-alat yang bervariasi salah satunya adalah chemex. Design yang unik dan gampang digunakan membuat chemex memiliki banyak penggemar.

Chemex ditemukan oleh ahli kimia Jerman Peter Schlumbohm pada tahun 1941. Peter Schlumbohm dilaporkan sebagai karakter eksentrik dengan fokus pada peningkatan efisiensi dan kenikmatan objek sehari-hari.

Chemex
Credit: Majalah Otten Coffee

Tahukah kamu?

Dikutip dari perfectdailygrind.com, pada tahun 1959, Hourglass Chemex Coffeemaker yang khas dinyatakan sebagai salah satu desain terbaik zaman modern dan perangkat yang sangat praktis!

Hario V60

Hario didirikan di Tokyo pada tahun 1921 dan mulai memproduksi produk kaca untuk penggunaan bahan kimia. Perangkat V60-nya dikembangkan untuk meningkatkan pemegang filter yang ada.

V60  memiliki kerucut pada sudut 60°. V60 memiliki fitur spiral rib yang memungkinkan udara keluar, sehingga memaksimalkan perluasan bubuk kopi.

hario v60
Credit: Kurasu Kyoto

Kalita Wave

Kalita wave juga merupakan penemuan dari Jepang. Kalita wave memiliki fitur dasar dengan tiga lubang hasil filter yang akan menciptakan satu cangkir kopi yang segar.

Dripper pada Kalita wave juga dirancang untuk membuat kontak minimal dengan filter, memungkinkan konsistensi suhu dan penyebaran air yang merata.

Kalita wave
Credit: The Coffee Lab

Apa Saja yang Dibutuhkan untuk Membuat Pour Over Coffee?

Secara umum, untuk membuat kopi dengan metode pour over hanya membutuhkan peralatan dasar dan filter. Silahkan pilih salah satu alat metode pour over, sediakan filter dan kettle maka pour over coffee siap dibuat!

Eitss! Jika kamu punya timbangan/ digital scale sangat boleh kamu gunakan, loh! Penggunaan digital scale akan membantu mendapatkan consistently-good coffee!

alat kopi
Credit: Nathan Dumlao (Unsplash)

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Pour Over Coffee!

Sebelum memulai metode pour over, berikut hal yang harus diperhatikan:

Karakteristik Biji Kopi yang Digunakan

Dalam hal ini, sebelum melakukan metode pour over kita harus memperhatikan biji kopi yang kita gunakan. Roasting profile dan grind size sangat menentukan cita rasa dalam metode pour over.

Karena metode pour over bekerja dengan baik untuk menonjolkan aroma dan aroma yang halus, roast ringan mungkin pilihan tepat. Namun, tentu kita bisa memilih medium dan dark roast sesuai dengan selera kita ya!

Grind size sangat mempengaruhi tingkat ekstraksi. Pour over adalah metode infus, yang berarti kopi dan air bersentuhan dalam waktu yang lebih singkat daripada metode perendaman, tetapi lebih lama dari pada espresso.

Baiknya, grind size untuk metode pour over dimulai dari medium. Kemudian selanjutnya dapat kita sesuaikan dengan kebutuhan. Jika agak encer atau asam, coba gilingan yang lebih halus. Jika rasanya pahit dan tidak ada rasa manis, coba gunakan grind size yang sedikit lebih kasar.

 

Grinder manual
Credit: Inibaru.id

Rasio Kopi dan Air yang Digunakan

rasio air ilustrasi
Credit: unsplash.com (Rene Porter)

Banyak rasio perbandingan kopi dan air yang beredar untuk metode pour ever, namun 1:17 (1 gram kopi untuk 17 gram air) adalah yang biasa digunakan. Buatlah beberapa dengan menggunakan rasio yang ada, dengan tetap memperhatikan faktor lain seperti grind size dan suhu air untuk menemukan rasio yang sesuai seleramu!

Jika hasil ekstraksi encer atau lemah, tambahkan lebih banyak kopi tanpa mengubah faktor lain dan evaluasi apakah rasanya lebih enak. Jika ekstraksi terlalu pekat, pertimbangkan untuk mengurangi jumlah kopinya, dst hingga menemukan ramuan yang pas untukmu.

Oh ya! Jangan lupa untuk menggunakan filtered water karena air mengandung mineral dan kontaminan yang mempengaruhi rasa hasil estraksi.

Teknik Pouring yang Tepat

teknik pouring over coffee
Credit: unsplash.com (Patrick Fore)

Teknik pouring dalam metode pour over yaitu Blooming, Pulse Pouring dan Agitation. Jika kita baru mencoba metode pour over ada baiknya untuk konsisten dengan bagaimana kita melakukan pouring dan belajar menggunakan blooming, pulse pouring dan agitation untuk mendapatkan ekstraksi yang merata.

Blooming atau the bloom adalah gelembung air yang terjadi saat pertama kali melakukan pouring. Pulse pouring adalah menuangkan air beberapa kali dalam jumlah tertentu. Sedangkan agitation merupakan tindakan yang dilakukan untuk menyebarkan ampas yang bisa dengan mengaduk atau memutar ekstraksi.

Bagaimana? Apa lagi yang ditunggu? Siapkan alat pilihanmu, dan kamu siap melakukan metode pour over!


Jangan lupa! Pemilihan biji kopi dengan roasting dan grind size yang tepat sangat penting untuk metode pour over! Kamu bisa cari biji kopi berkualitas dengan berbagai jenis/macam kopi di Lakopi.id!

Lakopi.id merupakan market place yang menyediakan berbagai macam biji kopi mentah berkualitas yang mana trade-nya juga langsung ke petaninya! Wah!

Silahkan langsung kunjungi Lakopi.id untuk mendapatkan biji kopi terbaik versimu dan jangan lupa!

Drink your coffee healthily and happily!

Salam, Lakopi Indonesia.