Jangan Lebih dari 4 Cup! Yuk Cari Tahu Berapa Toleransi Minum Kopi Per-hari!

toleransi
unsplash.com (Nikita Vantorin)

Toleransi minum kopi yang kita miliki tentu berbeda-beda. Mengkonsumsi kopi sudah menjadi kebiasaan dan gaya hidup. Kebiasaan ini kemudian membentuk toleransi jumlah kafein dari kopi yang masuk ke tubuh kita.

Bagaimana kaitannya kebiasaan minum kopi kita dengan tingkat toleransi konsumsi kopi yang kita miliki?

Sebelum order cup ke-3 mu hari ini, atau sebelum brewing cangkir ke-2 mu hari ini. Yuk kita simak dulu pembahasan mengenai toleransi kopi per hari yang harus kita pahami!

Minum kopi: Kebutuhan atau Gaya Hidup?

Berdasarkan data dari ICO atau International Coffee Organization pada tahun 2018-2019 konsumsi kopi Indonesia mencapai 50,97% dari jumlah total produksi. Peningkatan konsumsi kopi tersebut dipicu oleh beberapa hal diantaranya adalah mulai maraknya kedai kopi dan kebiasaan baru yang terbentuk.

Orang-orang terbiasa mengkonsumsi kopi setiap hari baik untuk kebutuhan atau hanya sekedar ingin. Dilansir oleh kompas.id penyumbang angka konsumsi kopi di Indonesia yang besar datang dari generasi muda yaitu generasi Z (10-24 tahun) dan generasi Y (25-39 tahun).

Tingginya konsumsi kopi masyarakat Indonesia saat ini kemudian menimbulkan pertanyaan, berapakah batas untuk mengkonsumsi kopi perharinya agar tergolong aman untuk kesehatan?

Credit: Robert Bye (Unsplash)

Kebiasaan Minum Kopi dan Kandungan Kafein

Dari berbagai jenis minuman yang mengandung kafein seperti teh, coklat dan minuman berenergi, kopi memiliki kandungan kafein yang lumayan tinggi. Bahan aktif dalam kopi adalah kafein, zat psikoaktif yang paling banyak dikonsumsi di dunia.

Dilansir oleh Center For Science in the Public Interest melalui cspinet.org menunjukkan data kandungan kafein dari beberapa minuman dan makanan yang mengandun kafein. Mulai dari kopi, teh, soft drinks, energy drinks, es krim, snacks, dan coklat, kopi menempati urutan atas minuman dengan jumlah kafein yang tinggi.

Berapa Banyak Kandungan Kafein dalam Secangkir Kopi?

Dilansir dari honestdocs.id, kandungan kafein dalam secangkir kopi sangat bervariasi mulai dari 50 sampai 400+ mg per cangkir. Contohnya secangkir kecil kopi rumahan mengandung setidaknya 50 mg kafein, sementara kopi yang terkandung pada cup dengan volume 16 oz (setara dengan cup grande Starbucks) dapat mengandung lebih dari 300 mg kafein.

Credit: PTMP (Unsplash)

Jika diratakan, dapat diasumsikan bahwa pada 8 ons kopi mengandung sekitar 100 mg kafein. Lalu apakah hubungannya kafein dengan toleransi ‘minum kopi’?

Saat kita mengkonsumsi kafein dalam waktu yang lama atau sering, maka tubuh kita akan membentuk caffeine tolerance. Toleransi kafein terjadi ketika efek kafein menurun seiring waktu dengan konsumsi teratur. Toleransi terhadap efek kafein telah dibuktikan pada tekanan darah, performa olahraga, serta kewaspadaan mental dan performa.

Dilansir oleh honestdocs.id menyatakan bahwa toleransi individu atau kebiasaan seseorang  juga sangat penting. Mereka yang terbiasa minum kopi setiap hari dapat mentolerir lebih banyak kafein daripada mereka yang hanya meminumnya sesekali saja.

Oleh sebab itulah, toleransi kafein berhubungan dengan tingginya toleransi konsumsi kopi kita per-harinya. Tentu setiap orang berbeda-beda karene kebiasaan minum kopi yang berbeda.

4 Faktor Mengapa Toleransi Minum Kopi Setiap Orang Berbeda-beda.

Dilansir dari Time oleh hellosehat.com, ada empat faktor yang perlu diperhatikan sebelum mengetahui batas wajar/ toleransi ‘minum kopi’.

Beda orang beda kebutuhan kopinya

Seperti penjelasan sebelumnya bahwa kebiasaan konsumsi kopi akan mempengaruhi toleransi kafein dan banyaknya kopi yang dikonsumsi. Beberapa orang sanggup minum kopi hitam berdosis tinggi dan merasa segar bugar sepanjang hari. Namun, beberapa orang bahkan tidak bisa menghabiskan secangkir kopi hitam dan merasa sakit perut.

Credit: klikdokter.com

Efek kopi pada tubuh akan berbeda untuk setiap orang. Jadi, sebelum mengkonsumsi kopi, pastikan kamu tahu kebutuhannya dan kondisi tubuhmu!

Kesehatan Tubuh

Kondisi kesehatan tubuh setiap orang juga menjadi faktor pertimbangan penting untuk mengukur toleransi minum kopi yang dimiliki. Jika memiliki penyakit jantung atau penyakit kronis lain tentunya tidak bisa mengikuti pedoman “3-5 cangkir” per hari. Jika memiliki riwayat penyakit tertentu, ada baiknya untuk konsultasi dengan ahli baik dokter maupun ahli gizi untuk mengetahui batas konsumsi kopi yang kita miliki.

Perhatikan pola tidur

Kafein dengan gangguan tidur kerap kali dikaitkan. Setidaknya bagi sebagian besar orang kafein dianggap mengganggu tidur. Dilansir hellosehat.com disebutkan bahwa aturan praktis yang baik untuk diperhatikan adalah: menghentikan segala jenis konsumsi kafein termasuk kopi setidaknya enam jam sebelum waktu tidur.

insomnia
Credit: eramadani.com

Faktor genetik

Faktor genetik juga mempengaruhi toleransi konsumsi kopi harian kita. Beberapa orang dapat memecah kafein dalam waktu yang sangat lama.

Berapa Cangkir Kopi yang Diperbolehkan Per Hari?

Setelah pembahasan mengenai kafein diatas, dapat disimpulkan jika batas konsumsi kopi per hari kita juga dipengaruhi oleh faktor-faktor yang membentuk batas toleransi kafein kita, loh!

Toleransi Minum Kopi

Bagaimana Kita Tahu Batas Toleransi Minum Kopi Agar Tetap Sehat?

Menurut research yang dilakukan oleh Jennifer L. Temple et.al yang berjudul The Safety of Ingested Caffeine: A Comprehensive Review dalam PubMed NCBI, menyatakan bahwa orang dewasa yang sehat dapat mengkonsumsi lebih dari 400 mg kafein per hari. Sedangkan untuk wanita hamil, tidak diperkenankan untuk mengkonsumsi lebih dari 200 mg kafein per hari.

Dilansir dari healthline.com, empat sumber yang terangkum dalam FoodData Central U.S. Departement of Agriculture yang memuat daftar minuman populer yang mengandung kafein menyimpulkan kandungan kafein seperti berikut:

  • Coffee: 96 mg per 1 cup (8 ons atau 240 ml)
  • Minuman Energi: 72 mg per 1 cup (8 ons atau 240 ml)
  • Teh hijau: 29 mg per 1 cup (8 ons dari 240 ml)
  • Minuman ringan: 34 mg per 1 kaleng (12 ons dari 355 ml)
soft drink
Credit: unsplash.com (Jonny Caspari)

Dikutip dari npr.org oleh hellosehat.com menyebutkan bahwa sebuah studi terbitan Mayo Clinic Proceedings menunjukkan bahwa kopi lebih dari 28 cangkir per minggu atau rata-rata 4 cangkir setiap hari adalah porsi yang berlebihan. Secangkir kopi didefinisikan sebagai 8 ons kopi (240 ml).

Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa pria dewasa yang mengkonsumsi 28 cangkir kopi per minggu memiliki peningkatan risiko terhadap kematian sebanyak 56 %. Sementara wanita memiliki peluang lebih dari dua kali lipat dari risiko kematian. Sedangkan, konsumsi yang sama tinggi pada golongan lanjut usia, tidak berpengaruh apa-apa.

Dari penelitian tersebut dapat dikatakan jika mengkonsumsi dua sampai tiga cangkir kopi per hari masih digolongkan sebagai batas wajar dan sehat/ tidak memiliki risiko kesehatan. Dilansir hellosehat.com, The Huffington Post yang mengutip 5 studi terpisah dari PLOS ONE, NCBI, Nature, dan NRC Research mendukung teori diatas.

Masing-masing studi tersebut menemukan bahwa manfaat yang dihasilkan dari minum kopi hanya akan didapatkan jika kita membatasi kopi hanya 2-3 cangkir per hari.

 


Eits! Tapi yang perlu diingat kita tetap harus memperhatikan empat faktor yang telah dijelaskan diatas! Kopi memiliki manfaat yang baik sehingga harus dikonsumsi dengan cara yang baik agar manfaatnya bisa kita dapatkan dengan maksimal.

Jangan lupa untuk mengkonsumsi kopi yang sehat kita perlu mendapatkan biji kopi yang berkualitas! Kamu bisa cari biji kopi berkualitas dengan berbagai jenis/macam kopi di Lakopi.id!

Lakopi.id merupakan market place yang menyediakan berbagai macam biji kopi mentah berkualitas yang mana trade-nya juga langsung ke petaninya! Wah!

Silahkan langsung kunjungi Lakopi.id untuk mendapatkan kopi terbaik versimu!

Jangan lupa! Drink your coffee healthily and happily!

Salam, Lakopi Indonesia!