Yuk Kenali! Apa itu Kopi Liberika?

kopi liberika
Credit: leclairorganics.com

Kopi Liberika – Tahukah kamu? Total ada 120 jenis spesies dari kopi. Mungkin kita mengenal dua diantaranya yang paling terkenal yaitu arabika dan robusta. Namun, pernahkah kamu mendengar tentang kopi liberika?

Yap! Selain kopi arabika dan robusta, liberika juga tidak kalah populer, loh!

Kopi liberika merupakan salah satu varietas kopi yang juga tumbuh di Asia Tenggara selain robusta dan arabika. Saat ini liberika menjadi spesies utama dari ‘keluarga’ kopi yang tumbuh di Malaysia dan Filipina.

Penasaran dengan kopi liberika? Mau tahu lebih banyak tentang fakta kopi liberika?

Yuk kita simak artikel di bawah ini!

biji kopi liberika
Credit: theprimadonnalife.com

Darimana Asal Kopi Liberika?

Kopi liberika berasal dari Liberia, Afrika Barat. Namun, dilansir oleh situs rimbakita.com tidak hanya ditemukan di Liberia, namun tanaman kopi liberika juga tumbuh liar di daerah Afrika lain, seperti Angola, Afrika Tengah, Benin, Kamerin, Gabon, Ghana, Kongo, Guinea, Nigeria, Sao Tome, Sierra Leone, Sudan, Uganda dan Pantai Gading.

Liberika saat ini sebagian besar ditanam dan dikonsumsi di Asia Tenggara – yaitu Filipina, Indonesia, dan Malaysia. Di Filipina saja, liberika menyumbang lebih dari 70% dari semua kopi yang ditanam.

Pacita, anggota Steering Comittee for the Forest and Farm Facility Departement dari UN’s Food and Agricultural Organisation melalui situs perfectdailygrind.com menyebutkan perjalanan liberika. Liberika memang berasal dai Liberia, kemudian liberika menyebar ke Ethiopia, Timur Tengah sehingga menyebar sampai ke Asia Tenggara.

Liberika Indonesia
Credit: inibaru.id

Patrica juga menyebutkan bahwa ada kemungkinan para penjajah membawa tanaman liberika ke wilayah Asia Tenggara karena sebagian besar Asia Tenggara dikuasai oleh Prancis, Belanda atau Spanyol.

Dilansir situs rimbakita.com pada tahun-tahun sebelum 1878, tanaman perkebunan kopi di Indonesia ditanami dengan kopi jenis arabika. Akan tetapi, saat itu muncul serangan wabah penyakit karat daun atau Hemelia vastatrixi (HV), sehingga pemerintah Belanda mencari alternatif jenis kopi lain yang lebih tahan terhadap penyakit tersebut.

Liberika kemudian mulai ditanam di Indonesia pada 1878. Namun, hal tersebut hanya bertahan sampai 1907. Hal ini dikarenakan, liberika mengalami hal yang sama dengan kopi arabika, yakni terkena penyakit karat daun, terutama di perkebunan di daerah dataran rendah.

Meskipun detail tentang bagaimana liberika tiba di Asia Tenggara mungkin masih diperdebatkan, penelitian menunjukkan bahwa liberika mulai mengalami lonjakan popularitas yang besar pada akhir abad ke-19.

Karakteristik Kopi Liberika

karakteristik buah kopi liberika
Credit: perfectdailygrind.com

Gonzalo Hernandez, pemilik dan pengelola Coffee diversa, sebuah ‘kebun kopi’ di Kosta Rika menjelaskan bahwa saat ini liberika dapat ditemukan tumbuh liar hampir di seluruh wilayah Afrika tropis. Ia juga menyebutkan bahwa liberika merupakan tanaman kopi yang sangat kokoh dan tumbuh dengan baik.

Liberika mulai berbuah ceri setelah 5 tahun di tanam. Liberika akan tumbuh tinggi -bahkan terkadang sampai menyulitkan proses pemetikan ceri. Daun dan ceri dari liberika juga cenderung berukuran lebih besar dari robusta. Daun liberika bisa tumbuh hingga 30 cm dan ceri hampir dua kali lipat ukuran dua lainnya saat matang.

Dilansir rimbakita.com, liberika menghasilkan ceri yang cukup besar dibandingkan dengan jenis kopi lainnya. Buahnya berbentuk bulat hingga lonjong dan berukuran panjang 18-30 mm. Dalam satu buah liberika terdapat 2 biji kopi dengan masing-masing berkisar ukuran 7-15 mm.

biji kopi liberika
Credit: kitucafe.com

Dilansir oleh perfectdailygrind.com liberika cenderung memiliki rasa buah karena liberika memiliki banyaknya daging buah dan berfermentasi saat mengering secara alami. Rasa dari liberika sering dimiripkan dengan buah nangka di Asia Tenggara. Selain itu, karakteristik lainnya dari rasa liberika yaitu aftertaste yang bertahan lama -manis di mulut. Liberika sering kali digambarkan lebih manis dan tradisional dari kopi arabika.

Budidaya Kopi Liberika

Bagi produsen, liberika memiliki berbagai macam manfaat. Di samping ketahanannya terhadap penyakit dan hama, ia tumbuh dengan baik di antara tanaman lain, memungkinkan petani untuk mendiversifikasi apa yang mereka tanam untuk stabilitas tambahan.

Tanaman yang baik untuk menjadi tanaman pendamping kopi liberika diataranya pisang, pepaya, dan nanas tumbuh subur dengan kopi. Kacang juga bagus karena dapat mengikat nitrogen di dalam tanah. Adanya perubahan iklim juga menandakan bahwa banyak lahan yang cocok (memiliki persyaratan suhu yang tepat) menjadi tidak dapat digunakan.

Kebun kopi liberika
Credit: perfectdailygrind.com

Lalu bagaimana solusinya? Yap! Bagi produsen, berinvestasi pada tanaman yang lebih kuat menjadi satu-satunya pilihan. Dilansir oleh perfectdailygrind.com, liberika telah terbukti lebih tangguh daripada robusta di beberapa area – sistem akarnya tumbuh lebih dalam dan dapat tumbuh di berbagai jenis tanah.

Dilansir rimbakita.com daerah tropis dataran rendah dengan ketinggian 400 hingga 600 mdpl merupakan wilayah ideal agar tanaman liberika dapat tumbuh baik. Namun, kopi ini juga dapat tumbuh dan berbuah di daerah dengan ketinggian 1.200 mdpl.

Suhu ideal yang diperlukan agar tumbuh secara maksimal adalah 27 – 30°  Celcius, dengan curah hujan 1500 hingga 2500 mm per tahun.

Seperti pada jenis kopi lainnya, tanaman liberika tumbuh dengan baik pada lahan yang memperoleh sinar matahari secara penuh dan dibawah naungan pohon lain. Liberika dikenal juga dengan sebutan kopi nangka, karena biji kopinya yang berukuran besar serta dapat tumbuh setinggi 9 meter.

liberika saat ini
Credit: bahanamahasiswa.com

Kopi Liberika Saat Ini

Saat ini, liberika memiliki posisi yang kokoh di pasar Asia Tenggara. Selain itu di Timur Tengah, liberika juga sangat diminati. Liberika yang memiliki profil rasa buah diseduh dengan ringan, hampir seperti teh dan sering diminum dengan kurma, sebagai sajian afternoon coffee. Lebih jauh lagi, liberika juga secara tradisional digunakan dalam campuran untuk memberikan hasil akhir yang tahan lama.

Profil dan cita rasa yang unik dari liberika, ketahanan tinggi tanamannya, dan latar belakang bertingkat menjadikannya pilihan baru jenis kopi yang menarik, baik bagi produsen (petani) dan konsumen (coffee drinker).

kemasan kopi liberika
Credit: theprimadonnalife.com

Bagaimana? Tertarik mencoba kopi liberika?


Bingung dimana mendapatkan biji kopi berkualitas?

Kamu bisa kunjungi Lakopi.id! Lakopi merupakan market place yang menyediakan berbagai macam biji kopi mentah berkualitas yang mana trade-nya juga langsung ke petaninya, loh!

Jangan lupa! Drink your coffee healthily and happily!

Salam, Lakopi Indonesia.