Suka Duka Barista yang Kamu Wajib Tahu!

Suka duka barista
Credit: Ali Yahya (Unsplash)

Suka Duka Barista – Setiap pekerjaan pasti memiliki suka dan dukanya saat bekerja, termasuk menjadi seorang barista. Banyak orang yang meremehkan kalau menjadi barista itu hanya tukang yang menyeduh kopi antara bubuk kopi dan air.

Padahal, banyak sekali metode dan teknik-teknik yang perlu diperhitungkan untuk menyajikan minuman kopi yang nikmat dan pas di mulut para pelanggannya. Selain itu, seorang barista juga harus memiliki wawasan luas mengenai kopi, seperti seluk beluk kopi, proses pengolahan biji kopi, dan lainnya.

Kira-kira apa saja sih suka dukanya menjadi seorang barista?

Informasi artikel ini dilengkapi tambahan fakta dari seorang mantan barista bernama Leonardus Guntur Aji Herrawan, yang pernah bekerja di salah satu kedai kopi lokal berlokasi di Yogyakarta. Selain itu, artikel ini juga menggunakan berbagai sumber yang mendukung.

Berikut adalah suka dan duka seorang barista, buat kamu yang ingin menjadi barista, yuk! Simak ya!

Sukanya menjadi barista #1: Mendapatkan wawasan luas tentang kopi

wawasan kopi
Credit: Nathan Dumlao (Unsplash)

Sudah pasti ketika menjadi seorang barista, kamu akan mendapat banyak banget pelajaran tentang kopi, mulai dari bagaimana mengolah biji kopi yang benar, seperti menyeduh kopi dengan berbagai metode, menyajikan secangkir kopi yang nikmat untuk  para pelanggannya, dan lain-lain.

Mantan barista kedai kopi lokal, Leonardus Guntur Aji Herrawan, mengatakan bahwa selain paham bagaimana cara mengolah biji kopi menjadi minuman yang nikmat, dia jadi mengetahui bagaimana rasa-rasa dari minuman kopi itu sendiri.

Terlebih, dia mendapatkan bekal ilmu untuk meracik kopi yang enak, bahkan tahu bagaimana menyeduh kopi dengan komposisi yang pas untuk para pelanggannya.

“Saya jadi mengerti rasa dari kopi-kopi yang disukai banyak orang, seperti kopi susu dan lain-lain. Selain itu, saya mendapat modal ilmu tentang kopi yang bisa digunakan jika suatu saat nanti ingin membuka coffee shop sendiri. Saya juga mengerti resep-resep membuat kopi dengan komposisi yang pas untuk banyak orang.” ucap Aji saat dihubungi oleh pihak lakopi.id.

Sukanya menjadi barista #2: Berbagi ilmu dengan para pelanggan

ilustrasi berbagi ilmu kepada pelanggan
Credit: Blake Wisz (Unsplash)

Biasanya, beberapa tipe pelanggan yang datang ke coffee shop itu ada yang penasaran dengan asal usul kopi dan bagaimana cara pembuatannya. Seolah-olah mereka sangat antusias dengan hal-hal terkait dengan kopi.

Menjadi seorang barista, tentunya tidak hanya membuat kopi untuk para pelanggan, namun juga dapat memberikan beberapa wawasan kepada para pelanggannya sebagai edukasi mereka.

Sukanya menjadi barista #3:  Dapat meningkatkan reputasi seorang barista 

Reputasi barista
Credit: Jennifer Bedoya (Unsplash)

Apakah kamu tahu kalau menjadi seorang barista itu bisa terkenal? Tentu saja dari sikapnya kepada para pelanggan. Barista yang memiliki sikap ramah, sopan, baik, bahkan menjaga kebersihan saat membuat kopi, tentu akan diingat oleh para pelanggannya.

Jadi, perlu diingat ya selain membuat kopi yang enak dan nikmat, tentunya ada sikap yang harus dijaga saat berhadapan dengan pelanggan.

“Barista dituntut agar tingkah lakunya baik, sopan, dan karakternya ramah kepada para pelanggan. Kalau kita ingin terus belajar, memperbaiki diri, attitude-nya semakin hari semakin baik, tentu saja banyak yang senang pelanggannya. Hal tersebut bisa meningkatkan reputasi seorang barista,” tutur Aji.

Sukanya menjadi barista #4: Punya teman yang se-chemistry di dunia barista

teman sepemikiran di dunia kopi
Credit: StockSnap (Pixelbay)

Siapa sih yang tak suka memiliki teman, bahkan mereka sejalan pemikirannya dengan kamu. Saat menjadi barista, pasti kamu akan bertemu orang-orang yang memiliki informasi berbeda tentang kopi atau wawasan kopi. Oleh sebab itu, dengan adanya mereka, kamu dapat bertukar informasi mengenai seputar kopi dan dunia barista.

“Di dunia perkopian ini, saya bisa bertemu orang-orang yang sejiwa, sehati, dan sepemikiran. Biasanya mereka pantang menyerah, mau terus belajar, dan semangatnya tinggi. Selain itu, mereka itu orang yang nggak pernah puas sama apa yang mereka capai dan juga optimis. Hal-hal seperti itulah yang bisa buat saya cocok & nyaman.” lanjut Aji.


Di balik rasa suka pastinya ada rasa duka, layaknya profesi lainnya. Barista juga memiliki hal-hal yang tak disukai saat menjalankan pekerjaannya. Kira-kira apa saja ya yang menjadi keluhan seorang barista?

Dukanya menjadi barista #1:  Bekerja lembur

Ilustrasi barista kerja lembur
Credit: Waqas Saeed (Unsplash)

Walaupun barista suka menyajikan kopi untuk para pelanggannya, tetapi terkadang mereka kesal harus bekerja lembur melewati batas jam kerja yang seharusnya.

Mereka juga memiliki kehidupan lain di luar dunia barista. Itu sebabnya hal ini merupakan salah satu yang tidak disukai oleh para barista, termasuk Aji.

“Kebanyakan orang kerja harus ada pengorbanan, seperti pulang malam. Banyak kerjaan yang belum kelar, jadi mau atau nggak mau ya sering lembur. Padahal selesai kerja jam 11 malam, tetapi saya sering pulang sekitar jam 1 pagi atau lebih sementara teman-teman lainnya udah pulang semua,” Kata Aji.

Dukanya menjadi barista #2: Mendapat keluhan dari pelanggan

ilustrasi pelanggan yang komplain
Credit: Kyle Ryan (Unsplash)

Istilah keluhan bagi barista adalah makanan yang harus ditelan setiap harinya. Walaupun hal tersebut membantu mereka meningkatkan skill atau kinerja, tetapi beberapa dari mereka tentu saja ada yang kurang suka jika diberi keluhan, ditambah menggunakan kata-kata kasar.

Dukanya menjadi barista #3: Apapun yang dilakukan dilihat banyak orang

Ilustrasi dilihat banyak orang
Credit: Robert Bye (Unsplash)

Siapa sih yang suka diperhatikan banyak orang saat membuat sesuatu, terutama membuat kopi? Terlebih, ketika seorang barista tak sengaja membuat kesalahan. Hal tersebut tentunya membuat grogi atau canggung.

“Saya sebenarnya lebih suka kerja dibelakang ‘panggung’ pas awal-awal jadi barista itu, apalagi masih proses belajar buat ini itu. Namun karena open bar, ya mau atau nggak mau harus belajar buat lebih percaya diri lagi untuk bisa selalu tampil di depan banyak orang. Awalnya agak grogi, apalagi kalau ngelakuin kesalahan. Tapi karena sudah terbiasa, lama-lama juga bisa enjoy kok dengan sendirinya” kata Aji.


Nah, itu dia informasi tentang suka dan dukanya seorang barista. Buat kamu yang ingin menjadi barista, tetap semangat dan tidak boleh menyerah karena kendala-kendala yang akan  dihadapi nantinya. Sebab, semua profesi pasti memiliki suka dan duka, tidak hanya profesi barista saja.

“Kalau ingin terjun di dunia barista, harus ditekuni sungguh-sungguh bukan ikutan teman. Jalanilah dengan passion dan senang hati. Kita harus bisa menjelaskan detail produk, seluk beluk kopi, dan juga termasuk dunia pertaniannya, itu semua harus bisa dijelaskan.

Kalau sudah terjun, ya ilmunya digunakan sebaik mungkin, jangan sampai terbuang sia-sia. Syukur-syukur bisa menjadi modal untuk kedepannya. Sebisa mungkin harus bisa ramah dengan pelanggan dan bisa menjaga nama baik dunia perkopian,” ucap Aji kepada lakopi.id saat dihubungi hari Selasa lalu.

Selain itu, untuk menjadi barista yang handal, kamu juga harus mengerti berbagai biji kopi mentah yang berkualitas. Bagaimana tidak? Sebab, biji kopilah yang mempengaruhi cita rasa minuman kopi.

Mau tahu dari mana mendapat biji kopi mentah yang bagus? Yuk! Kunjungi lakopi.id, perusahaan marketplace yang menyediakan aneka biji kopi mentah yang berkualitas dan tentunya dipetik langsung dari petani. Salam Labuhan Kopi.

Suci Risanti Rahmadania
Hidup itu adalah pilihan. Menjadi seorang penulis itu adalah pilihan saya.